All posts by Eddy

Khasiat Benalu Belimbing

Ternyata Khasiat Benalu Belimbing Bisa Digunakan Sebagai Obat Kanker

Benalu memang dikenal sebagai tanaman yang merugikan bagi tanaman yang ditimpanginya. Karena benalu memang memiliki sifat parasite. Namun, siapa sangka, di balik hal ini, dalam hal kesehatan benalu memiliki fungsi untuk kesehatan. Salah satunya adalah kegunaan sebagai obat kanker. Jadi bagaimana khasiat benalu belimbing untuk kesehatan, khususnya kanker ini?

Apa Itu Benalu?

Penyebutan nama benalu dikaitkan dengan nama dari pohon yang ditumpanginya. Benalu belimbing adalah jenis benalu yang menempel pada pohon belimbing. Untuk sebutan yang lainnya, tetap dilekatkan dengan nama tanaman yang ditumpanginya.

Benalu memang memiliki kekhasan untuk menempel pada tumbuhan dengan pohon yang tinggi dan memiliki daun dalam jumlah yang banyak, sebut salah satunya adalah pohon belimbing. Terkadang, keberadaan dari daun benalu ini hampir menyerupai daun dari pohon inangnya. Namun, daun benalu ini berada di bagian atas dari pohon inangnya.

Benalu memiliki daun dengan jumlah yang tak sedikit. Daunnya berwarna hijau. Jumlah daun benalu ini akan bergantung dengan kemampuan dari benalu itu sendiri untuk menghisap makanan dari tanaman inangnya. Semakin banyak daun yang diproduksi oleh benalu maka hal ini menandakan bahwa benalu telah mampu menghisap makanan dengan optimal. Sebaliknya hal ini akan memberikan efek buruk pada pertumbuhan pohon inangnya.

Kemampuan menghisap makanan oleh benalu dilakukan oleh akar dari benalu itu sendiri. Akar benalu inilah yang menancapkuat di dalam pohon inang dan kemudian mencuri makanan tersebut. Akar ini akan masuk ke dalam jaringan pengangkut makanan tersebut kemudian mengambil makanan yang telah diproduksi oleh tanaman tersebut. Makanan yang seharusnya diedarkan ke seluruh jaringan pohon, kemudian diambil untuk pertumbuhan benalu.

Bagian lain dari benalu selain daun dan akar adalah bunga dan buah. Bunga benalu memiliki benang sari yang digunakan sebagai penyebarannya. Buah benalu memiliki bentuk bulat seperti peluru dengan warna akhir yang dihasilan adalah ungu tua.

Dalam perkembangan dunia penelitian mengenai kesehatan, benalu ditemukan memiliki fungsi dalam pengobatan. Misalnya dapat digunakan sebagai obat amandel, penyakit campak sampai pada pengobatan untuk penyakit kanker. Yang terakhir inilah yang banyak menyedot perhatian karena benalu dianggap memiliki fungsi sebagai obat anti kanker.

Benalu Belimbing

Benalu belimbing merupakan jenis benalu yang menempel pada pohon belimbing. Pohon belimbing memang merupakan satu jenis pohon dengan ketinggian yang di atas rata-rata sehingga sesuai sebagai tempat hidup benalu.

Benalu belimbing ini memiliki struktur tubuh yang memang sama dengan struktur benalu lainnya. Benalu belimbing termasuk dalam kategori tanaman perdu yang memiliki cabang dalam jumlah banyak. Rantingnya memiliki ukuran ruas yang lebar. Tangkai daun benalu belimbing ini cenderung lebih pendek. Benalu belimbing menghasilkan bunga dengan jumlah lebih dari satu. Tangkai bunganya juga tergolong lebih pendek. Selain itu, benalu juga menghasilkan biji.

Hampir menyerupai jenis benalu yang lain, benalu belimbing juga dapat digunakan sebagai obat. Kandungan senyawa yang ditemukan pada benalu belimbing, tepatnya pada bagian daun dan batang adalah alkaloida, saponin, flavoboid dan juga tannin. Sedangkan ada benalu dari jenis tertentu lain yang memiliki kandungan glokosida kuersetin. Kandungan lain yang diteliti dikandung di dalam benalu adalah antioksidan.

Dengan kandungan ini, benalu belimbing memiliki manfaat dalam pengobatan, misalnya dapat digunakan sebagai obat batuk, diuretic, menjaga kesehatan ibu setelah masa melahirkan, menghilangkan rasa nyeri, sebagai obat luka atau untuk obat infeksi kapang.

Terdapat jenis kanker yang dapat diobati dengan konsumsi benalu belimbing ini, misalnya adalah kanker payudara. Konsumsi benalu belimbing ini yang diubah ke dalam bentuk teh, dapat digunakan sebagai obat penunjang pada masa menjalani proses kemoterapi.

Sejatinya, beberapa pihak telah menemukan khasiat dan manfaat dari benalu ini sebagai obat anti kanker. Di beberapa negara seperti Jepang, Cina, Korea dan juga beberapa negara yang ada di benua Eropa sudah mempergunakan tanaman benalu ini sebagai obat, salah satunya sebagai obat anti kanker.

Manfaat benalu belimbing sebagai obat anti kanker ini tentu saja berkaitan erat dengan kandungan senyawa yang terdapat dalam benalu belimbing. Sebut saja seperti antioksidan yang membantu untuk menangkal radikal bebas.

Manfaat lainnya adalah mampu untuk menangkal racun, membunuh virus dan bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh. Serta dalam kasus pengobatan kanker, kandungan senyawa benalu ini mampu untuk melawan sel kanker yang bersifat jahat di dalam tubuh. Sehingga, sel kanker tersebut dapat dihentikan aktivitasnya, dapat dilemahkan dan kemudian dihentikan pula agar tidak sampai tumbuh dan berkembang. Pada akhirnya, sel kanker tersebut dapat dimatikan. Dengan mati atau hancurnya sel kanker yang menyerang tubuh, maka serangan sel kanker terhadap tubuh juga dapat dihentikan.

Benalu Obat Kanker yang Bisa Diolah

Pemanfaatan benalu belimbing sebagai obat anti kanker dapat menggunakan bagian daun dari benalu itu sendiri. Daun benalu diambil beberapa helai. Kemudian, ada dua cara yang dapat dipakai. Cara yang pertama adalah dengan cara langsung. Yaitu dengan merebus beberapa helai daun benalu belimbing ini. Proses merebus ini dengan menggunakan air sebanyak beberapa gelas. Kemudian direbus selama beberapa saat sampai air rebusan berkurang dari jumlah air awalnya. Penderita kanker dapat meminum air rebusan benalu ini segera setelah proses perebusan benalu selesai.

Cara yang kedua adalah dengan mengeringkan benalu belimbing ini. Daun benalu tetap diambil beberapa helas, kemudian dibersihkan dan dikeringkan sampai mongering. Penggunaan daun benalu yang sudah kering ini dilakukan dengan menyeduhnya dengan air panas, layaknya seperti membuat teh. Inilah yang kemudian membuat penyebutan benalu sebagai obat dengan sebutan benalu teh.

Setelah diseduh dengan air panas dan dirasakan bahwa ekstrak benalu yang terkandung di dalam benalu teh keluar, maka air seduhan inilah yang diminum. Cara ini dirasakan lebih praktis dibandingkan dengan cara yang pertama, walaupun sejatinya hampir sama saja.

Konsumsi air rebusan benalu belimbing ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Tentu saja hal ini adalah untuk mengoptimalkan kerja dari senyawa yang terkandung di dalam daun benalu itu sendiri. Karena konsep kerjanya sama dengan tanaman herbal yang lainnya, yaitu harus diminum secara teratur dan dalam kurun waktu tertentu. Sebagian besar tanaman atau obat herbal membutuhkan waktu dalam proses pencapaian manfaatnya. Karena tidak bersifat instant dan butuh keseriusan dan ketlatenan dalam mengkonsumsinya.

Inilah salah satu jenis penelitian yang dilakukan untuk membawa manfaat bagi banyak manusia. Benalu belimbing yang dianggap sebagai tumbuhan parasite yang tak memiliki manfaat, ternyata di balik itu semua membawa satu khasiat besar yaitu sebagai obat untuk kanker. Tentu saja, hal ini akan memberikan manfaat besar pada kehidupan manusia, terutama bagi penderita kanker. Karena mereka akan mendapatkan obat kanker dengan lebih mudah, dan tentunya dengan harga yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan proses pengobatan kanker secara medis. Semoga bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Pencegahan Penyakit Kanker

Manfaat Daun Mimba

Manfaat Daun Mimba untuk Kanker dan Kesehatan

Mimba/Daun Mimba atau Azadirachta indica A. Juss merupakan tanaman perdu yang pertama kali ditemukan di India. Tanaman ini tersebar sampai ke Indonesia sekitar tahun 1.500. Daun Mimba ternyata memiliki banyak sekali manfaat kesehatan salah satunya yaitu mengobati kanker. Lebih jelaskan simak pembahasan berikut ini.

Mengenal Daun Mimba

Mimba merupakan tumbuhan yang cepat tumbuh dan dapat mencapai ketinggian sampai 15-20 meter bahkan ada yang 35-40 meter. Cabangnya besar dan menyebar. Cabang daunnya sendiri memiliki panjang sekitar 20-40cm dengan daun hijau tua sekitar 3-8 cm. Bunganya berwarna putih dan beraroma, sedangkan daunnya lembut menyerupai zaitun.

Tanaman ini mudah ditemukan di India dan Pakistan. Kita dapat melihatnya di pinggir jalan, di sekitar kuil, sekolah, atau banguann publik. Tanaman ini tidak mudah kekeringan sehingga sangat cocok untuk ditanam sebagai peneduh di pinggir jalan. Di Indonesia, tanaman ini banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura.

Bagian pohon mimba yang sering dimanfaatkan adalah daun dan bijinya. Biji mimba mengandung minyak sekitar 40 persen yang bisa diambil dengan cara pengepresan dan ekstraksi dengan heksan. Sedangkan daun mimba dapat langsung digunakan ataupun dikeringkan terlebih dahulu. Daun mimba yang baru dipetik tidak perlu perlakukan khusus hanya perlu dibersihkan dari kotoran dengan cara dicuci. Cara mengolah daun mimba melalui pengeringan bisa dilakukan dengan oven yang dilengkapi kipas angin atau menjemur secara alami di bawah sinar matahari yang tidak terlalu terik.

Pohon mimba biasanya mulai berbuah pada bulan Oktober-November dan mulai matang pada Desember-Februari tahun berikutnya. Kita hanya perlu memanen biji yang terjatuh dari pohon. Buah mimba yang matang biasanya dimakan oleh hewan.

Di beberapa daerah mimba digolongkan sebagai mariyuana seperti di Timur Tengah, Afrika, dan sebagian Australia. Hal ini membuat pertumbuhan dan penyebarannya dikendalikan. Di Northern Territory, Australia, pemerintah setempat mengklasifikasikannya sebagai tipe B dan C mariyuana.

Penggunaan dan Manfaat Mimba

Di India, daun Mimba dikeringkan dan ditempatkan di lemari untuk mencegah serangga yang akan memakan pakaian dan juga ditempatkan di dekat tempat penampungan beras. Daun Mimba dikeringkan dan dibakar pada daerah tropis untuk menjauhkan nyamuk. Bunga tanaman ini juga digunakan untuk festival India seperti Ugadi. Beberapa manfaat daun mimba lainnya yaitu:

Sebagai Sayuran

tunas yang lunak dan bunga dari mimba dimakan sebagai sayuran India. Makanan seperti sup yang disebut Veppampoo charu terbuat dari bunga mimpa. Di Bengal, daun mimba muda digoreng dengan air dan irisan terong. Masakan tersebut disebut  nime begun. Mimba juga digunakan sebagai sayuran di beberapa negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Rasanya sendiri sedikit pahit dan tidka begitu disukai namun memang dipercaya bagus untuk kesehatan. Getah  mimba kaya akan protein. Di Myanmar, daun mimba dan bunganya direbus dengan asam jawa untuk melembutkan rasa pahitnya.

Sebagai Obat Tradisional

Lebih dari 2 milenial, tanaman ini digunakan di India untuk obat tradisional. Produk mimba dipercaya oleh praktisi Siddha dan Ayurveda bermanfaat sebagai anthelmintic, antifungal, antidiabetic, antibacterial, antiviral, kontrasepsi, dan sedatif. Obatnya dapat digunakan untuk penyakit kulit. Penyakit kulit yang dapat diobati seperti eczema, psoriasis, dan lain-lain. Selain itu minyaknya digunakan untuk kesehatan rambut, meningkatkan fungsi liver, detoksifikasi darah dan menyeimbangkan tingkat gula dalam darah.

Daun mimba dapat digunakan untuk menambah nafsu makan. Sedangkan kulit batangnya dapat digunakan untuk mengatasi nyeri lambung, penurun demam, serta penguat. Ada juga resep untuk mengatasi disentri yang menggunakan batang mimba. Caranya yaitu batang mimba dicuci kemudian dipotong-potong seperlunya. Lalu direbus bersama dengan 3 gelas air.

Ekstrak daun mimba memiliki efek antibakteri dan antimikroba. Secara umum, mengonsumsi ekstraknya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ada juga manfaat detoksifikasi sehingga bisa membersihkan berbagai racun yang ada di dalam tubuh. Selain sebagai bahan makanan dan obat, ternyata daun mimba juga dapat digunakan untuk:

  • Minyak mimba sebagai bahan kosmetik.
  • Mengobati hewan seperti gatal dan demam.
  • Ranting mimba dapat digunakan untuk menggosok gigi, hal ini dilakukan di india, afrika, dan timur tengah.
  • Minyaknya digunakan sebagai pelumas, misalnya untuk roda kereta/gerobak.
  • Digunakan untuk pestisida tanaman.
  • Minyaknya digunakan untuk pembuatan sabun.
  • Daun mimba dapat digunakan untuk makanan hewan seperti makanan kelinci.

Daun Mimba Obat Kanker dan Efek Sampingnya

Ayurveda merupakan yang pertama kali mengungkapkan tentang kandungan anthelmintic, antifungal, antibacterial, dan antiviral pada tanaman daun mimba. Mimba disebut memiliki efek anti kanker. Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak mimba memiliki kandungan antikanker yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.

Penelitian yang menggunakan mimba untuk mencegah atau mengobati kanker dilakukan di laboratorium menggunakan sel kanker atau hewan. Penelitian tersebut memang belum sampai pada tahapan uji coba klining menggunakan orang. Ekstrak daun mimba disebut dapat membantu membunuh sel kanker menurut studi yang dipublikasika di “Journal of Ethnopharmacoloy”. Komponen yang terdapat pada daun mimba dapat membantu pencegahan penyebaran kanker menurut penelitian yang menggunakan hamster. Penelitian dengan hamster tersebut dipublikasikan pada “Investigational New Drugs” pada 2010.

Efek samping tidak umum terjadi jika mengonsumsi daun mimba dalam dosis normal. Namun jangan memberikan minyak mimba pada anak-anak karena tidak aman. Anak-anak dapat meninggal setelah mengonsumsi minyak mimba walaupun hanya 5 ml. Jika sedang hamil atau menyusui maka tidak boleh juga mengonsumsi minyak mimba. Keamanan dari mimba ini sendiri belum diteliti untuk ibu hamil. Beberapa efek samping konsumsi daun mimba antara lain:

  • Muntah-muntah, diare, dan kejang-kejang.
  • Alergi pada kulit.
  • Masalah pada kulit kepala dan wajah pasien yang menggunakan minyaknya untuk rambut.
  • Keracunan dilaporkan diderita seorang wanita setelah mengonsumsi mimba yang digunakan untuk pestisida.

Meskipun bahan alami, ternyata mimba cukup banyak memiliki efek samping sehingga penggunaannya harus hati-hati. Konsultasikan pada dokter sebelum mengonsumsi daun mimba untuk memastikan apakah ini aman untuk kesehatan tubuh. Jangan mengobati kanker sendiri dengan menggunakan daun mimba tanpa berkonsulitasi terlebih dahulu. Riset penggunaan daun mimba untuk kanker masih dalam tahap awal dan daun mimba tidak direkomendasikan untuk menjadi pengobatan utama satu-satunya untuk penderita kanker.

Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstra mimba memiliki antioksidan. Secara teori, antioksidan dapat menurunkan kemanjuran dari beberapa obat kemoterapi yang bergantung pada generasi radikal bebas untuk efek sitotoksik.

Saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan ekstrak mimba. Tak perlu mengolahnya sendiri, sudah ada ekstrak daun mimba berupa kapsul. Kita perlu melihat kandungannya serta apakah sudah mendapat izin resmi dari BPOM. Namun untuk pengobatan kanker tetap perlu melakukan konsultasi ke dokter untuk penggunaannya. Apakah bisa digunakan sebagai pengobatan bersama dengan terapi kanker yang sedang dijalani atau tidak.

Baca artikel lain mengenai Pencegahan Penyakit Kanker

Bidara Upas untuk Kanker

Manfaat Bidara Upas untuk Kanker dan Penggunaannya

Banyak orang yang belum mengatahui bahwa bidara upas atau Merremia Mammosa bermanfaat untuk pengobatan kanker. Tanaman yang memiliki daun berbentuk hati ini memiliki bunga berwarna putih oval, dan umbi seperti kentang. Bidara upas biasanya ditemukan di hutan dan ditanam di kebun.

Tanaman yang bisa mengatasi kanker ini sekarang digunakan untuk pengobatan alternatif dan baru digunakan pada awal abad ke-20. Bahan kimia yang terkandung di umbinya dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit namun bukan merupakan sumber karbohidrat. Terdapat kandungan analgesik serta penetralisir racun pada tanaman ini. Biasanya digunakan sebagai obat herbat untuk meredakan penyakir organ pernapasan seperti tuberculosis.

Mengenal Bidara Upas

Bidara upas atau widara upas merupakan tumbuhan ubi-ubian yang berasal dari Filipina. Tanaman bidara upas tumbuh membelit dengan panjang yang bisa mencapai 6 meter. Karakter daunnya berbentuk hati oval. Memiliki umbi seperti kentang yang biasanya terdiri dari 6 buah dengan berat mencapai 5 kg atau lebih di tanah yang subur. Umbinya memiliki kulit tebal berwarna kuning kecoklatan dan getahnya putih.

Bunganya merupakan bunga majemuk dengan memiliki 1-4 kuntum dengan warna putih. Bidara upas memiliki bunga yang nantinya bisa berubah menjadi buah dan tidak akan jatuh. Bijinya berwarna abu-abu dengan tepi coklat.

Bidara upas yang awalnya dari Asia Tenggara kemudian menyebar di Indo-China. Tanaman ini banyak dbudidayakan di Malaysia dan Jawa, dengan habitat aslinya hutan. Kita bisa membudidayakannya denganc ara menaman stek batang, menanam umbi, atau memperbanyak dengan biji. Tanaman bidara upas akan merayap atau memanjat sehingga perli diberi pohon inang yang lebih besar untuk tempat merambat.

Manfaat Bidara Upas

Bidara upas memiliki manfaat untuk mengobati kanker karena mengandung bahan kimia seperti resin. Umbinya biasanya digunaan untuk terapi pengobatan kanker sebagai alternatif pengobatan selain medis. Manfaat lainnya yaitu dapat mengobadi demam, batuk, dipteri, sakit tenggorokan, pneumonia, konstipasi, diabetes, racun, gigitan ular, dan syphilis Lus.

Bidara upas mengandung polyphenol, triterpenoid, dan flavonoid. Menurut studi yang dikembangkan, bidara upas juga bermanfaat untuk mencegah replikasi virus HIV namun tidak dapat membunuh viru HIV. Umbinya juga dipakai untuk memperbanyak produksi air susu ibu.

Tak seperti umbi lainnya bidara upas tak bisa dijadikan sumber makanan atau sumber karbohidrat. Di Madura, tanaman ini secara turun-temurun digunakan untuk obat tuberkolosis. Serat batang bidara upas dapat digunakan untuk bahan pakaian yang mengkilat dan memberikan rasa sejuk bagi pemakainya.

Jika memiliki lahan yang subur dan sesuai maka kita bisa menanam bidara upas untuk tanaman obat. Namun tak perlu khawatir kesulitan menemukannya karena saat ini sudah ada produsen yang membuat ekstrak bidara upas.

Resep Bidara Upas

Bidara upas telah lama dipakai untuk pengobatan secara tradisional. Ada yang menggunakan umbibidara upas saja yang diambil sarinya atau ada pula yang mencampurkan bidara upas dengan bahan-bahan berkhasiat lainnya. Salah satu resep tradisional dari bidara upas untuk pengobatan yaitu:

  1. Siapkan 8 gram umbi bidara upas, 6 gram rhizome Kaemferia Galanga L, 3 daun betel, dan 3 gram cardamom.
  2. Rebus seluruh bahan herbal tersebut ke dalam air dengan api kecil.
  3. Gunakan air mendidih untuk menyeduh. Minum 2 kali dalam sehari setiap pagi dan sore.

Cara mengolah bidara upas lainnya, yaitu:

Siapkan 30 gram tanaman bidara upas yang telah dikeringkan sebanyak 30 gram, noni kering 20 gram, Phaleria kering 20 gram, dan jamur Lingzi 20 gram. Bersihkan semua bahan-bahan tersebut, rebus bahan-bahan tadi bersama 600 ml air sampai menjadi setengah gelas. Ambil airnya dan biarkan sampai hangat. Agar rasanya lebih enak, tambahkan dua sendok teh sirup bunga rosela.

Resep bidara upas untuk keracunan makanan:

Ambil umbi bidara upas secukupnya lalu cuci bersih. Setelah bersih parut dan saring dengan menggunakan kain bersih. Kita akan mendapatkan sarinya sekitar setengah gelas kemudian bisa langsung diminum.

Resep tradisional bidara upas khuss untuk kanker dan kusta, yaitu:

Sebanyak ¾ jari umbi bidara upas dicuci kemudian diparut. Tambahkan dengan 4 sendok makan air matang serta 2 sendok makan madu. Aduk sampai merata kemudian peras menggunakan kain bersih. Bagi untuk 3 kali minum yang dihabiskan dalam sehari. Minum pada pagi, siang, serta sore hari.

Bidara Upas dan Kanker

Kanker seperti yang kita ketahui disebabkan oleh beragam faktor baik itu dari genetis, gaya hidup, maupun faktor lingkungan. Seseorang yang memiliki gaya hidup buruk cenderugn lebih memiliki risiko kanker yang lebih tinggi daripada yang memiliki gaya hidup sehat. Namun faktor genetis yang diturunkan dari kedua orang tua kadang menjadi penyebab munculnya penyakit kanker. Begitu juga faktor lingkungan, misalnya saja pada radiasi bom atom yang menyebabkan banyak korban selamat ternyata terserang beragam penyakit salah satunya kanker.

Pengobatan medis untuk kanker sendiri ada beraneka macam mulai dari operasi sampai kemoterapi. Nah, meskipun sudah melakukan pengobatan secara medis banyak yang kemudian ingin mencoba pengobatan herbal, tradisional ataupun alternatif. Pengobatan alternatif tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai bahan alami yang mengandung bahan antioksidan atau antikanker, salah satunya bidara upas.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bidara upas sendiri mengandung  bahan-bahan yang dapat membantu kita untuk untuk mengatasi kanker mulai dari resin, pati dan zat pahit. Getah segar pada tanaman ini mengandung zat oksidase.

Penelitian tentang bidara upas untuk kanker sendiri memang belum banyak dilakukan. Bidara upas tergolong belum begitu terkenal di luar negeri sebagai bahan untuk obat-obatan. Meskipun demikian di Indonesia kita bisa memanfaatkan tanaman ini untuk pengobatan alternatif salah satunya penyakit kanker.

Pengobatan penyakit kanker dengan bidara upas tidak begitu sulit pengolahannya. Seperti yang telah dijalaskan, kita perlu memarut umbi dari tanaman ini kemudian menambahkan dengan air dan madu secukupnya lalu terakhir diperas. Tak sulit untuk melakukannya meski demikian penyakit kanker sendiri masih perlu penanganan medis apalagi jika sudah dalam tahapan yang cukup parah.

Jika kita kesulitan untuk mencari bidara upas segar, saat ini sudah ada ekstraknya. Obat herbal bidara upas yang berbentuk ekstrak tersebut berupa kapsul yang langsung bisa diminum. Jika kita membeli ekstraknya pastikan bahwa memang mengandung bahan alami 100 persen serta telah mengantongi izin resmi dari Depkes. Lihat kemasannya apakah memang tertutup dengan aman lalu label yang diberikan lengkap atau tidak. Obat herbal yang baik akan menyertakan aturan minum, kandungan, manfaat, serta masa kadaluarsa dari produk tersebut.

Tak hanya bidara upas, beberapa bahan herbal lainnya juga dapat digunakan untuk melawan kanker. Bahan-bahan tersebut antara lain kunyit putih, tapak dara, benalu, keladi tikus, daun dewa, serta mengkudu. Meskipun bahan herbal cenderung tidak memiliki efek samping tapi tetap harus berkonsultasi dengan dokter apakah bisa pengobatan kanker dilakukan bersamaan dengan pengobatan secara herbal.

Baca artikel lain mengenai Faktor Pemicu Kanker