All posts by Eddy

Khasiat Kulit Buah Naga

Lawan Kanker dengan Khasiat Kulit Buah Naga

khasiat kulit buah nagaBelum banyak orang yang tahu mengenai khasiat kulit buah naga. Selama ini perhatian masyarakat lebih tertuju pada khasiat kulit buah manggis. Padahal, berbagai riset yang dilakukan oleh para pakar kesehatan di seluruh belahan dunia membuktikan banyak manfaat luar biasa yang bisa diperoleh dari kulit dari buah naga.

“Tak kenal maka tak sayang,” begitulah kata pepatah. Pepatah itu dapat mewakilkan ketidaktahuan kita selama ini tentang manfaat kulit buah naga. Jadi, sebelum mengulas lebih dalam tentang apa saja manfaat penting yang dapat diberikan buah ini kepada manusia, kami awali dulu artikel ini dengan memperkenalkan jati diri buah naga.

Asal-Usul dan Karakteristik Buah Naga

Dalam bahasa latin, buah naga disebut dengan Hylocereus polyrhizus. Buah ini berasal dari keluarga besar tanaman celenicereus dan hylocereus. Seperti hakikatnya tanaman kaktus, buah naga sangat menyukai sinar matahari. Karena itu, ia dapat tumbuh subur di wilayah-wilayah beriklim tropis cenderung kering. Negara-negara di kawasan Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan sebagian besar Meksiko diklaim sebagi kampung halamannya buah naga.

Namun, berkat budidaya, penyebaran buah ini dapat meluas. Dengan karakteristik iklim dan tanah yang hampir-hampir mirip dengan negara asalnya, buah naga bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik di Australia, Okinawa, Israel, Tiongkok, dan beberapa negara di benua Asia seperti Filipina, Malaysia, Vietnam, Taiwan, dan Indonesia.

Buah naga memiliki tekstur daging yang lembut, serta biji-biji kecil yang rapuh dan aman dikonsumsi. Dagingnya terdiri atas dua jenis, merah dan putih. Tampilan luarnya tampak mencolok karena menyerupai duri-duri, namun sama sekali tidak tajam. Bila diperhatikan, kulit dari buah naga ini memang mirip dengan naga.

Kandungan Istimewa Dalam Kulit dari Buah Naga

Buah naga mempunyai keistimewaan yang tidak banyak dimiliki oleh tanaman buah lainnya. Manfaat buah naga bisa diperoleh mulai dari batang, akar, daging, hingga ke bagian kulitnya. Khusus di bagian daging dan kulit, terdapat sejumlah kandungan istimewa yang terbukti ampuh menangkal dan mengobati berbagai macam penyakit, dari yang ringan hingga yang berat sekalipun. Contohnya saja kanker.

Kandungan yang dimaksud berupa kalsium, fospor, protein, kalori, kadar air, serat, karbohidrat, zat besi, ferum, potassium, sodium, Vitamin B3, Vitamin B1, Vitamin B12, serta sangat kaya Vitamin C. Semua kandungan itu dibutuhkan manusia untuk melawan kanker dan tumor.

Buah naga dapat memenuhinya dengan sangat baik melalui kulitnya. Ini bukan omong kosong belaka, sebab sebuah departemen kimia di Universitas Chi-Nan telah membuktikan kehebatan dari kulit buah naga melalui riset yang mereka lakukan. Hasil riset menyatakan bahwa 25 gram saripati atau ekstrak kulit dari buah naga mampu mencekal pertumbuhan sel-sel kanker B16.

Selain itu, pada kulit dari buah naga ditemukan pula kandungan zat antosianin yang cukup tinggi dibandingkan dari buah-buah lain. Antosianin merupakan zat pewarna alami pada buah naga yang larut dalam air. Zat ini berperan besar dalam membentuk imunitas dan antioksidan penting untung mengidentifikasi, menetralisir, dan membuang racun dalam tubuh. Tanpa kita sadari, racun yang terserap ke dalam tubuh melalui makanan, udara, atau produk-produk berbahaya, dapat menjadi faktor pencetus terjadinya kanker. Berkat keistimewaan kulit dari buah naga, kita bisa mencegah mencegah dan menekan pertumbuhan sel kanker.

Manfaat Kulit Buah Naga Merah dan Putih untuk Melindungi Kulit

Paparan ultraviolet dari sinar matahari, serta penggunaan produk-produk kecantikan berbahan mercury dan hidroquinon, terbukti dapat merusak kulit mulai dari lapisan terluar hingga yang paling dalam. Kerusakan kulit terjadi secara berkala dan semakin memburuk bila tidak ditangani dengan cepat. Pada kasus terburuk, kulit bisa terkena kanker.

Kulit yang sehat ditandai dengan kadar kelembapannya yang pas, tekstur yang halus, kenyal, serta tampak agak bersemu merah. Agar kesehatan kulit terjaga, manfaat kulit bagian dalam dari buah naga sebagai bahan masker. Caranya, kupas kulit bagian terluar (kulit keras) buah naga. Ambil bagian setelahnya, cuci bersih, lalu haluskan hingga dapat dioleskan di wajah. Gunakan masker kulit buah naga ini secara ruti 3x sehari untuk hasil maksimal.

Cara Mengolah Kulit Buah Naga

Untuk mendapatkan manfaat dari kulit buah naga, bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu:

  1. Melalui proses pengeringan terlebih dahulu. Caranya, pisahkan buah dari kulitnya. Iris kulit dengan ketebalan kira-kira 1 cm, lalu jemur di bawah sinar matahari selama sampai benar-benar kering atau sekitar 1-2 hari (bergantung kondisi cuaca). Setelah kering, seduh kulit buah naga kering tersebut sebanyak 25 gram dengan air panas dan minum dalam keadaan hangat. Untuk hasil maksimal, konsumsi air seduhan kulit buah naga 2 kali sehari pada pagi dan malam hari.
  2. Ditumis sebagai lauk. Cara ini mungkin tidak biasa dilihat. Apakah kulit buah lezat diolah menjadi lauk? Ya, tentu saja. Kulit buah naga memiliki citra rasa manis seperti daging buahnya. Rasa manis tersebut akan keluar ketika kulit dipanaskan. Cuci kulit buah naga untuk menghilangkan debu, kotoran serangga, atau sisa-sisa pestisid. Iris dengan ketebalan sedang, lalu tumis bersama bawang merah dan bawang putih. Jangan khawatir, rasanya tetap bersahabat di lidah.

Demikian uraian mengenai manfaat kulit buah naga. Semoga bisa menjadi informasi berharga bagi para pembaca

Baca artikel lain mengenai Cara Merawat Luka

Manfaat Keladi Tikus

Manfaat Keladi Tikus untuk Melawan 15 Jenis Kanker

Manfaat Keladi TikusMengacu pada hasil penelitian WHO, kanker menempati rangking ke-9 dari 27 penyakit paling mematikan di dunia. Beragam obat dengan komposisi kimiawi diciptakan untuk melawan perkembangan sel kanker dalam tubuh penderita. Namun efek penggunaan obat kimiawi dalam jangka panjang seringkali menimbulkan masalah baru seperti kerusakan ginjal. Oleh karena itu, bahan-bahan herbal bisa dimanfaatkan sebagai alternatif penggunaan obat-obat modern. Salah satu contohnya ialah keladi tikus untuk kanker.

Manfaat keladi tikus sebagai obat untuk melawan kanker memang belum sepopuler daun manggis dan sirsak. Penyebabnya, tanaman herbal yang satu ini tidak tumbuh di sembarang tempat. Sehingga jarang diketahui orang. Walau demikian, khasiat keladi tikus tidak bisa dianggap sebelah mata. Kandungan senyawa yang terdapat di dalamnya terbukti ampuh untuk menekan laju pertumbuhan sel kanker, sebagaimana manfaat yang diperoleh dari kemoterapi. Bedanya, keladi tikus obat kanker tidak akan merusak jaringan tubuh dan sel-sel baik. Pusat kerjanya hanya tertuju pada sel kanker itu saja. Sehingga, dalam masa pengobatan, penderita tidak akan mengalami keluhan komplikasi.

Jenis Kanker yang Dapat Disembuhkan dengan Keladi Tikus

Meski khasiat dari keladi tikus terbukti dapat menolong penderita kanker dari penyakitnya, tetapi tidak semua kanker dapat diatasi dengan keladi tikus. Efektivitas dari keladi tikus hanya dapat dirasakan pada 15 jenis kanker saja, seperti:

  1. Kanker usus besar
  2. Kanker paru-paru
  3. Kanker pankreas
  4. Kanker payudara
  5. Kanker tulang
  6. Kanker tenggorokan
  7. Kanker hati
  8. Kanker rectum
  9. Kanker limpa
  10. Kanker otak
  11. Kanker ginjal
  12. Kanker empedu
  13. Kanker darah
  14. Kanker limpa
  15. Kanker servik

Keladi Tikus Obat untuk Kanker Payudara dan Servix Mujarab

Menjadi suatu kabar yang menggembirakan bagi kaum wanita dengan adanya manfaat keladi tikus untuk obat kanker ini. Ancaman paling menakutkan bagi wanita, terutama wanita di atas 18 tahun, tentu saja kanker payudara dan servix.

Saat dideteksi mengidap kanker payudara, maka hal yang paling konkret dilakukan dokter adalah membuang payudara yang sakit. Upaya medis ini dilakukan semata-mata untuk mengendalikan sel kanker tidak berinvansi lebih jauh dan merusak organ lainnya. Namun, tidak semua wanita memiliki mental baja dalam menghadapi kenyataan. Sebab bagi wanita pada umumnya, payudara bukan sebagai sebagai organ pelengkap tubuh semata, melainkan penunjang penampilan.

Ketidaan payudara tentu akan berefek pada penurunan rasa percaya diri. Begitu pula dengan kanker servix yang tidak kalah menakutkan. Dalam banyak kasus, penegakan diagnosis kanker servix dapat terjadi secara tunggal maupun akibat metastasis dari kanker payudara. Ancaman penyakit ini tentu bukan main-main. Nyawa menjadi taruhan nomor satu. Kemoterapi juga belum tentu dapat benar-benar membantu. Sebab, saat kondisi tubuh menurun, hantaman obat kimia yang digunakan dalam kemoterapi, justru membuat pertahanan tubuh semakin kandas hingga dapat meningkatkan faktor kematian.

Kini, para wanita dapat berlega hati setelah berbagai penelitian membuktikan adanya khasiat keladi tikus untuk pengobatan kanker payudara dan servix. Khasiat ini ternyata terletak pada kandungan etanol sebesar 50% yang terdapat pada umbi keladi tikus. Fungsi etanol sendiri untuk menekan laju pergerakan sel kanker di payudara. Sehingga peluang sel kanker menyebar (metastasis) semakin kecil dan derajat kanker tidak naik.

Khasiat dari keladi tikus dalam penanganan kanker payudara dan servix juga diperkuat oleh kandungan typhonium flagelliforme yang terdapat di dalamnya. Kandungan ini sangat dibutuhkan dalam detoksifikasi racun dalam tubuh. Kadar racun yang tinggi dapat memicu terjadinya kanker atau juga meningkatkan derajat kanker itu sendiri.

Penggunaan Keladi Tikus dalam Upaya Penyembuhan Kanker Payudara dan Servix

Keladi tikus obat kanker sudah banyak diperjualbelikan bebas di toko-toko obat. Sayangnya, jumlah kandungan ektrak keladi tikus dalam bentuk obat berbasis kimia sangatlah sedikit. Berbeda dengan nilai ekstrak yang diperoleh melalui proses alami, tanpa racikan kimia. Nilai ekstrak dari hasil pengolahan alami akan jauh banyak.

Misalnya, melalui air rebusan daun keladi tikus. Hanya saja, mengolah keladi tikus secara alami tidak bisa dilakukan asal-asalan. Sebab pada dasarnya tanaman ini memiliki racun yang sangat tinggi. Racun itulah yang nantinya dapat membasmi sel kanker sebagaimana obat-obat kemoterapi. Salah pengolahan, dapat menimbulkan efek gatal pada tenggorokan dan keracunan.

Cara alami terbaik yang dianjurkan tanpa mengurangi khasiat keladi tikus ialah melalui tahapan berikut ini.

  • Ambil 7 lembar daun keladi tikus beserta tangkainya dan rendam dalam air rebusan jahe selama satu minggu.
  • Setelah satu minggu, rebus daun keladi dalam wadah yang terbuat dari tanah, keramik, atau kaca tahan panas dengan dua gelas air. Hindari penggunaan wadah berbahan metal dan aluminium untuk menjaga khasiat dari keladi tikus. Tunggu menyusut hingga menyisakan kira-kira satu gelas. Saring.
  • Sebelum diminum, boleh ditambahkan madu untuk mengantisipasi efek gatal pada tenggorokan. Minum selagi hangat.
  • Sesudah meminum air rebusan keladi tikus, sangat diharuskan dengan meminum segelas air rebusan jahe untuk menghindari efek samping keracunan.
  • Di awal-awal pengonsumsian, dampak yang akan ditimbulkan berupa mual dan diare ringan. Hentikan pemakaian jika dalam 3 hari dampak tidak berkurang.

Demikian informasi mengenai manfaat keladi tikus untuk membasmi 15 jenis kanker. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang membutuhkan informasi seputar pengobatan penyakit kanker.

Baca artikel lain mengenai Cara Merawat Luka

Makanan Penyebab Kanker Otak

Apa Saja Makanan Penyebab Kanker Otak yang Harus Dihindari?

makanan penyebab kanker otakPenyakit kanker merupakan suatu jenis penyakit yang sangat ditakuti dan sekarang ini sering diketahui diidap oleh sebagian orang. Pergeseran pola makan, pola hidup, dan lingkungan sangat mempengaruhi timbulnya kanker dari hampir semua kalangan usia. Salah satu jenis penyakit kanker adalah kanker otak. Kanker otak adalah jenis kanker yang diperoleh akibat penyebaran kanker melalui aliran darah dari organ lain. Penyebab yang berasal dari otak masih belum diketahui. Makanan yang dikonsumsi dapat menjadi pemicu terjadinya kanker otak. Makanan penyebab kanker otak tersebut bahkan sering dikonsumsi sehari-hari.

Penyebab Kanker Otak

Kanker otak dapat terjadi pada semua usia. Dari usia bayi hingga usia lanjut dapat terjangkit penyakit kanker otak ini. Berikut ini adalah penyebab terjadinya kanker otak yang harus diwaspadai.

  1. Makanan pemicu kanker otak.
  2. Terinfeksi virus HIV.
  3. Bagian otak terekspos radiasi saat melakukan radioterapi.
  4. Paparan racun dari lingkungan.
  5. Paparan zat kimia.
  6. Merokok atau menghirup asap rokok.
  7. Faktor genetik.
  8. Penyakit genetik seperti Sindrom Gorlin, Sindrom Turcot, Sindrom kanker Li-Fraumeni, Sindrom Von Hippel-Lindau dan Sklerosis Tuberose dapat meningkatkan risiko penyakit kanker otak.

Gejala Kanker Otak

Gejala kanker otak yang terjadi tergantung pada letak, ukuran, dan kecepatan perkembangan sel kanker di dalam otak. Gejala yang timbul diakibatkan karena sel kanker menekan dan menghalangi bagian otak sehingga otak tidak dapat berfungsi dengan normal.

Gejala dari penyakit kanker otak yang sering terjadi dan harus diwaspadai adalah sakit kepala terus-menerus serta tidak tertahankan. Gejala kanker yang terjadi pada otak lainnya adalah muntah, tubuh tiba-tiba kejang, pengurangan fungsi penglihatan, pengurangan fungsi pendengaran, gangguan pada indera pembau, kehilangan keseimbangan tubuh, koordinasi tubuh menghilang, kaku pada leher, memiliki perubahan perilaku abnormal, sering merasa lupa, sering mengantuk, dan emosional.

Gejala-gejala tersebut harus diwaspadai sebagai gejala kanker otak. Apabila timbul salah satu gejala atau lebih dan dicurigai sebagai kanker otak maka sebaiknya harus segera diperiksa ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat.

Gejala akan sulit terdeteksi apabila kanker otak terjadi pada usia bayi dan anak-anak. Pada usia ini mereka tidak dapat bercerita tentang gejala yang dirasakannya. Untuk mengetahui gejala yang timbul di usia ini harus memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi pada anak. Segera konsultasikan ke dokter agar dapat memperoleh penanganan lebih lanjut.

Makanan Penyebab Kanker Otak

Makanan yang sering dikonsumsi dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit kanker otak. Terkadang hal ini kurang disadari. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang dapat menjadi penyebab penyakit kanker otak.

Beberapa jenis makanan yang dapat menjadi penyebab kanker otak, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Daging merah. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dapat menjadi pemicu timbulnya kanker otak. Yang dimaksud dengan daging merah adalah daging berwarna merah seperti daging kambing dan daging sapi. Makanan penyebab kanker otak ini dapat lebih berisiko apabila dimasak dengan cara dibakar karena daging yang gosong menjadi bersifat karsinogenik. Untuk menghindarinya dapat mengonsumsi daging merah secukupnya dan imbangi dengan serat dari sayuran dan buah-buahan.
  2. Makanan kemasan. Makanan kemasan mengandung banyak pengawet dan pemanis buatan. Kandungan di dalam makanan kemasan yang dapat menjadi penyebab munculnya kanker otak adalah akrilamida. Kemasan yang digunakan juga mengandung vinil klorida yang memicu kanker otak.
  3. Daging olahan. Daging olahan seperti sosis dan daging kalengan yang dikemas dapat menjadi penyebab kanker otak. Sodium nitrit yang dikandung pada jenis makanan daging olehan ini merupakan zat aktif pemicu kanker.
  4. Gorengan. Makanan yang digoreng dan mengalami pemanasan dalam suhu tinggi dapat menimbulkan zat akrilamida sebagai pemicu kanker otak. Sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi makanan gorengan untuk menghindari risiko kanker.
  5. Tepung putih. Tepung putih mengandung karbohidrat yang tinggi dan ini dapat menjadi pemicu timbulnya kanker otak. Proses pemutihan pada tepung juga menjadi penyebab terjadinya kanker otak.
  6. Kentang goreng. Kentang goreng yang dipanaskan dengan menggunakan minyak goreng bersuhu tinggi dapat mengandung akrilamida. Zat akrilamida ini merupakan zat karsinogenik yang menyebabkan kanker. Kentang goreng yang dikonsumsi biasanya diberikan bumbu dengan kandungan MSG tinggi. Kandungan MSG ini juga dapat memicu kanker otak.
  7. Makanan yang mengandung pemanis buatan. Pemanis buatan atau aspartam yang dikonsumsi akan diproses di dalam tubuh dan menghasilkan zat penyebab timbulnya kanker otak yaitu DKP.

Makanan penyebab kanker otak tersebut sebaiknya dihindari agar tidak memicu timbulnya penyakit kanker otak. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lakukan pola makan sehat, pola hidup sehat dan hidup di lingkungan yang sehat untuk mencegah kanker otak. Apabila telah terjangkit penyakit kanker otak maka harus segera dilakukan penanganan secara medis agar tidak menjadi lebih parah dan menyelamatkan jiwa kita.

Baca artikel lain mengenai Cara Merawat Luka