Bahaya Stress untuk Penderita Kanker

Ini 4 Alasan Penderita Kanker Tidak Boleh Stress

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu penyakit kanker. Bukan hanya faktor genetika, kanker juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti faktor lingkungan yang kerap terpapar radikal bebas, faktor makanan, gaya hidup, dan juga tekanan dari luar diri seseorang yaitu stres.  Jika seseorang berpotensi terkena kanker secara genetika, maka sebaiknya mulai menjaga diri dengan memperbaiki pola hidup sehat dan menghindari stress.

Gaya hidup seseorang seperti sering mengkonsumsi alkohol, merokok, mengkonsumsi makanan berpengawet  juga  bisa jadi pemicu seseorang terkena kanker. Sebab lain adalah faktor hormonal yang tidak dapat dihindarkan, misal menstruasi terlalu dini atau menopouse sebelum waktunya juga bisa menyebabkan seseorang terkena kanker payudara.

Tekanan pekerjaan yang menyebabkan stress seringkali dapat memicu penyakit dalam tubuh. Termasuk penyakit kanker. Apalagi ketika divonis dokter terkena kanker, sangat mungkin penderita mengalami stress kan khawatir akan dampak dari pengobatan kanker.

Pengobatan kanker seperti kemoterapi memang berdampak pada tubuh .Itu sebabnya kemoterapi harus diimbangi dengan perbaikan pola hidup. Bukan hanya makanan, penderita kanker juga sebaiknya menghindari stress agar memperlancar pengobatan dan pengobatan bisa optimal. Lalu apa kaitan stres dengan kanker?

Bagaimana Stress Memicu Kanker?

Contoh kasus pada kanker payudara. Stress pada perempuan dapat memicu produksi hormon esterogen lebih banyak. Seperti yang diketahui ketidakseimbangan produksi hormon esterogen dan progesteron dapat memicu timbulnya kanker.   Sebuah penelitian dis Inggris menunjukkan 25 dari 100 wanita mengalami stress yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Sel kanker menyebar ke organ tunuh lain melalui pembuluh darah dan hormon stress pada manusia sangat berpengaruh pada pembuluh darah. Hormon stress pada penderita kanker akan bekerja efektif dan mempengaruhi penyebaran sel kanker melalui limfatik.

Pada kondisi stress hormon adrenalin meningkat dan mengaktifkan sistem saraf simpatik dan mempercepat pembentukan getah bening. Meningkatnya hormon adrenalin itu memungkinkan sel-sel kanker menyebar ke organ tubuh lain dengan cepat. Hormon stress dapat merangsang se-sel kanker yang dapat memecah jaringan di sekitar sel tumor, dan sangat memungkinkan sel lebih muah bergerak ke aliran darah menuju organ tubuh atau jaringan lainnya dan membentuk kanker baru.

Hormon stress lainnya seperti epinefrin juga dapat mengubah keadaan sel-sel tertentu. Ini terjadi pada kanker prostat dan payudara. Hormon tersebut akan membuat sel kanker tersebut tahan terhadap apoptosisi atau kematian sel. Stress atau faktor emosi mungkin masih dalam skala kecil pemicu kanker. Namun bisa membantu percepatan penyebaran sel kanker. Jika demikian stress dapat menghambat keefektifan pengobatan kanker.

Stress bisa disebabkan oleh banyak faktor, antara lain faktor pekerjaan, keluarga, lingkungan sekitar, ekonomi, dan dari diri pasien sendiri. Misal penderita kanker yang masih bekerja,  sangat mungkin mengalami stress dengan tumpukan pekerjaan atau deadline pekerjaan. Tanpa disadari pekerjaan yang semula untuk mengalihkan pikiran dari penyakit kanker justru semakin memperparah keadaan. Itu sebabnya selain mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga teratur, pasien kanker sebaiknya juga harus menghindari stress.

Bahaya Stress untuk Penderita Kanker

1. Mempercepat Penyebaran Sel Kanker

Bukan hanya tumbuh abnorma, sel kanker juga menyebar dengan cepat dalam tubuh penderita melalui aliran darah. Stress akut pada pasien kanker menyebabkan penyebaran sel abnormal tersebut semakin masif tidak hanya melalui aliran darah tetapi juga melalui sistem limfatik.

Sistem limfatik adalah bagian dari sistem imun tubuh yang bekerja mengalirkan cairan dari kelenjar limfa ke jaringan lainnya.  Faktor stress justru memberikan jalan kepada sel kanker untuk membuat ‘jalan’ sendiri ke kelenjar limfa dan kemudian kanker menyebar melalui jaringan tersebut. Padahal sistem limfatik berpengaruh atau ikut andil dalam pengobatan kanker.

2. Menganggu Pengobatan Kanker

Ada banyak jenis pengobatan kanker yang bisa dijalani. Mulai dari pengobatan tradisional menggunakan obat-obatan herbal sampai pengobatan canggih di luar negeri yang menguras kocek ratusan juta rupiah.

Namun pengobatan mahal sekalipun akan sia-sia jika si penderita tidak membantu kesembuhan dari dalam diri mereka. Proses pengobatan kanker memang tidak instan atau dalam sekejap. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk proses pengobatan. Bahkan pengobatan di luar negeri membutuhkan tiga sampai empat kali pengobatan bahkan sampai kanker benar-benar hilang. Terlebih lagi jika kanker yang diderita sudah memasuki stadium lanjut.

Penyembuhan kanker dari diri sendiri bisa dengan cara memperbaiki pola makan dan olahraga teratur. Stress juga faktor yang harus dijauhi dari penderita. Apalagi pengobatan kanker yang tidak sebentar dan memakan waktu lama.

Apapun metode pengobatan kanker memerlukukan kondisi fisik yang prima. Tujuannya agar  pengobatan dapat berjalan dengan maksimal. Di Guangzhou China, pengobatan kanker ala modern pun harus benar-benar memastikan pasien dalam kondisi stabil ketika menjalani pengobatan. Pengobatan kanker akan memberikan respon negatif jika fisik penderita tidak dalam kondisi baik, termasuk ketika pasien mengalami stess.

3. Memicu Perkembangan Kanker Lebih Cepat

Stress secara tidak langsung mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Penyakit kronis mudah menyerang dan berkembang termasuk kanker. Hubungan stress dengan penyakit kronis seperti kanker memang tidak langsung.

Pada kondisi normal, sistem imun dalam tubuh akan bekerja untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel abnormal menjadi kanker. Sel abnormal dalam tubuh bisa berasal dari faktor genetika atau lingkungan luar seperti asupan makanan dan minuman serta lingkungan pekerjaan atau tempat tinggal.

Ketika seseorang dalam kondisi stress, hal tersebut mampu menurunkan fungsi sistem imun dalam merespon pertumbuhan sel abnormal. Selain itu, juga mengambat proses perbaikan DNA  yang mempercepat pertumbuhan sel kanker.

4. Mempercepat Kematian

Siapa saja pasti kaget dan terkejut jika terdiagnosa kanker. Apalagi ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut dan sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh. Sekeita pasien akan mengalami stress, dalam kondisi seperti ini justru sel kanker akan menyebar dengan lebih cepat.

Ada banyak cerita pasien kanker yang bangkit dan melawan penyakit mematikan tersebut. Bukan hanya berobat dengan berbagai cara, mereka juga mengubah pola hidup yang selama ini mereka jalani. Perkembangan kanker karena stress dapat menurunkan kemungkinan pasien untuk kanker.

Pengobatan yang berkala dan berulang-ulang sering mmebuat pasien stress dan menyerah dengan keadaan. Belum lagi ketika biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan sudah sangat besar. Selagi masih bisa dicegah, sebaiknya jauhkan diri pasien kanker dari stress.

Stress merupakan bagian dari hidup sehat. Bagi penderita kanker disarankan untuk pergi refreshing paling tidak dua kali dalam sepekan. Agenda jalan-jalan ke tempat wisata dan udaranya masih segar akan menjauhkan pasien dari stress. Pasien juga bisa menjauhkan diri dari sesuatu yang berpotensi menimbulkan stress. Berolahhraga teratur dan menghirup udara bebas juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari stress bagi penderita kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Susu Kolostrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 14 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.