All posts by Eddy

Food Combining Untuk Diet

Food Combining Untuk Diet Vegetarian

Pada dasarnya, diet vegetarian terbagi menjadi pediet vegan (vegetarian murni), lacto vegan (vegetarian yang memperbolehkan konsumsi susu dan produk olahannya) dan lacto ovo vegetarian (vegetarian yang memperbolehkan konsumsi telur, susu dan produk olahannya). Namun selain ketiga kelompok besar vegetarian ini terdapat diet alternatif semi vegetarian yang dikenal dengan food combining.

Solusi Food Combining untuk Kesehatan

Food combining bisa disebut pola makan antara vegetarian dan pola makan umum. Bedanya pada food combining menekankan pada porsi buah dan sayur yang lebih besar dan memperhatiikan cara mengkombinasikan makanan agar tidak menghambat proses metabolisme dalam tubuh dan membawa dampak positif bagi kesehatan. Inti dari food combining adalah menyusun menu makanan agar nutrisi dapat terserap sempurna dan tidak menumpuk sebagai lemak jahat.

Pola makan ala food combining ini memiliki beberapa prinsip dasar yang harus ditaati, yaitu:

1. Pola Makan Mengikuti Aktivitas dalam Saluran Pencernaan

Beda paling nyata dalam food combining dengan vegetarian pada dasarnya adalah boleh tidaknya mengonsumsi karbohidrat dan lemak. Pada food combining karbohidrat dan lemak serta protein diperbolehkan untuk dikonsumsi namun harus mengikuti pedoman dalam pengatuarnnya. Pola makan Food Combining diatur sesuai cara kerja sistem pencernaan, artinya food combining tidak mengenal menghitung kalori per makanan yang disajikan.

Pola makan food combining diatur dengan cara mengikuti sistem pencernaan yang terbagi menjadi:

  • Pukul 12.00  siang – 20.00 : Kegiatan utama saluran pencernaan adalah mencerna atau mengolah makanan.
  • Pukul 20.00 – 04.00 pagi : Kegiatan utama saluran pencernaan adalah penyerapan makanan.
  • Pukul 04.00 pagi – 12.00 : Kegiatan utama saluran pencernaan adalah proses pembuangan.
  • Pukul 4 pagi hingga jam 12 siang merupakan fase pembuangan.

Pada fase ini tubuh membutuhkan energi yang cukup besar dan sebaiknya saluran pencernaan tidak dibebani dengan mengonsumsi makanan berat agar proses pembuangan bisa berlangsung optimal. Maka dianjurkan pada jam-jam ini untuk mengonsumsi  buah-buahan. Buah adalah bahan makanan yang mudah diserap sistem pencernaan tubuh. Buah cepat dicerna dan cepat mengenyangkan. Untuk pemula jika masih merasa lemas saat sarapan buah saja tanpa karbohidrat maka bisa memajukan saat makan siang pada jam 10 di hari pertama dan kedua. Hari ketiga dan seterusnya baru menerapkan pola makan Food combining.

Pada jam 12 siang saatnya mengisi perut dengan makanan berat. Untuk camilan boleh dikonsumsi minimal 4 jam setelah jam makan siang. Namun perlu dicatat bahwa camilan sehatlah yang diperlukan seperti rujak buah, buah potong, kacang sangrai atau salad sayur. Makan malam bolehkah mengonsumsi karbohidrat jawabnya boleh asal tidak dikombinasikan dengan protein hewani dan porsinya tidak berlebihan. Jam makan malam hendaknya tidak melebihi jam 20.00. jika di atas jam 20.00 masih terasa lapar maka sebaiknya mengonsumsi buah-buahan.

2. Prinsip Kedua Food Combining adalah Mengombinasikan Makanan Sesuai Zat Gizi yang Serasi

Secara alami dalam setiap jenis makanan hanya terdapat satu unsur gizi mikro. Maka sistem pencernaan tidak memiliki kemampuan untuk mencerna lebih dari satu zat gizi mikro secara optimal. Karbohidrat, protein dan lemak disebut sebagai zat gizi makro dan hampir semua bahan makanan mengandung tiga unsur ini dalam proporsi yang berbeda. Aturan dalam food combining adalah:

  • Protein hewani jangan dicampur dengan karbohidrat.
  • Setiap porsi makan harus disertai dengan porsi sayuran yang dominan. Diutamakan sayuran segar tanpa diolah.
  • Protein nabati tahu, tempe, jamur boleh dikonsumsi bersama karbohidrat dan protein hewani.

Inilah yang membedakan food combining dengan vegetarian murni. Jika vegetarian murni sama sekali tidak memperbolehkan protein hewani berupa daging di food combining diperbolehkan mengonsumsi daging dengan porsi kecil namun tidak boleh dikombinasi dengan karbohidrat.

3. Prinsip Ketiga Food Combining adalah Makan Secara Perlahan Dan Mengunyah Lama

Terbukti makan perlahan dan mengunyah lama ternyata tidak hanya sekedar anjuran. Menurut penelitian ilmiah makan dengan mengunyah perlahan membantu optimalnya penghancuran makanan di mulut dengan bantuan enzim sehingga saat masuk ke lambung dan usus kerja organ pencernaan ini tidak bekerja terlalu keras.

4. Prinsip Keempat Food Combining adalah Hindari Makanan Rendah Energi

Rendah energi bukan rendah kalori. Yang dimaksud rendah energi adalah rendah gizi. Fastfood, camilan asin dan gurih karena akan menumpuk sebagai kalori dan akhirnya berubah menjadi lemak jika berlebih.

Contoh Menu Food Combining

Seperti apakah menu food combining yang disarankan? Menurut pemaparan di atas food combining mengadopsi pola makan vegetarian yang memperbesar porsi buah dan sayur. Serta mengombinasikan bahan makanan agar membantu proses pencernaan makanan secara lebih optimal.

Beberapa contoh menu berikut ini bisa diterapkan untuk mendapatkan padu padan menu ideal dalam food combining:

  1. Bangun pagi minum satu gelas air dicampur perasan jeruk nipis.
  2. Jam 6 pagi sarapan buah. Bisa satu atau lebih jenis buah  apel dan pisang adalah jenis buah yang disarankan untuk dikonsumsi saat sarapan sebab ramah di lambung dan mengenyangkan.
  3. Jam 10 pagi camilan buah. Anggur atau semangka sangat baik untuk camilan di tengah hari. Segar dan mengandung banyak air.
  4. Jam 12 siang. Waktu makan siang. Jika ingin menikmati protein hewani misalnya ayam panggang, hindari dimakan bersama nasi atau karbohidrat lain. Namun padukan dengan lalapan mentah dan sambal. Atau jika ingin makan nasi maka padukan dengan sayuran dan lauk berupa tempe, tahu atau olahan jamur.
  5. Jam 4 sore. Waktu camilan bisa menikmati salad sayur atau salad buah atau sedikit kentang panggang.
  6. Jam 6 sore atau paling lambat jam 7 malam untuk makan malam. Dianjurkan menu makan malam tidak seberat saat siang. Jika memungkinkan hindari mengonsumsi karbohidrat di malam hari, ganti dengan sayur dan buah hingga perut merasa kenyang.

Benarkah food combining bertentangan dengan prinsip 4 sehat lima sempurna? Jika ditinjau lebih dalam Food Combining sebenarnya tetap mengakomodir 4 sehat lima sempurna. Hanya saja konsumsinya dilakukan dengan padu padan agar lebih mudah diserap tubuh yaitu menghindari konsumsi karbohidrat dan protein hewani secara bersama. Yang menjadi pertentangan sebenarnya adalah rata-rata pakar food combining menyarankan untuk tidak mengonsumsi susu sapi karena dianggap bahwa susu hewan kurang sesuai untuk sistem pencernaan manusia.

Dalam food combining susu sapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dan bisa diganti dengan susu kedelai. Jika khawatir kekurangan kalsium bisa diperoleh dari sumber lain seperti ikan salmon, tofu, kacang-kacangan atau brokoli. Jadi tidak perlu khawatir kekurangan gizi jika mencoba menerapkan food combining. Pada beberapa pelaku food combining pola makan ini dianggap lebih fleksibel dibandingkan vegetarian murni dan membawa dampak bagus bagi kesehatan. Tubuh terasa lebih segar dan ringan, penyakit ringan seperti migrain sembuh tanpa obat dan yang terpenting energi untuk beraktivitas tetap terjaga, tidak merasa lemas atau kekurangan tenaga.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Otak

Gizi Untuk Vegetarian

Bagaimana Mengatur Gizi Untuk Vegetarian

Penyakit kanker menjadi momok bagi penderitanya. Demi kesembuhan penderita menempuh berbagai cara, mulai dari tindakan untuk menekan pertumbuhan hingga mengangkat jaringannya. Tujuannya adalah agar sel-sel abnormal ini tidak lagi menjadi benalu dalam tubuh sehingga penderita bisa terbebas dari penyakit mematikan ini untuk selamanya.

Sebuah penelitian medis di Amerika Serikat memaparkan fakta bahwa sepertiga kasus yang terjadi pada tumbuhnya sel kanker adalah pola makan dan gaya hidup yang salah. Sel kanker tumbuh karena DNA sel manusia yang rusak terakumulasi dalam jumlah besar dan kurun waktu cukup lama. Pertumbuhan sel kanker dapat ditekan dengan cara menerapkan diet vegetarian.

Diet vegetarian adalah pola makan yang mengkhususkan untuk mengkonsumsi bahan makanan berbasis nabati. Menghindari daging merah dan protein hewani yang ditengarai menjadi sumber makanan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker menjadi lebih ganas. Di sisi lain pembatasan makanan ini menimbulkan pertanyaan, apakah tidak menyebabkan penderita kekurangan zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan?

Asupan Gizi Yang Baik Untuk Tubuh

Agar keraguan tersebut terjawab maka ada baiknya mempelajari dan menelaah kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada dasarnya tubuh memerlukan zat tertentu untuk menjaga kesehatan. Namun sebagian zat tersebut apabila berada dalam tubuh dengan kadar berlebih akan menimbulkan dampak negatif seperti obesitas dan memicu penyakit yang membahayakan tubuh.

Fungsi makanan bagi tubuh adalah:

1. Sebagai Sumber Energi

Energi yang tersimpan di dalam zat makanan berupa energi kimia. Ketika dikonsumsi dan zat-zatnya diserap oleh tubuh maka akan terjadi serangkaian reaksi metabolisme yang mengubah energi tersebut menjadi sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerakkan tubuh dan mendorong organ-organ tubu bekerja sesuai fungsinya. Sumber energi utama tubuh terdapat pada makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein.

2. Sebagai Bahan Penyusun Komponen dan Sel Tubuh

Selain berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh zat makanan juga diperlukan untuk bahan penyusun komponen tubuh serta mengganti sel-sel yang telah aus.

3. Sebagai Asisten Sistem Imun Tubuh

Zat makanan juga berfungsi untuk membantu sistem imun tubuh terhadap serangan dari luar. Sehingga tubuh tidak mudah sakit dan terinfeksi oleh virus, bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya.

Agar tubuh berfungsi sebagaimana mestinya maka kebutuhan akan zat-zat makanan tersebut harus dipenuhi. Zat-zat makanan tersebut adalah:

1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh. Sumber karbohidrat bisa berupa bahan-bahan yang mengandung amilum atau pati, yaitu beras, gandum, jagung, singkong, ketela rambat, kentang, dan biji-bijan.

2. Lemak

Lemak bagi tubuh berfungsi sebagai cadangan energi. Lemak juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari hawa dingin, sebagai komponen penyusun membran sel dan organel sel, melindungi organ vital seperti jantung dan ginjal serta melarutkan vitamin A, D, E, dan K agar dapat diserap tubuh dan berfungsi mempertahankan fungsi vitalnya bagi kelangsungan metabolisme.

Sumber lemak dapat dibedakan menjadi lemak nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan lemak hewani yang berupa lemak jenuh dan berasal dari hewan. Sumber lemak adalah makanan yang berminyak, misalnya kacang-kacangan, wijen, kemiri, kelapa, telur, mentega, susu, keju dan daging.

3. Protein

Protein bagi tubuh memegang peran penting. Protein berfungsi membangun sel tubuh. Pada periode tertentu sel-sel tubuh beregenerasi. Proses regenerasi sel ini membutuhkan protein untuk membantu membentuk sel-sel baru. Protein juga berfungsi sebagai biokatalisator, sebagai molekul pengangkut Oksigen (ketika protein dalam bentuk sebagai hemoglobin) dan membangun alat pertahanan tubuh ketika dalam bentuk antibodi.

Sumber protein bisa diperoleh dari hewan maupun tumbuhan. Sumber protein antara lain daging, ikan, telur, udang, kerang, susu dan kepiting. Sumber protein nabati terdapat pada kedelai, tempe, tahu, kacang tanah, jagung dan kelapa.

4. Vitamin

Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan tubuh untuk membantu metabolisme tubuh dan menopang sistem imun tubuh. Vitamin terbagi menjadi yang larut dalam air (vitamin C dan vitamin B) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Sumber vitamin terbanyak diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Beberapa vitamin dapat diperoleh dari hati, kacang-kacangan dan biji-bijan.

5. Mineral

Mineral adalah senyawa anorganik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil berbagai organ tubuh sangat bergantung padanya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sumber mineral bisa diperoleh dari daging, hati, kacang-kacangan dan sayuran.

Benarkah Diet Vegetarian Menyebabkan Kurang Gizi?

Mengingat kebutuhan tubuh akan zat-zat makanan tersebut kekhawatiran pun muncul. Adakah tubuh akan kekurangan gizi tertentu terutama kekurangan zat-zat makanan yang sumbernya ada pada hewan? Tidak diragukan bahwa pola makan vegetarian yang seimbang dan direncanakan secara sistematis mampu membuat tubuh lebih sehat. Resiko menderita penyakit kanker, jantung dan diabetes semakin berkurang. Para pelaku vegetarian pun rata-rata memiliki berat badan lebih ringan.

Namun sebagian besar masyarakat meragukan kesehatan tubuh tetap terjaga jika menerapkan pola makan vegetarian. Khawatir lemas karena asupan karbohidrat yang kurang. Takut kurang cerdas karena tidak mengkonsumsi protein (hewani). Was-was lebih mudah terserang penyakit karena sistem imun tubuh kurang asupan gizi yang bersumber dari protein hewani.

Kekhawatiran masyarakat akan mengalami defisit nutrisi ini memang beralasan dan tidak bisa disalahkan. Tetapi perlu dipahami jika diet vegetarian dilakukan dengan prinsip yang tepat di bawah pengawasan ahli medis dan pakar nutrisi secara ketat, semua akan berjalan baik. Tidak perlu mengkhawatirkan kekurangan gizi asal semua kebutuhan tubuh tercukupi dan tetap menjalankan pola hidup sehat. Dalam buku Diet Enak ala Vegetarian yang disusun Helda Mailoa SST. Gizi, Drs, Susianto dan dr. Hendry Widjaja dikupas tuntas bahwa pada dasarnya pola makan vegetarian sangat mirip dengan pola makan pada umumnya hanya terdapat perbedaan pada jenis protein yang dikonsumsi.

Pada pola makan diet vegetarian protein hewani disubstitusi sebagian oleh protein nabati. Pada diet vegetarian yang fleksibel, yaitu lacto vegetarian dan lacto-ovo vegetarian sebagian protein hewani masih diperbolehkan untuk dikonsumsi. Sehingga tidak perlu timbul kekhawatiran kurang gizi jika menerapkan diet vegetarian. Jika dilakukan dengan benar vegetarian dapat diterapkan oleh remaja maupun manusia dewasa. Namun perlu diperhatikan masalah variasi makanan dan pengaturan nutrisi pada pola makan.

Agar tidak terjadi kekurangan gizi dan nutrisi maka pola diet vegetarian harus disesuaikan dengan usia, kondisi tubuh dan tingkat aktivitas. Misalnya untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan maka hendaknya harus mengutamakan kebutuhan protein. Maka perlu ditekankan kembali untuk mendapatkan pengganti zat-zat tersebut pada sumber-sumber nabati sebagai pengganti dari jenis makanan hewani. Misalnya zat besi tidak hanya diperoleh dari hati hewan tetapi juga pada sayuran hijau. Protein pada daging sapi bisa digantikan oleh tahu dan tempe. Dengan demikian diet sehat ala vegetarian bisa diterapkan tanpa khawatir tubuh kekurangan zat makanan.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Usus Pada Anak

Kanker Sembuh Dengan Vegetarian

Kanker Sembuh Dengan Vegetarian, Bagimana Caranya?

Kanker, mendengar namanya seperti mendengar sangkakala kematian ditiupkan. Penyakit ini menjadi penyakit pencabut nyawa nomor dua setelah jantung di segenap belahan dunia. Penyakit mematikan ini bisa menyerang siapa saja tanpa peduli apakah si penderita bayi mungil tanpa dosa atau manula yang ingin hidup tenang di usia senja. Tanpa menghiraukan apakah pria atau wanita. Sebab kanker bisa muncul karena faktor genetis, gaya hidup maupun pengaruh lingkungan tanpa pandang bulu dan tak tergantung usia atau jenis kelamin penderita.

Kanker seperti silent killer. Seringkali gejala awalnya tidak terdeteksi tiba-tiba ketika muncul keluhan parah dan dilakukan pemeriksaan medis menyeluruh ternyata sel kanker telah menyebar ke sebagian besar anggota tubuh dan mencapai stadium lanjut yang berbahaya. Pertumbuhan penderita kanker di Indonesia cukup pesat. Situs resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa pada tahun 2017 diprediksi hampir 9 juta orang pasien kanker di seluruh dunia menemui ajalnya. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 13 juta penderita kanker per tahun hinggatahun 2030.

Data dalam situs resmi pemerintah tersebut juga mencatat bahwa prevalensi penyakit kanker di Indonesia sangat tinggi. Menurut data Riskesdas 2013 prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 per 100 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Angka ini terus meningkat jika dibandingkan data yang dilansir BPJS Kesehatan.

Pada tahun 2014 tercatat sebanyak 702.207 pasien penderita kanker ditangani pembiayaan pengobatannya oleh BPJS Kesehatan. Pada tahun 2015 tercatat 1.394.327 kasus penderita kanker yang memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan. Angka yang mencengangkan ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan edukasi tentang memahami gejala awal kanker dan upaya untuk menghindari serta menanggulanginya.

Bagaimana Kanker Tumbuh dan Berkembang?

Apakah sel kanker sebenarnya? Sel kanker adalah sel-sel dalam tubuh yang tumbuh secara abnormal. Tubuh manusia terdiri dari triliunan sel di setiap organ dan bagian tubuh. Sel-sel ini terus berkembang menjadi jaringan sel baru dan berfungsi menurut tugasnya. Sedangkan sel yang sudah aus akan mati secara alamiah.

Lalu bagaimana perkembangan dari sel tersebut? Sel kanker itu sendiri tumbuh jika terjadi kesalahan pada sistem tubuh sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel tersebut terus bertumbuh, membelah diri sehingga pertumbuhannya tak lagi dapat dikendailikan oleh tubuh. Perubahan inilah yang menjadi pemicu penyakit kanker. Pada tubuh penderita kanker sel-sel tumbuh dengan DNA yang rusak dan pertumbuhannya menyebabkan sel-sel tubuh yang sehat menjadi terintimidasi.

Sel kanker pada dasarnya terbentuk karena mutasi sel. Di dalam sel terdapat nukleus yang berfungsi sebagai sistem pusat. Nukleus atau inti sel ini menampung kromosom yang terbentuk dari rangkaian DNA. Di dalam inti sel yang mengandung ribuan gen ini akan terjadi penentuan kapan sel harus memperbarui diri, membelah diri, kapan harus mati dan diganti sel baru yang lebih baik.

Pada kondisi tertentu terjadi proses yang tidak berjalan sempurna. Ada kala sel yang baru terbentuk dari pembelahan menghasilkan sel rusak atau berlebih ketika menggandakan. Perubahan ini disebut mutasi gen. Dalam kondisi termutasi sel tidak lagi menerima instruksi dari sistem pusat syaraf dan tumbuh di luar kendali serta menghasilkan protein yang abnormal.

Protein abnormal ini memicu pembelahan sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Biasanya setelah mutasi gen terjadi selama lima kali maka akan terjadi bibit sel kanker. Proses tumbuhnya sel kanker ini berlangsung dalam waktu cukup lama sehingga membentuk jaringan kanker yang besar dan adakala bermetastasis, yaitu menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem transportasi darah atau kelenjar getah bening.

Menekan Pertumbuhan Sel Kanker dengan Cara Diet Vegetarian

Pertumbuhan sel kanker bisa terjadi dengan sangat pesat. Secara medis sel kanker bisa dimatikan, dieliminasi atau diangkat melalui proses kemoterapi atau dengan melakukan biopsi (pengangkatan jaringan). Namun adakala sel kanker tersebut akan tumbuh lagi. Pada beberapa kasus mengatasi kanker akan lebih menyulitkan jika sel kanker telah bermetastasis.

Survivor kanker yang berhasil sembuh dari penyakit mematikan ini rata-rata tidak hanya menjalani rawat inap dan tindakan medis untuk membunuh sel kanker. Namun mereka juga menerapkan pola hidup sehat dengan cara berhenti mengkonsumsi makanan yang ditengarai merupakan “makanan utama” sel kanker. Ibarat makhluk hidup yang membutuhkan makanan untuk terus tumbuh maka menghentikan suplai makanannya akan membantu menekan pertumbuhannya.

Menurut penelitian ilmiah sel kanker akan semakin subur jika makanan yang menjadi sumber kehidupannya dikonsumsi penderita. Jenis makanan tersebut adalah: daging merah, gula dan lipid (termasuk lemak dan minyak). Sumber-sumber makanan ini sebenarnya dimanfaatkan tubuh sebagai bahan bakar metabolik dan memberikan daya pada proses membangun yang dibutuhkan sel normal. Namun di sisi lain zat-zat ini membantu sel kanker dari kerusakan kimiawi sehingga semakin sulit dikendalikan. Maka harus dicari jalan tengah yaitu kebutuhan tubuh untuk protein sebagai zat yang dibutuhkan untuk regenerasi sel tercukupi tetapi sel kanker bisa dimatikan karena tidak ada zat yang menopang kebutuhannya.

Inilah sebabnya ahli nutrisi dan pakar medis menyarankan penderita kanker untuk berhenti mengkonsumi makanan yang menyebabkan sel kanker tumbuh subur dan secara kontinyu menerapkan diet vegetarian. Menerapkan diet vegetarian berarti masih dapat mencukupi kebutuhan protein melalui protein nabati yang relatif lebih aman bagi tubuh karena tidak bersifat melindungi sel kanker. Diet vegetarian mengutamakan gaya hidup sehat terutama memperhatikan pola makan.

Diet vegetarian lebih fleksibel dibandingkan diet vegan murni yang sama sekali tidak memperbolehkan pelaku dietnya mengkonsumsi protein non nabati. Penganut diet vegetarian hanya mengkonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian serta sebagian kecil olahan produk hewani seperti ikan dan produk turunannya. Sehingga diet vegetarian lebih dipilih sebagai gaya hidup sehat karena dianggap tidak terlalu merepotkan dalam menyusun menu.

Pada pelaku diet vegetarian beberapa langkahnya mirip dengan diet vegan namun sedikit lebih fleksibel. Mencicipi kecap, mencampurkan mayonaise ke dalam salad buah atau melumuri brokoli panggang dengan sedikit margarin dan ditabur keju masih diperbolehkan. Selain bahan makanan utama cara mengolah makanan bagi para penderita kanker yang menerapkan diet vegetarian juga perlu diperhatikan.

Yang perlu diingat bahwa makanan favorit sel kanker tidak hanya daging merah, tetapi juga gula dan lipid. Maka penggunaan gula bagi pelaku diet vegetarian yang juga penderita kanker harus diperhitungkan. Kelebihan takaran gula akan berakibat fatal bagi penderita kanker sebab selain memicu suburnya sel kanker juga berpotensi menyebabkan obesitas dan penyakit lain yang menyertai.

Lipid adalah senyawa termasuk lemak dan minyak sehingga konsumsi terhadap kedua jenis makanan ini hendaknya ditekan seminimal mungkin. Olahan masakan untuk penderita kanker dianjurkan untuk menghindari proses pematangan dengan cara digoreng (karena menggunakan minyak) dan dipanggang atau dibakar karena menghasilkan lemak lebih tinggi.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Usus Pada Anak