All posts by Eddy

Khasiat Bawang Dayak

Khasiat Bawang Dayak untuk Atasi Penyakit Kanker

Bawang dayak merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang berasal dari Kalimantan Tengah yang menjadi tempat tinggal para Suku Dayak. Bawang Dayak sendiri sudah cukup lama digunakan sebagai tanaman obat oleh Suku Dayak. Nama dari bawang dayak juga beragam mulai dari bawang berlian, bawang lubak, bawang sabrang, bawang hantu, dan bawang tiwai. Warna umbinya merah seperti halnya bawang merah, tetapi memiliki warna merah yang lebih pekat.

Kandungan dalam Bawang Dayak

Bawang dayak memiliki predikat sebagai tanaman obat tentunya karena kandungan di dalamnya yang baik untuk kesehatan dan bahkan membantu dalam mengobati penyakit kanker. Salah satu kandungan penting dalam bawang dayak yang bemanfaat untuk membantu pengobatan kanker adalah beberapa jenis senyawa fitokimia di dalamnya. Beberapa senyawa fitokimia tersebut di antaranya tannin, steroid glikosida, flavonoid, alkaloid, fenolik, dan saponin.

  1. Saponin berfungsi untuk mencegah terjadinya obesitas, zat antioksidan yang baik, dan mencegah beberapa jenis penyakit kanker khususnya kanker prostat dan kanker usus besar.
  2. Alkaloid berfungsi sebagai antimikroba sehingga membuat tubuh tidak mudah terserang mikroba.
  3. Tannin berfungsi sebagai penawar racun, mengatasi diare dan bahkan mencegah timbulnya diare, dan berperan sebagai antioksidan yang bisa membantu menghambat dan mencegah sel kanker untuk tumbuh dan berkembang di dalam tubuh.
  4. Glikosida berfungsi untuk mengobati kolesterol, obat untuk jantung, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, dan bisa berfungsi sebagai obat pencahar.
  5. Flavonoid berfungsi sebagai zat antikarsinogen, mencegah pertumbuhan sel kanker, antidiabetes, melancarkan keluarnya urin, antiinflamasi, dan antidepressant.

Khasiat Bawang Dayak untuk Kesehatan

Banyak orang tentunya bertanya mengenai khasiat bawang dayak untuk kesehatan. Ya, bawang dayak memang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Khasiat bawang dayak untuk kanker juga bisa dirasakan. Berikut beberapa khasiat bawang dayak untuk kesehatan.

  1. Mencegah Munculnya Tumor dan Kanker. Salah satu khasiat utama dari bawang dayak adalah mencegah munculnya tumor dan kanker dalam tubuh. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam bawang dayak membantu untuk mencegah terjadinya dua penyakit yang berbahaya tersebut. Selain itu, bawang dayak juga mengandung naphtoquinones yang bermanfaat untuk mencegahnya munculnya sel-sel kanker dan tumor.
  2. Membantu dalam Tingkatkan Daya Tahan Tubuh. Bawang dayak banyak mengandung antioksidan dan vitamin C yang sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan pada tubuh. Tingginya kemampuan dari daya tahan tubuh akan mengurangi risiko tumbuhnya sel-sel kanker. Tubuh yang kuat dan sehat tidak akan memberika ruang pada sel kanker untuk tumbuh dan berkembang.
  3. Membantu untuk Mencegah Tumbuhnya Virus, Bakteri, dan Mikroba. Bawang dayak juga memiliki khasiat untuk mencegah pertumbuhan dari mikroba, virus, dan bakteri yang merupakan sumber berbagai jenis penyakit. Virus, bakteri, dan mikroba hanya akan memperparah kondisi tubuh terutama yang sudah terserang kanker. Kondisi yang lemah karena virus, bakteri, dan mikroba hanya akan membuat sel kanker menjaid lebih kuat lagi. Oleh karena itu, penggunaan bawang dayak ini akan menurunkan risiko pertumbuhan mikroba, bakteri, dan virus yang membuat tubuh menjadi lebih kuat terutama ketika sedang menjalani perawatan kanker.
  4. Membantu Membersihkan Bakteri dalam Tubuh. Kandungan antibakteri yang tinggi pada bawang dayak salah satunya bisa membantu tubuh untuk membersihkan bakteri-bakteri tersebut. Pembersihan bakteri dalam tubuh tentunya akan meningkatkan kesehatan seseorang dan tidak mudah terserang penyakit seperti kanker.

Cara Mengolah dan Cara Konsumsi Bawang Dayak untuk Mengobati Kanker

Untuk bisa merasakan khasiat dari bawang dayak, terdapat beberapa cara mengolah dan cara konsumsi bawang dayak untuk mengobati kanker yang perlu diketahui. Berikut uraiannya.

Dibuat Minuman

Bawang dayak bisa dijadikan minuman yang bisa dinikmati kapan saja. Cara membuatnya pertama cuci bersih bawang dayak yang sudah dipisahkan dari daun dan akarnya. Blender bawang dayak yang sudah diiris tipis dengan perbandingan 1:2 dengan air. Saring jus bawang dayak kemudian masak dengan ditambahkan gula dengan perbandingan 1:1.

Aduk rata sampai mendidih dan sampai muncul butiran berupa kristal kemudian dinginkan. Minuman bawang dayak siap untuk dihidangkan dan dinikmati. Mengonsumsi minuman bawang dayak ini sangat bermanfaat untuk membantu mengobati kanker. Berbagai kandungan yang berkhasiat untuk melawan kanker bisa masuk ke dalam tubuh dengan dijadikan minuman yang enak untuk dinikmati.

Dibuat Menjadi Bawang Dayak Kering

Bawang dayak juga bisa dibuat menjadi kering sehingga bisa dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama. Caranya dengan membersihkan bawang dayak lalu diiris tipis. Keringkan bawang dayak di dalam oven menggunakan suhu 500 derajat celsius sampai lebih kurang 8 jam. Setelah itu didinginkan dan simpan dalam wadah kedap udara.

Bawang dayak yang sudah kering ini bisa dikonsumsi dengan cara diseduh menjadi seperti teh. Bawang dayak kering ini sifatnya akan sangat praktis untuk dikonsumsi oleh penderita kanker. Bawang dayak kering bisa dikonsumsi menjadi teh atau bahkan dibuat serbuknya.

Dibuat Menjadi Bawang Dayak Bubuk

Bawang dayak juga bisa dibuat menjadi serbuk atau dibuat bubuk untuk memudahkan proses konsumsi ke depannya. Cara pengolahannya sama dengan membuat bawang dayak kering. Bawang dayak bisa dikeringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan oven.

Setelah bawang dayak kering, kemudian dihancurkan menggunakan blender. Bubuk bawang dayak bisa disimpan di wadah kedap udara. Cara konsumsinya bisa dengan diseduh air panas, aduk rata, dan siap dinikmati. Kapan saja, penderita kanker bisa mengonsumsi bawang dayak bubuk ini hanya dengang menyeduhnya menggunakan air panas.

Bawang dayak bisa didapatkan baik membeli secara langsung di Kalimantan Tengah maupun memesannya secara online. Bahkan sudah terdapat beberapa produk olahan dari bawang dayak yang siap dikonsumsi. Untuk efek samping dari penggunaan bawang dayak sebagai obat sendiri masih belum diketahui. Bawang dayak bisa dikonsumsi sebagai salah satu bahan dalam masakan atau diolah terlebih dahulu seperti sudah diuraikan di atas sehingga bisa dikonsumsi dengan cara yang berbeda dan rasa yang juga sesuai dengan selera.

Bawang dayak sebagai pencegah dan membantu pengobatan kanker tidak ada salahnya untuk dicoba. Selain itu, bawang dayak juga bisa digunakan sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan tubuh terutama meningkatkan daya tahan tubuh yang akan membantu tubuh untuk tidak mudah terserang penyakit. Khasiatnya yang juga bisa membantu mengobati beberapa penyakit ringan yang umum terjadi seperti flu dan sakit perut, menjadikan bawang dayak cocok dijadikan pilihan tanaman obat yang wajib dicoba dan selalu disediakan di rumah.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang khasiat serta cara kerja dari bawang dayak, membaca banyak referensi baik berupa artikel maupun buku sangat disarankan. Mari memulai pola hidup sehat dengan menambahkan bawang dayak sebagai salah satu pilihan untuk pencegahan penyakit dalam kehidupan sehari-hari kita!

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Makanan Setelah Kemoterapi

Cara Memilih Makanan Setelah Kemoterapi

Salah satu cara yang umum dilakukan untuk proses pengobatan pasien yang terserang kanker adalah dengan melakukan kemoterapi. Kemoterapi sendiri merupakan sebuah usaha yang bisa mengganggu reproduksi dari sel kanker dan akhirnya membantu membunuh sel-sel kanker itu sendiri. Akan tetapi, upaya kemoterapi sendiri bukan tanpa efek samping. Salah satu efek yang timbul setelah kemoterapi adalah rasa mual. Oleh karena itu, baik pasien maupun keluarga pasien harus bisa memilih dan mengolah makanan setelah kemoterapi yang cocok dan sehat.

Menu Makanan yang Baik Selama Masa Kemoterapi

Menu makanan yang sehat tidak hanya diperlukan pascakemoterapi saja, tetapi juga harus diberikan kepada pasien selama proses kemoterapi. Memilih makanan yang sehat dan mendukung proses penyembuhan dari kanker selama kemoterapi adalah pilihan yang bijak. Berikut jenis-jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Sayur-sayuran

Tidak bisa dipungkiri, sayuran memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Sayuran juga ternyata merupakan salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani kemoterapi. Beberapa kandungan dalam sayuran hijau seperti Vitamin E, Vitamin K, Vitamin A, dan zat besi sangat bermanfaat untuk membantu dalam melancarkan peredaran oksigen dan sel darah merah ke seluruh tubuh. Lancarnya peredaran oksigen dan sel darah merah ini sangat baik untuk para pasien penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Telur dan Jahe

Telur merupakan salah satu jenis makanan yang kaya akan protein sehat, Vitamin B, Vitamin D, Vitamin E, dan selenium. Semua kandungan nutrisi tersebut memiliki banyak manfaat seperti membantu menjaga tubuh dari efek samping obat kanker yang keras dan membantu dalam mengurangi efek setelah melakukan kemoterapi.

Sedangkan jahe kaya akan sifat anti-inflamasi. Fungsinya dalam hal ini bisa membantu dalam mengurangi rasa mual dan muntah selama pasien menjalani kemoterapi. Jahe ini bisa dibuat dalam bentuk teh hangat yang lezat.

Kacang-kacangan

Salah satu jenis makanan yang juga baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan mengandung Vitamin B dan protein yang tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan perbaikan sel dan kekebalan tubuh dari pasien yang sedang kemoterapi.

Yogurt

Selain jenis makanan yang sehat, minuman yang baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah yogurt. Olahan dari susu yang memiliki rasa agak asam ini memiliki manfaat untuk mencegah turunnya berat badan pasien dan mencegah diare.

Puding

Untuk jenis makanan ringannya yang ditujukan sebagai camilan, puding merupakan pilihan yang tepat. Pastikan membuat puding sendiri agar bisa menentukan bahan apa saja yang baik untuk puding bagi pasien kemoterapi. Keluarga pasien juga bisa menambahkan bahan lain seperti susu yang bisa meningkatkan nutrisi dan kandungan di dalam puding itu sendiri dan tentunya bermanfaat untuk pasien.

Kentang yang Ditumbuk

Jenis makanan lain yang baik untuk pasien kemoterapi adalah kentang tumbuk. Pasien yang sedang menjalani kemoterapi sebaiknya mengonsumsi makanan yang lembut dan tentunya mudah untukdicerna. Kentang tumbuk yang dicampur dengan mentega dan susu bisa membantu untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan pada pasien kemoterapi.

Tips Makan ketika Mual saat Kemoterapi

Mual dan muntah merupakan salah satu efek samping dari kemoterapi. Bisa dikatakan ini adalah hal yang memang terjadi pada setiap pasien kemoterapi. Kondisi ini tentunya membuat pasien merasa sangat tidak nyaman. Untuk mengatasi hal tersebut pemilihan jenis makanan dan cara makan harus diperhatikan dengan baik agar pasien tidak mudah mual dan muntah. Berikut beberapa tips untuk makan di saat terasa mual ketika sedang menjalan kemoterapi.

  1. Pasien sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum memulai proses kemoterapi.
  2. Pasien sebaiknya memakan makanan yang lembut, mudah dicerna, dan lunak daripada memakan makanan yang sifatnya kerasa sehingga membuat sistem pencernaannya tidak bekerja terlalu keras.
  3. Menghindari jenis makanan yang pedas dan panas.
  4. Usahakan agar pasien selalu berkumur sebelum dan sesudah makan.
  5. Sebaiknya pasien berbaring setelah ia makan.
  6. Jangan sampai pasien minum dan makan terlalu cepat.
  7. Tidak dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula sehingga menjadi terlalu manis.
  8. Tidak mengonsumsi makanan yang memiliki aroma terlalu kuat.
  9. Makanan yang sifatnya terlalu berat, kaya akan santan dan minyak, sebaiknya tidak diberikan kepada pasien.
  10. Memberikan pengalih perhatian kepada pasien saat sedang makan misalnya membaca buku atau menonton TV. Hal tersebut bisa membantu pasien untuk terhindar dari rasa mual yang mungkin muncul saat sedang makan.

Tips Cara Membuat/Menyusun Menu Makanan Setelah Kemoterapi

Masa-masa kurang nyaman tidak hanya berlangsung pada saat kemoterapi saja, tetapi juga setelahnya. Beberapa efek kemoterapi bisa saja masih terasa bahkan setelah selesai kemoterapi, termasuk masalah makanan. Pasien yang sudah selesai proses kemoterapi harus mendapatkan asupan makanan setelah kemoterapi yang sehat dan mampu memulihkan kondisinya. Akan tetapi, tidak semua jenis makanan baik untuk pasien yang baru saja selesai melakukan kemoterapi. Keluarga pasien harus bisa mengatur, membuat, dan menyusun menu makanan sehat yang tepat untuk pasien yang sudah dikemoterapi. Berikut cara membuat/menyusun menu makanan setelah kemoterapi.

Menu Salad Sayur dengan Minyak Zaitun

Salah satu jenis makanan yang sehat dan lezat untuk pasien yang sudah menjalan kemoterapi adalah salad sayur. Ada baiknya, untuk pasien yang baru saja melakukan kemoterapi, jenis sayuran yang dipilih adalah yang memiliki warna mencolok yang berbeda. Usahakan juga tidak mengonsumsi jenis sayur yang sama setiap hari. Usahakan untuk memilih jenis sayuran kombinasi yang berbeda. Untuk menambah cita rasa dari salad, gunakan minyak zaitun sebagai dressingnya, jangan menggunakan bahan lain yang kandungan lemaknya tinggi.

Menu Telur Rebus

Seperti sudah dibahas dalam poin sebelumnya, telur memiliki banyak kandungan yang baik untuk pasien yang sudah menjalani kemoterapi. Akan tetapi, pengolahan menu telu untuk pasien harus sangat diperhatikan. Hindari cara memasak dengan digoreng karena kurang baik untuk pasien. Telur sebaiknya direbus saja sehingga aman untuk pasien. Menu telur rebus ini bisa digabung dengan makanan lainnya sebagai lauk untuk makan berat.

Menu Camilan Sehat

Pasien yang sudah menjalani kemoterapi juga membutuhkan menu makanan sampingan seperti camilan agar selera makannya meningkat. Hanya saja, camilan untuk pasien harus dijaga dan tentunya sehat. Salah satu menu camilan sehat untuk pasien adalah sayuran dan kacang yang direbus. Keluarga pasien bisa menggabungkan aneka makanan rebusan seperti kacang rebus, jagung rebus, buncis rebus, edamame rebus dalam sebuah piring saji sebagai camilan untuk pasien.

Menjaga jenis makanan setelah kemoterapi untuk pasien sangat penting untuk diperhatikan. Jika pasien masih harus menjalani kemoterapi beberapa waktu ke depan, maka perhatikan juga asupa nutrisi yang baik sebelum kemoterapi selanjutnya. Contohnya seperti jus untuk pasien kemoterapi, suplemen pasca kemoterapi, dan makanan bernutrisi lainnya yang baik dikonsumsi sebelum menghadapi kemoterapi selanjutnya.

Selain makanan setelah kemoterapi, kesehatan mental pasien juga penting untuk dijaga. Pastikan pasien selalu merasa tenang dan berpikiran positif, agar harapannya untuk sembuh bisa terus terjaga.

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Herceptin untuk Kanker Payudara

Plus Minus Penggunaan Herceptin untuk Kanker Payudara

Pada bulan Oktober 2014 silam, sebuah artikel yang dilansir oleh Journal of Clinical Oncology, memaparkan hasil penelitian terbaru tentang pemberian herceptin untuk kanker payudara. Dari hasil penelitian tersebut terungkap bahwa harapan hidup (survival rate) pasien dengan kanker payudara tipe HER2 positif yang mendapat pengobatan herceptin pasca kemoterapi meningkat, dibandingkan pasien yang hanya mendapat pengobatan kemoterapi saja.

Persentase peningkatannya mencapai 74% dari yang sebelumnya hanya sebesar 62%.  Atau jika dikonversikan, pasien yang mendapat penambahan kemoterapi herceptin, mampu bertahan hidup 10 tahun lebih lama dari batas rata-rata ketahanan hidup pasien kanker payudara tanpa herceptin (10 year ovearl survival rate).Penggunaan herceptin juga terbukti memperlebar jurang risiko terjadinya kekambuhan atau penyebarluasan sel-sel kanker sekunder yang kemungkinan besar  tertinggal.

Lalu, obat jenis apa sesungguhnya herceptin ini?

Herceptin atau disebut juga dengan nama lain trastuzumab, merupakan obat yang berupa antibody moniklonal (buatan manusia) yang digunakan dalam terapi penyembuhan kanker payudara tipe HER2. Tidak semua pasien kanker payudara mendapat pengobatan herceptin. Penyebabnya, bisa karena ketidaktersediaan obat ini di kota tempat pasien berdomisili, atau memang tidak mendapat rekomendasi dokter untuk menggunakannya.

Lalu, apa pula yang dimaksud dengan HER2 positif?

HER2 positif merupakan suatu kondisi dimana ditemukannya reseptor dari human Epidimeial Growth Factor (EGF) nomor 2 dalam jumlah besar pada tubuh pasien kanker payudara. Reseptor ini berpotensi besar mendorong sel kanker untuk berkembang dan menyebar. Dalam semua kasus kanker payudara, sedikitnya 20% pasien dinyatakan dalam status HER2 positif.

Mekanisme Kerja Herceptin untuk Kanker Payudara

Dalam menjalankan fungsinya, herceptin mempunyai tiga mekanisme kerja terpadu, yaitu:

  1. Menghambat Epdimeial Growth Factor (EGF) agar tidak mencapai sel kanker. Pada mekanisme ini, herceptin mengikat reseptor (EGF) agar tidak bisa melekat pada protein HER2 dan menyebabkan sel menjadi mati.
  2. Menstimulasi sistem imun sel NK(Natural Killer). Sel kanker dapat merusak sistem imun di dalam tubuh. Herceptin berusaha mengatasi hal tersebut dengan merusak reseptor HER2 supaya sistem imun sel NK aktif. Dengan aktifnya sel NK, maka sel-sel abnormal bisa teridentifikasi dan dibasmi keberadaannya di dalam tubuh.
  3. Herceptin bekerja menghambat proses DNA repairing akibat adanya overekspresi HER2. Saat kemoterapi biasa diterapkan, DNA sel tumor akan mengalami kerusakan. Namun, DNA sel tumor yang telah bisa dapat menyembuhkan diri sendiri hingga kemudian berkembang kembali. Dengan penambahan herceptin pada kemoterapi, sel DNA yang telah rusak akan dihambat untuk tumbuh kembali, hingga akhirnya mati karena tidak adanya overekspresi.

Fakta-fakta Efektivitas Herceptin

Telah banyak hasil penelitian membuktikan efektivitas herceptin dalam pengobatan kanker. Hasil riset yang diumumkan pada Journal of Clinical Oncology bukan satu-satunya riset yang pernah dilakukan untuk menguji keefektifan kemoterapi herceptin. Pada tahun-tahun sebelumnya, telah dilakukan beberapa kali riset untuk menemukan fakta keunggulan dari obat kanker payudara yang satu ini.

Riset pertama dilakukan pada tahun 2005. Penambahan Herceptin setelah kemoterapi standar tuntas dilakukan, menuai hasil positif untuk harapan kesembuahan. Tahun 2011, penelitian kedua dilakukan dan hasilnya kemampuan herceptin dalam menekan perkembangan dan mematikan sel kanker masih mengungguli dibandingkan obat-obat lain.

Dan, terakhir, seperti yang telah disinggung sebelumnya, dari riset yang dilakukan pada tahun 2014 silam menambah panjang deret bukti bahwa herceptin mampu menambah tingkat kesembuhan keseluruhan (overall survival) pada pasien kanker dan keuntungan jangka panjang (long term benefit), berupa bebas kanker minimal hingga 10 tahun ke depan.

Hasil riset ini diperoleh setelah dilakukan pengamatan panjang dan berkelanjutan terhadap 4.000 wanita yang menderita kanker payudara HER2 positif.

Efek Samping Herceptin

Pemberian herceptin pada kemoterapi ditujukan untuk pasien kanker payudara HER2 positif dalam segala tingkatan umur, status hormonal, serta penyebaran limfatik maupun tidak. Akan tetapi, di balik keunggulan kemoterapi herceptin, pemberian obat ini dapat menimbulkan efek samping. Reaksi efek sampingnya bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Beberapa keluhan yang paling sering terjadi pasca pemberian herceptin untuk kanker payudara, antara lain:

  • Hidung tersumbat dan berair, persis gejala yang ditimbulkan oleh influenza.
  • Merasa dingin hinggal menggigil berkepanjangan. Keluhan ini dapat berlangsung selama 7 hingga 14 hari setelah pemberian dosis herceptin pertama. Namun, untuk pemberian dosis selanjutnya di lain waktu, rasa kedinginan yang cukup hebat ini hanya berlangsung 2 hingga 3 hari saja.
  • Muncul rasa nyeri pada persendian dan tulang.
  • Diare tanpa disertai sakit perut atau kram. Diare dapat berlangsung 7 hingga 10 hari setelah pemberian dosis herceptin pertama. Umumnya keluhan ini tidak berulang pada pemberian dosis selanjutnya.
  • Lelah berkepanjangan, tetapi sangat dapat dibantu dengan menegakkan asupan nutrisi yang cukup.
  • Demam dan rasa mual yang cukup menganggu. Tidak perlu heran, segala obat yang bertujuan untuk menggempur “benda asing” di dalm tubuh pasti menimbulkan reaksi demam dan mual.
  • Lesi atau lepuh seperti jerawat di wajah yang berpotensi muncul sejak pemberian dosis pertama hingga kedua.
  • Infeksi. Hal ini terjadi karena sel darah putih dan sel darah merah tengah mengalami penurunan. Setelah kemoterapi herceptin tuntas dilakukan, keadaan akan kembali normal.

Demikian informasi mengenai obat herceptin untuk kanker payudara. Semoga artikel ini dapat memperluas wawasan pembaca tentang penyembuhan kanker melalui penggunaan herceptin.

Baca artikel lain mengenai Bahaya Makan Gorengan