All posts by Eddy

Mengatasi Susah BAB Saat Kemoterapi

Berbagai Tips Mengatasi Susah BAB Saat Kemoterapi

Metode medis untuk penyembuhan kanker umumnya dilakukan melalui tiga cara, yakni pembedahan, kemoterapi, dan radiasi. Penerapan ketiga metode itu mesti disesuaikan dengan jenis kanker yang diderita serta derajat keparahannya. Ada kanker yang tidak dapat diatasi dengan pembedahan, contohnya kanker darah. Sebagai gantinya pasien harus menjalani kemoterapi.

Ada pula pasien kanker yang harus menjalani tiga metode itu secara bertahap, pertama-tama pembedahan, radiasi, dan terakhir kemoterapi. Biasanya ini diberlakukan untuk pasien kanker yang tingkat keparahannya cukup serius dan telah bermetastasis. Masing-masing metode penyembuhan kanker memiliki efek samping.

Namun, efek samping yang dirasa paling komplit terdapat pada kemoterapi. Selama proses kemoterapi berlangsung, pasien akan mengalami keluhan yang berganti-ganti. Mulai dari mual hingga sulit buang air besar. Dokter dan petugas medis yang menangani akan menginformasikan tentang efek samping kemoterapi dan solusinya agar pasien tidak terkejut saat timbul keluhan pasca kemoterapi.

Keluhan paling umum banyak dirasakan oleh pasien kemoterapi. Bahkan 1-2 hari pasca kemoterapi tahap pertama, keluhan ini sudah mulai timbul. Sedangkan keluhan sulit BAB, tidak menimpa semua pasien kemoterapi. Namun, keluhan ini bisa saja terjadi dan mulai terasa pada hari ke-6 sampai ke-7 setelah kemoterapi pertama, bergantung respons tubuh masing-masing pasien terhadap obat kemo yang digunakan.

Ampas pencernaan yang tertahan di dalam tubuh karena sulit dikeluarkan dapat menimbulkan rasa begah, menyenak, sesak, dan nyeri perut. Lantas, muncul pertanyaan, kenapa susah bab setelah kemoterapi? Mari kita ketahui sebab-sebabnya.

  • Pertama, penyebab utamanya tentu saja efek samping dari penggunaan obat. Obat kemo termasuk obat keras yang bersifat buta. Artinya, ia bukan hanya mematikan sel-sel jahat, tetapi juga sel-sel baik di dalam tubuh. Karena serangannya tak pandang bulu, ini bisa mengaibatkan pori-pori pada usus besar mengalami penyusutan. Makanan menjadi susah dicerna dan dikeluarkan. Sehingga menumpuk dan mengeras di dalam organ pembuangan.
  • Kedua, nafsu makan menurun drastis juga dapat menjadi sebab terjadinya konstipasi/sulit buang air besar. Mual yang timbul selama masa kemoterapi tak ayal membuat pasien menjadi kehilangan nafsu makan. Makanan yang masuk ke dalam perut hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Karena tidak ada yang dicerna, maka tidak ada pula ampas yang bisa dikeluarkan. Maka dari itu, alasan ini pula yang dapat dijadikan jawaban atas pertanyaan kenapa susah bab setelah kemoterapi?

Upaya untuk Mengatasi Susah BAB Secara Alami

Jalan keluar untuk mengatasi susah bab saat kemoterapi tidak harus bergantung pada penggunaan obat. Ada beberapa cara mengatasi susah bab secara alami yang lebih aman dan mudah dilakukan, seperti:

  1. Menjaga asupan gizi dan serat. Kendati keluhan mual terasa sulit dihindarkan, namun usahakanlah untuk tetap makan. Makanlah dalam porsi kecil jika pasien tidak sanggup menghabiskan dalam porsi besar, dan ulangi setiap 3 jam sekali. Makan bukan hanya untuk membantu tubuh tetap fit, tapi juga untuk menghindari risiko terjadinya sembelit.
  2. Kosumsilah makanan bertekstur lembek untuk mengatasi sulit bab secara alami. Efek samping kemo dapat mengakibatkan kontraksi otot perut melemah saat mendorong ampas keluar. Makanan bertekstur terlalu padat/keras, akan memperburuk kondisi tersebut. Nasi lembek/bubur nasi, bubur sum-sum, sereal,papaya, dan pudding, adalah beberapa alternatif makanan berstekstur lembek yang aman untuk pencernaan selama masa kemoterapi.
  3. Jangan abaikan makanan berserat. Makanan berserat berperan besar dalam membantu mengatasi susah bab secara alami. Baik untuk pasien kemoterapi maupun yang bukan. Makanan berserat bisa diperoleh dari sayur-sayuran hijau, beras merah, buah-buahan berwarna pekat, oat, dan kacang-kacangan. Banyak orang yang kurang menyukai sayur dikarenakan rasanya yang kurang bersahabat di lidah. Namun, sayur bisa disulap menjadi makanan bahkan camilan yang luar biasa nikmat jika pandai mengolahnya.
  4. Perbanyak asupan air. Air dapat membantu mengatasi susah bab saat kemoterapi. Fungsi air di dalam organ pencernaan berguna untuk melarutkan makanan hingga menjadikannya lebih cepat halus saat proses penggilingan. Air pula yang memuluskan jalan dari lubang pembuangan akhir. Juga, air membantu proses detoksifikasi dalam tubuh dan mengeluarkannya melalui air seni dan keringat. Oleh sebab itu, pasien kemoterapi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi air lebih banyak dari biasanya. Namun, hindari minuman bersoda dan beralkohol. Kurangi pula mengonsumsi minuman dingin. Minuman dingin dapat menyebabkan pembuluh kapiler mengalami penyempitan. Air bening hangat, sari buah (jus), dan teh hijau jauh lebih bermanfaat dibandingkan minuman dengan perisa atau pemanis buatan.
  5. Berolahraga ringan. Lakukan olahraga ringan jika kondisi pasien memungkinkan. Perlu diketahui, kurang gerak atau kebanyakan duduk dapat meningkatkan risiko terjadinya konstipasi/susah bab. Olahraga dapat meningkatkan metabolisme di dalam tubuh. Sehingga memberi pengaruh positif pula pada proses pencernaan. Tidak perlu berolahraga berat seperti fitness selama proses kemoterapi. Kelelahan justru dapat menimbulkan masalah-masalah baru. Cukup lakukan senam singkat atau jalan santai setiap hari.

Upaya mengatasi susah bab secara alami juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan tanaman herbal yang tersedia di sekitar kita. Beberapa jenis tanaman herbal yang dapat memberi pengaruh positif untuk mengatasi susah bab secara alami adalah mengkudu, lidah buaya, dan temulawak. Cara meramunya:

  • Lidah buaya. Cuci lidah buaya sampai bersih hingga getahnya hilang. Potong kecil-kecil dan seduh dengan air panas. Tambahkan madu agar lebih terasa nikmat. Minum saat hangat-hangat kuku.
  • Mengkudu. Rebus 2 buah mengkudu hingga dagingnya lembut. Kupas, lalu parut dagingnya. Peras dengan kain bersih untuk mendapatkan sarinya dan tambahkan sejumput garam. Minum 2 gelas dalam seharimya.
  • Temulawak. Siapkan temulawak secukupnya lalu giling hingga halus. Seduh dengan air panas, tambahkan sedikit gula jawa, serta biji selasih. Minum selagi hangat-hangat kuku.

Jika upaya mengatasi susah bab secara alami di atas tidak menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, segeralah menghubungi dokter terdekat. Mungkin pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi masalah ini.

Demikian informasi seputar tips mengatasi susah bab saat kemoterapi. Semoga artikel ini memberi memberi manfaat lebih untuk para pembaca sekalian.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Seledri

Penambah Trombosit Paling Cepat

Daun Ubi Jalar Sebagai Penambah Trombosit Paling Cepat

Pasien yang di tubuhnya berkembang sel kanker harus segera memperoleh penanganan dengan cepat. Pertumbuhan dan perkembangan sel kanker di dalam tubuh sangat pesat. Pengobatan kanker secara medis dilakukan dengan cara pembedahan, terapi radiasi dan kemoterapi. Kemoterapi dapat menimbulkan efek samping, salah satunya adalah menurunkan jumlah trombosit. Oleh karena itu, dibutuhkan penambah trombosit paling cepat agar jumlah trombosit normal kembali.

Penurunan Trombosit Akibat Kemoterapi

Sebagian besar pasien kanker mengalami penurunan trombosit dan sering dihubungkan dengan adanya sel yang abnormal tersebut. Padahal sebenarnya penurunan jumlah trombosit tidak disebabkan oleh adanya sel kanker namun merupakan efek samping dari terapi perawatan yang diberikan. Kemoterapi yang dilakukan untuk menuntaskan sel kanker dapat menurunkan jumlah trombosit sebagai efek sampingnya.

Perawatan kanker dengan kemoterapi dapat menimbulkan efek samping pada pasien. Salah satu efek samping yang dapat terjadi yaitu penurunan jumlah trombosit. Penurunan jumlah trombosit sebagai efek kemoterapi diakibatkan oleh pertumbuhan sel target yang sangat cepat. Sel kanker mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, namun berpengaruh terhadap sumsum tulang sebagai penghasil platelet dan sel darah merah. Terapi radiasi yang juga digunakan untuk perawatan penyembuhan kanker juga dapat menimbulkan efek samping penurunan trombosit.

Penurunan trombosit ini tidak akan berlangsung seumur hidup. Setelah perawatan kemoterapi akan dibutuhkan sekitar tiga hingga empat minggu dan trombosit dapat normal kembali. Namun hal tersebut tidak dapat diperkirakan dengan pasti karena terdapat faktor-faktor yang memengaruhi. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi jumlah trombosit yaitu jenis kanker, keadaan kesehatan pasien secara umum, jenis perawatan, jenis kemoterapi, dan jenis dosis kemoterapi.

Penurunan jumlah trombosit dapat menyebabkan pendarahan dan darah tidak cepat menggumpal. Jika pasien menjalani kemoterapi mengalami penurunan jumlah trombosit maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Hindari hal-hal yang dapat memicu timbulnya pendarahan seperti penggunaan cukur elektrik, penggunaan pisau dan penyuntikan. Aktivitas yang terlalu berlebihan dapat rentan menimbulkan pendarahan pada otak. Jadi lakukan aktivitas secukupnya dan jangan terlalu capek.

Pasien juga harus menghindari kemungkinan trauma pada mulut dengan cara menggunakan sikat gigi yang lembut, tidak makan makanan yang keras dan menghindari penggunaan dental floss. Pasien yang menjalani kemoterapi dan diperkirakan mengalami penurunan jumlah trombosit maka dokter akan melakukan observasi kemungkinan timbul pendarahan pada pup dan urine.

Jumlah trombosit yang menurun harus segera dinormalkan kembali untuk menghindari terjadinya pendarahan. Jika sangat diperlukan maka dokter akan memberikan transfusi trombosit sebagai penambah trombosit paling cepat.

Cara Mengatasi Penurunan Trombosit

Terjadinya penurunan tromobosit sebagai efek samping dari terapi radiasi dan kemoterapi dapat dicegah. Secara medis, penurunan trombosit saat melakukan kemoterapi dapat diberikan obat yang diberikan bersamaan dengan kemoterapi atau terapi radiasi. Obat ini berfungsi untuk mencegah penurunan jumlah trombosit dan menjadi cara cepat penambah trombosit. Nama obat tersebut yaitu Oprelvekin. Namun obat ini juga menimbulkan efek samping terutama bagi penderita jantung. Efek samping lainnya adalah masalah pencernaan seperti diare.

Cara cepat menambah trombosit dengan bahan alami juga dapat dilakukan. Beberapa makanan penambah trombosit yaitu buah-buahan, sayuran hijau segar dan makanan sehat seperti yang mengandung vitamin, mineral serta omega 3. Makanan yang dapat meningkatkan jumlah trombosit yaitu pepaya, delima, bawang putih, bit, hati, kismis, aprikot, kurma dan gandum utuh. Pasien kemoterapi diharuskan untuk banyak mengonsumsi makanan –makanan tersebut agar jumlah trombosit cepat naik.

Setelah kemoterapi dianjurkan untuk minum air putih hangat yang banyak untuk meningkatkan trombosit. Sebaiknya hindari obat-obatan penurun deman dan pereda nyeri serta aktivitas yang dapat menyebabkan pendarahan. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan reaksi yang justru menambah penurunan trombosit.

Salah satu makanan penambah trombosit herbal yaitu daun ubi jalar. Daun ubi jalar dapat dikonsumsi sebagai penambah trombosit paling cepat. Sebaiknya pilih daun ubi jalar di bagian pucuk yang masih muda agar memperoleh kandungan zat aktif lebih banyak. Cara mengonsumsinya juga sangat mudah. Daun ubi jalar bagian pucuk dapat direbus sebentar hingga layu dan dimakan sebagai lalap. Pucuk daun ubi jalar juga dapat direbus dengan satu liter air selama 30 menit hingga 1 jam, kemudian disaring dan diminum selagi hangat.

Pemakaian daun ubi jalar sebagai penambah jumlah trombosit ini relatif lebih aman daripada menggunakan obat kimia. Mengonsumsi daun ubi jalar secara teratur terbukti meningkatkan daya imunitas tubuh. Stamina tubuh ini sangat dibutuhkan untuk membantu melawan sel kanker dan meningkatkan pertumbuhan sel yang sehat.

Pengobatan penyakit kanker dan perawatannya menggunakan kemoterapi dapat menimbulkan efek samping seperti menurunkan jumlah trombosit. Penurunan jumlah trombosit dapat menyebabkan darah menjadi lebih sulit menggumpal dan mudah terjadi pendarahan. Daun ubi jalar merupakan penambah trombosit paling cepat yang dapat dikonsumsi setelah melakukan perawatan kemoterapi. Menggunakan bahan alami dari herbal relatif lebih aman daripada menggunakan obat kimiawi.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Seledri

Pemeriksaan Pet Scan

Pemeriksaan Pet Scan untuk Diagnosis Kanker

Pengobatan pada pasien penyakit kanker harus segera dilakukan karena pertumbuhan sel kanker sangat cepat dan juga cepat menyebar. Sehingga pengobatan kanker seakan berkejaran dengan waktu. Pasien kanker yang periksa ke rumah sakit akan melewati pemeriksaan menggunakan peralatan canggih. Salah satunya adalah pemeriksaan pet scan. Melalui pemeriksaan pet scan dapat diperoleh keakuratan saat menentukan stadium, menentukan evaluasi terapi dan menentukan evaluasi dari kekambuhan dini.

Pet Scan merupakan modal pencitraan utama untuk penyakit kanker. Sehingga peralatan ini sangat menunjang sebagai fasilitas pelayanan pengobatan kanker. Rumah Sakit Dharmais merupakan salah satu rumah sakit yang ada Pet Scan. Rumah Sakit Dharmais sebagai pusat rujukan pengobatan kanker berusaha untuk menyediakan fasilitas penunjang bagi penyembuhan pasien kanker.

Kegunaan Pet Scan untuk Atasi Kanker

Pet Scan singkatan dari Positron Emission Tomography ialah suatu peralatan canggih gabungan dari PET dan CT untuk mendeteksi adanya aktifitas sel atau perubahan sel di dalam tubuh melalui media warna. Pemeriksaan sel menggunakan Pet Scan akan diperoleh hasil yang sangat mendetail. Metode yang digunakan pada peralatan Pet Scan yaitu teknologi kedokteran nuklir. Peralatan ini menggunakan Fluorodeoxyglucose atau yang disingkat FDG yaitu suatu bentuk zat radioaktif yang memiliki kandungan glukosa untuk alat penelusur atau tracer.

Melalui pemeriksaan Pet Scan dengan biaya sekitar Rp. 8.500.00,- akan diperoleh diagnosis dini sel kanker, penentuan stadium sel kanker, menentukan perawatan untuk pengobatan kanker terbaik yang selanjutnya dan sangat menetukan untuk kualitas penyembuhan kanker.

Hasil Pemeriksaan Pet Scan

Tindakan pemeriksaan menggunakan peralatan Pet Scan dilakukan pada pasien yang dicurigai memiliki sel kanker atau sel abnormal. Pet Scan juga penting dilakukan pada pasien yang pernah menjalani pengobatan kanker. Biasanya hasil pemeriksaan akan dikeluarkan setelah beberapa minggu. Namun pada kasus yang darurat maka dokter dapat meminta agar hasil pemeriksaan dikeluarkan lebih cepat. Dokter spesialis memperoleh laporan hasil pemeriksaan Pet Scan dari spesialis radiologi dan pengobatan nuklir.

Dari hasil pemindaian Pet Scan akan diperoleh gambaran secara rinci yang dapat membantu deteksi dini dan pengobatan kanker. Hasil gambaran tersebut sangat membantu untuk mendiagnosis sel kanker sejak dini, menentukan stadium kanker, penentuan jenis pengobatan yang tepat untuk penyembuhan kanker, menentukan ada tidaknya perubahan sel setelah proses pengobatan, menentukan lokasi tubuh tumbuhnya sel kanker awal, membedakan jaringan kanker aktif dengan jaringan tubuh yang luka dan membantu menentukan adanya kemungkinan sel kanker kembali.

Cara Kerja Pet Scan

Sebelum melakukan pemeriksaan peralatan Pet Scan pasien dipersiapkan terlebih dahulu. Pasien harus berpuasa makan, minum obat dan tidak minum suplemen selama 6 jam sebelum diperiksa. Hanya diperbolehkan minum air putih. Pasien tidak melakukan aktifitas berat selama 24 jam sebelumnya. Kadar gula darah pasien harus dalam kisaran normal yaitu 120 mg/dl. Khusus pasien yang sedang hamil, menyusui dan menderita diabetes harus berkonsultasi terlebih dahulu.

Tahapan pemeriksaan dengan Pet Scan adalah sebagai berikut. Pasien harus mengganti pakaian yang disediakan. Kemudian pasien akan disuntikkan cairan radiofarmaka skala kecil ke pembuluh darah vena di lengan. Cairan radiofarmaka atau radioaktif ini akan berfungsi sebagai alat pelacak atau tracer. Selama menunggu penyebaran cairan, pasien harus beristirahat selama 1 jam. Sebelum pemeriksaan pasien dianjurkan untuk mengosongkan kandung kemih.

Sebelum mulai pemindaian, pasien disuruh untuk berbaring di kasur kecil pada ruang pemindaian. Akan dipastikan agar pasien merasa nyaman dan posisi yang tepat. Kasur akan bergerak perlahan masuk ke alat pemindaian yang berlangsung selama 30-60 menit. Selama pemindaian pasien tidak boleh bergerak.

Setelah pemeriksaan dengan Pet Scan sebaiknya pasien minum banyak cairan, tidak mendekati anak kecil, ibu hamil dan ibu menyusui paling tidak selama 6 jam.

Efek Samping Pet Scan

Pasien yang diperiksa dengan peralatan Pet Scan tidak perlu khawatir berlebihan meskipun peralatan ini menggunakan radioaktif. Risiko yang diperoleh pasien pada penggunaan Pet Scan sangat kecil. Kuantitas bahan radioaktif yang masuk ke tubuh sangat rendah dan zat aktif fluorodeoxyglucose akan meluruh dari tubuh dengan cepat. Sehingga hanya dalam hitungan jam zat aktif dari Pet Scan yang masuk di dalam tubuh akan hilang. Sisa yang mungkin masih ada di dalam tubuh akan keluar melalui urin. Kemungkinan yang terbesar adalah terjadi alergi dari cairan radioaktif yang dimasukkan.

Keluarga pasien yang mengantar pasien kanker saat pemeriksaan menggunakan Pet Scan tidak perlu takut akan paparan radiasi radioaktifnya. Orang yang ada di dekat pasien tidak akan ikut terpapar karena zat aktif dari Pet Scan sudah hilang sekitar 90% dari tubuh pada saat meninggalkan rumah sakit.

Pemeriksaan Pet Scan dengan teknologi kedokteran nuklir ini dapat membantu dokter untuk meningkatkan kemungkinan penyembuhan pasien dari penyakit kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Seledri