All posts by Eddy

Biji Aprikot Untuk Kanker

Adakah Manfaat Biji Aprikot Untuk Kanker? Cek Pula Efek Sampingnya!

Belakangan ini manfaat biji aprikot untuk kanker mulai jadi sorotan. Buah aprikot itu sendiri berwarna orange segar mirip seperti jeruk. Daging buahnya yang manis juga baik dikonsumsi karena banyak vitamin A, vitamin C, beta karoten, kalsium, dan juga kalium.

Lantas benarkah jika biji aprikot dapat menjadi salah satu ekstrak herbal anti-kanker? Biji ini mengandung asam lenoleat dan asalm oleat yang berfungsi sebagai antiradang. Karena itulah ekstrak biji aprikot kini banyak diolah menjadi minyak kernel aprikot.

Akan tetapi, dalam biji aprikot juga ditemukan hydrocyanic acid, suatu zat yang merilis senyawa kimia sianida. Meski biji buah aprikot dikenal mengandung sianida yang berbahaya, biji tersebut sempat dijual sebagai obat alternatif untuk mengobati kanker. Bahkan supermarket di Australia menjualnya secara bebas. Namun kini peredarannya sudah ditarik. Ini karena jika Anda makan biji aprikot dalam jumlah banyak, kemungkinan besar Anda bisa keracunan zat sianida.

Menurut CDC (Centers For Disease Control and Preventiuon), biji buah-buahan seperti aprikot, apel, dan persik memiliki sejumlah bahan kimia yang dapat dimetabolisme menjadi sianida. Meski dalam tingkat rendah tetapi ada kalanya zat sianida langsung menghentikan oksigen dari sel-sel tubuh kita. Sianida merupakan racun yang menyebabkan mual dan muntah, pusing, sakit kepala, bahkan kematian.

Sebab itu, konsentrasi tinggi vitamin B17 yang terkandung dalam aprikot harus diberikan dalam dosis tepat. Tidak disarankan memakan bijinya dalam jumlah banyak karena paparan sianida dapat memperburuk imunitas tubuh. Maka lebih lanjut bagaimana manfaat biji aprikot untuk sembuhkan kanker belum sepenuhnya meyakinkan.

Lalu, apakah benar ada manfaat vitamin B17 untuk kanker? Vitamin B17 memiliki nama lain amygdalin merupakan nutrisi glikosida yang dianggap terkait dengan cara pencegahan kanker.

Sampai sekarang pun, perdebatan tentang manfaat vitamin B17 kanker masih mengalir. Banyak praktisi percaya bahwa vitamin B17 adalah pengobatan kanker yang sangat baik. Sebaliknya sebagian besar setuju bahwa vitamin tersebut tidak harus digunakan sebagai pengobatan utama, namun tetap bisa menjadi suplemen tambahan.

Artinya dalam komunitas medis masih terjadi ketidaksepakatan apakah manfaat vitamin B17 untuk kanker benar-benar tepat dimanfaatkan atau tidak. Berikut ini beberapa penjelasan seputar sifat vitamin B17:

  • Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal Of Radiasi dan Biologi melansir bahwa vitamin B17 amygdalin dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, kemampuan sel-sel darah putih yang meningkat akan sanggup menyerang sel-sel kanker berbahaya.
  • Di bawah pengaruh vitamin B17 sianida dilepaskan untuk membunuh sel-sel kanker vitamin B17 misalkan dari sumber biji-bijian seperti aprikot dan apel mengandung zat sianida alami. Ekstrak vitamin B17 terkenal karena potensinya untuk mencegah perkembangan kanker melalui produksi hidrogen sianida.
  • Kanker berkembang karena kurangnya amydgalun dalam tubuh sehingga meski berisiko tetapi zat ini dapat ditambah dalam kadar yang rendah. Dalam studi oleh Departemen Fisioloi di Kyung Hee University Korea Selatan, ekstrak amygdalin B17 diberikan kepada pasien kanker prostat. Para peneliti menyimpulkan jika ekstraknya mampu menginduksi apotosis pada sel-sel kanker prostat.
  • Sekali lagi, meski sianida dianggap sebagai komponen anti-kanker dari vitamin B17, masih banyak yang meragukan uji klinisnya. Hal ini dikarenakan overdosis B17 memiliki konsekuensi cukup serius mulai dari keracunan parah hingga kematian. Bila dosisnya melebihi 60 mg maka bisa jadi kematian oleh sesak napas terjadi dalam hitungan detik.
  • Vitamin B17 sebaiknya dihindari bagi mereka yang mengonsumsi obat penurun tekanan darah dan juga yang memiliki masalah jantung.

Pengobatan kanker pada umumnya adalah untuk menghentikan produksi sel-sel jahat. Ada banyak pembicaraan mengenai cara medis, terapi herbal alami maupun suplemen vitamin yang anti-kanker. Seperti halnya vitamin B17 atau amygdalin/laetrile dalam biji aprikot dan ekstraknya.

Akan tetapi masih diperlukan riset dan penelitian lebih banyak lagi untuk mendapat bukti ilmiah yang jelas. Masalah ini erat terkait efek senyawa sianida yang bila dikonsumsi berlebihan justru lebih membahayakan.

Pada tahun 2015 organisasi FDA (Food and Drugs Organization) tidak menyutujui penggunaan B17 untuk membantu pengobatan kanker. Lagi-lagi dikhawatirkan apabila bukan manfaat yang didapat pasien melainkan efek samping mematikan yaitu keracunan zat sianida.

Begini Cara Mengolah Biji Aprikot

Terlepas dari kontroversi sianida pada vitamin B17 di dalam biji aprikot, bagi yang berminat tetap dapat mencoba cara mengolahnya. Selama dalam batas minimal dan kondisi tubuh yang stabil, biji aprikot tetap dapat dikonsumsi.

Langkah penting untuk cara mengolah biji aprikot ialah mendapatkan buah aprikot yang telah matang dan dapat digunakan segera. Rendam aprikot selama beberapa menit di air untuk menghilangkan kotoran dan kemudian bilas dengan air mengalir. Pisahkan daging dan biji di dalamnya.

Setelah mendapatkan bijinya, rebus sampai mendidih selama kurang lebih satu jam. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan senyawa sianida agar larut dalam air. Setelah itu, buang airnya. Biji tadi kemudian dihancurkan atau diblender dengan tambahan air, madu, dan lemon.

Namun daripada memakai bijinya jauh lebih aman mengonsumsi daging buahnya secara langsung, ataupun dalam bentuk yang sudah dikeringkan. Sianida hanya terdapat di dalam biji dan tidak berpengaruh pada daging buah aprikot tersebut.

Tips Membuat Jus Buah Aprikot

  • Gunakan 3 buah aprikot segar.
  • 2-3 biji aprikot yang sudah direbus.
  • 1 buah mangga madu.
  • 1 buah lemon atau jeruk sunkist.
  • Air secukupnya.

Potong dadu daging buah aprikot dan mangga madu, letakkan dalam wadah. Peras air jeruk lemon ke dalamnya. Letakkan juga biji aprikot yang sudah dihancurkan. Masukkan semua bahan-bahan jus ini ke dalam blender, lalu haluskan. Tambahkan 2 sendok makan madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya diminum pada waktu siang atau sore hari.

Bila kemudian merasakan efek panas atau kurang nyaman di badan maka sebaiknya jangan meminumnya lagi. Atau abaikan biji aprikot untuk membuat jus ini pada waktu selanjutnya. Ini berarti tubuh Anda sulit menerima kandungan sianida meski dalam kadar rendah yang sudah dinetralisir melalui cara direbus terlebih dulu.

Itulah tadi cara makan biji aprikot dengan pengolahan yang aman untuk menetralisir efek buruk zat sianida. Meski mengandung vitamin B17 tetapi memang sulit memastikan kesiapan tubuh kita dalam mengatasi pengaruh racun tadi. Bila pada pengolahan pertama Anda tak merasakan dampak berarti akibat biji aprikot, maka jumlah bijinya dapat ditambah sebanyak 5-7 butir, untuk dijadikan campuran jus buah.

Sekali lagi tidak disarankan untuk mengikuti cara makan biji aprikot begitu saja, tanpa pengolahan yang menetralkan racunnya, seperti beberapa tips yang banyak beredar. Kuatnya konsentrasi sianida pada biji mentah dapat sangat berbahaya bagi keselamatan, khususnya untuk tujuan pengobatan kanker. Dan ada baiknya berkonsultasi dengan ahli gizi terlebih dulu supaya diperoleh manfaat vitamin B17 tanpa adanya efek samping berbahaya.

Baca artikel lain mengenai Biopsi Kanker Payudara

Buah Ciplukan Obat Kanker

Buah Ciplukan Obat Kanker Yang Mujarab. Bisa Dicoba!

Buah ciplukan obat kanker yang banyak diramu sebagai herbal di berbagai daerah nusantara. Buah mungil dengan warna merah kekuningan ini begitu besar manfaatnya. Sangat terjangkau dan khasiatnya efektif, ciplukan adalah herbal alternatif bagi penyakit mematikan seperti kanker.

Ciplukan yang memiliki nama latin Physallisa angulata banyak tumbuh di sekitar persawahan atau kebun palawija. Tanaman ciplukan tumbuh diantara perdu sehingga kerap dianggap benalu. Kisaran tinggi pohon ciplukan bisa mencapai satu meter. Sementara itu letak buah ciplukan tak kalah unik. Buah terbungkus kelopak yang menggelembung dengan ujung meruncing.

Ketika dikupas dari dalam bungkus kulit itu akan ditemui buah berbentuk bulat memanjang yang ukurannya berkisar 1,5 – 2 cm. Pada sekali gigit air buah ciplukan terasa masam segar. Nah, jangan sampai Anda justru memetik yang belum matang. Buah ciplukan yang sudah matang memiliki rasa manis seperti tomat, sedangkan yang masih mentah bertekstur lebih keras dan rasanya cukup getir.

Selain bertumbuh secara liar saat ini budidaya ciplukan sudah meluas, bahkan termasuk laris di pasar swalayan. Wajar bila masyarakat di berbagai daerah mulai menggali manfaat buah ciplukan dalam pengobatan medis terutama bagi pasien kanker stadium lanjut. Nama lokalnya mulai dari cecendet (Sunda), koplok-koplokan (Bali), nyornyoran (Madura), dan Leletokan (Minahasa).

Manfaat Buah Ciplukan dan Cara Mengolahnya Untuk Obat Kanker

Dilihat dari bentuk tanamannya saja ciplukan sudah memiliki daya tarik tersendiri. Sejumlah penelitian menjadi bukti jika buah ciplukan obat kanker yang punya sifat sitotoksik.

Dengan sifat sitotoksik didapati bahwa baik daun maupun buah ciplukan dapat mengontrol sel-sel kanker agar tak berkembang cepat. Hal ini karena daya antioksidan buahnya telah disempurnakan oleh flavonoid, saponin, fisalin, karotenid, polifenol, tanin, gula, dan vitamin C. Keragaman senyawa ciplukan dapat menekan laju pertumbuhan sel kanker payudara, leukimia, dan kanker paru-paru.

Steroid alami yang ditemukan pada buah ciplukan dapat digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Beberapa studi kanker menunjukkan jika ramuan yang tepat mampu membunuh berbagai jenis sel ganas pada stadium awalnya.

Adanya zat karotenid menetralisir senyawa perusak yang mengubah sel sehat menjadi kanker. Penelitian juga membuktikan bahwa polifenol dalam tanaman herbal mampu mencegah penyebaran berbagai jenis kanker. Di sisi lain khasiat buah ciplukan bukan hanya herbal anti-kanker, sebab buah ini juga meringankan masalah diabetes, batuk dan asma, radang saluran napas atau bronchitis, dan penyakit kulit.

Lebih lanjut mengenai manfaat ciplukan dan cara mengolahnya dapat diikuti pada tips-tips berikut ini .

1. Ramuan Alami Dari Buah Ciplukan

tidaklah sulit mendapati manfaat buah ciplukan dan cara mengolahnya. Cara paling sederhana adalah mengkonsumsi air rebusan buah ciplukan. Pertama yaitu ambil buahnya sebanyak 5 gram, rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Kurang lebih sekitar 10-15 menit sambil terus diaduk. Saring dan dinginkan sejak. Minum sebanyak 2 kali sehari.

Sebaiknya tak menambah gula supaya manfaatnya masih terjamin asli. Selain itu air rebusan herbal jangan disimpan lebih dari 24 jam karena sudah mulai rusak dan tidak sehat.

2. Herbal Hangat Ciplukan

Siapkan 3 gelas air, buah ciplukan, jahe, dan lidah buaya. Masukkan air ke dalam panci lalu panaskan di atas api sedang. Sambil menunggu air mendidih, potong beberapa buah ciplukan menjadi dua bagian. Pilih ciplukan matang yang warna kulit buahnya lebih kekuningan.

Selanjutnya ulek buah ciplukan sampai agak halus lalu masukkan ke dalam air rebusan. Geprek jahe kemudian masukkan ke dalam ciplukan yang masih direbus. Masukkan dan aduk hingga rata.

Setelah mendidih tuang ke dalam gelas. Tambahkan satu sendok teh madu murni atau bisa juga perasan jeruk segar. Minum ramuan yang hangat ini dua kali sehari secara teratur.

3. Jus Buah dan Daun Ciplukan

Bahan yang diperlukan adalah 4 lembar daun ciplukan, buah ciplukan, batang seledri, dan air. Caranya cuci bersih semua bahan lalu masukkan daun ciplukan yang sudah dirobek menjadi bagian kecil. Masukkan seledri untuk menambah aroma khasnya, dan tunggu hingga mendidih.

Jangan lupa sekitar 7 butir buah ciplukan perlu dimasukkan dalam blender sampai menjadi halus. Jus buah ciplukan sudah siap di gelas Anda, hanya tinggal menambahkan ramuan daun ciplukan yang direbus tadi.

Ramuan berbahan daun dan buah ciplukan ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Jangan lupa meminumnya pagi dan malam secara teratur. Tetapi disarankan cukup tiga hari sekali saja agar konsumsinya tidak berlebihan.

4. Menguatkan Khasiat Buah Ciplukan

Buah ciplukan dapat dipadukan bersama tanaman rempah dan dedaunan obat lain yang sama khasiatnya. Siapkan bahan-bahan ini.

  • 2-3 g biji jintan hitam
  • 10 g rimpang temuputih
  • 10 g rimpang temulawak
  • 10 g buah ciplukan
  • 10 g rimpang kunyit
  • 10 g daun meniran
  • 10 g daun sambiloto
  • 10 g rimpang temumangga

Cara mengolahnya: Cuci bersih semua bahan. Parut rempah temulawak, temu mangga, dan temuputih. Masukkan bahan ini ke dalam panci berisi 2 gelas air lalu rebus hingga jadi 1 gelas saja. Sebelum ramuan rempah diangkat, hancurkan biji jintan hitam sampai halus. Tambah ke dalam ramuan itu kemudian aduk. Saring dan biarkan sejenak namun pastikan ramuannya masih hangat untuk diminum. Minum sehari 2 kali masing-masing ½ cangkir saja.

Penelitian Jadi Bukti Khasiat Buah Ciplukan

Beberapa peneliti di dalam negeri pun sangat meyakini khasiat anti-kanker pada tanaman ciplukan. Salah satu yang terus dikembangkan adalah potensi handal ciplukan untuk membantu penderita kanker payudara. Ekstrak ciplukan menjadi sampel penelitian bagi Muhammad Deri, Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Tenyata ekstrak buah ciplukan dapat dikembangkan menjadi prototype atau bagian dari alat terapi kanker payudara dalam bentuk bra.

Pada penelitian lain oleh mahasiswi UGM ditemukan kalau ciplukan berhasil menekan tumbuhnya sel kanker sampai 20 persen. Potensi ciplukan salah satu jenis herbal terbaik bila dapat dikembangkan sebagai agen kemopreventif. Artinya penggunaan ciplukan sebagai alternatif terapi yang berbahan herbal sudah dinilai lebih aman.

Berbagai temuan menarik itu tentu meyakinkan kita bahwa buah ciplukan bisa jadi tameng kanker yang efektif.  Konsumsi herbal ciplukan mampu membuat kesehatan tubuh kian meningkat, mencegah kanker, menurunkan kadar kolesterol, dan melindungi diri dari serangan jantung. Sifatnya yang anti-kanker akan mampu mengurangi efek peradangan.

Setelah mengetahui beragam kegunaan buah ciplukan maka kini Anda bisa mulai mencari keberadaannya. Tidak harus menelusuri jalan-jalan desa karena buah ini ada di sejumlah pasar tradisional hingga swayalan besar. Sekian informasi lengkap tentang manfaat dan khasiat Ciplukan, buah kecil yang rasanya manis menyegarkan, serta memiliki khasiat luar biasa.

Baca artikel lain mengenai Biopsi Kanker Payudara

Manfaat Buah Mengkudu

Manfaat Buah Mengkudu Singkirkan Kanker Sejak Dini

Aroma buah mengkudu (Morinda citrifolia), disebut juga pace atau noni, sama sekali tak menggiurkan. Tetapi di balik baunya itu tersimpan manfaat buah mengkudu sebagai penjaga imunitas tubuh dari serangan kanker.

Jika menilik ciri tanamannya akan terlihat daun mengkudu yang tampak besar dan lebar. Permukaan buah seperti terbagi dalam segi banyak yang berbintik-bintik. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi kekuningan. Daging buah mengkudu yang lunak mengandung banyak air. Bau dari buahnya pun tercium sangat langu.

Sebutan buah noni berasal dari Pulau Hawaii, Amerika Serikat. Mengkudu memang tumbuh subur di wilayah Asia, Australia, dan pulau-pulau Pasifik. Bahkan penduduk asli Hawaii secara turun-temurun mengolah obat tradisional dari tumbuhan noni.

Pemanfaatan pace di Jawa, atau cangkudu di tanah Parahiyangan juga menjadi herbal alami yang miliki beragam manfaat, khususnya dalam usaha mengatasi bahaya kanker.

Manfaat Mengkudu Untuk Kanker, Begini Faktanya!

Sekalipun dalam kondisi tubuh segar-bugar, mengkonsumsi buah mengkudu dapat dirasa cukup perlu. Bisa saja seseorang yang merasa sehat ternyata mempunyai sel kanker di salah satu organ tubuhnya. Sistem kekebalan tubuh bisa ditingkatkan dengan konsumsi jus mengkudu atau jus noni secara teratur.

Senyawa-senyawa anti-kanker pada mengkudu mempunyai fungsi yang saling berkaitan. Buah pace mengandung banyak antioksidan yang matikan sel kanker. Sebanyak 13 kandungan mengkudu termasuk xeronin dari jenis anthraquinoine serta flavanol glikosida bekerja dengan sifat anti-inflamasi.

Salah satunya menurut peneliti dari Keio University dan Institute of Biomedical Sciences di Jepang, adalah damnacanthal. Zat yang satu ini mengubah sifat buruk sel-sel jahat serta menekan penggandaan sel-sel tersebuy pada level gen.

Mengkudu Juga Punya Senyawa Xeronin, Penghancur Sel Kanker

Beragam riset telah membuktikan manfaat mengkudu untuk kanker adalah mencegah dan bantu menyembuhkan kanker paru-paru, kanker hati, kanker kolon, kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker prostat. Mengapa bisa demikian?

Sejumlah sel kanker akan berkembang pesat dalam lingkungan organ yang rendah oksigen tetapi kaya karsinogen. Untuk mengatasinya senyawa Xeronin pada mengkudu melancarkan peredaran darah sehingga pasokan oksigen ke dalam sel akan maksimal. Xeronin sangat aktif dan penting artinya bagi semua fungsi sel dalam tubuh manusia.

Pengaruh xeronin membuat sel kanker gagal berkembang, sehingga kerusakan DNA akibat kanker mampu dicegah. Misal saat mengatasi kanker payudara, senyawa mengkudu dapat mencegah pembuluh darah baru terbentuk oleh sel kanker payudara, selain memastikan hancurnya sel yang telah terbentuk.

Pertumbuhan tumor jadi terhambat karena sistem imun terbangun bersama makrofag dan atau limfosit yang berkualitas. Setelah pembuluh darah membaik fungsinya maka sel-sel kanker menjadi non-aktif khususnya untuk masalah kanker payudara.

Buah mengkudu juga mengandung proxeronine yaitu penyuplai xeronine saat ada aktivitas sel prakanker yang mulai abnormal. Dengan suplai ini maka tubuh akan memiliki cukup cadangan xeronine sebagai pencegah gejala kanker.

Flavanoid Mengkudu Bantu Pulihkan Imun Sistem

Jika kanker sudah terlanjur muncul maka penanganan berupa operasi dan kemoterapi sangat dibutuhkan. Buah mengkudu adalah alternatif lain untuk mencegah kebangkitan sel kanker yang lebih agresif.

Pada saat pasien kanker menjalani fase kemoterapi, konsumsi herbal noni akan membuat imun sistem bertahan dari efek kimiawi.

Selain dibantu oleh manfaat Xeronin, bagian-bagian sel abnormal juga dipulihkan oleh bioflavanoid, saponin, dan polisakarida yang aktif menjaga jaringan organ dari kerusakannya. Peran immuno-stimulator tersebut adalah mempertahankan daya tahan tubuh.

Nutrisi yang terkandung dalam buah mengkudu seperti protein, vitamin, mineral selenium, dan lainnya. Sehingga dalam jus buah terdapat berbagai enzim atau protein dan senyawa alkaloid yang diduga mampu ringankan gejala kanker kronis.

7 Cara Mengolah Buah Mengkudu

Penelitian merekomendasikan penderita kanker stadium lanjut untuk mengkonsumsi 6-8 gram mengkudu setiap harinya. Cara ini dapat menambah energi dan mengatasi rasa nyeri akibat peradangan tumor. Berikut ini beberapa cara mudah untuk mengolah daun hingga buah mengkudu, termasuk ekstrak herbalnya.

1. Teh Daun Mengkudu

Rebus 20 gram daun mengkudu kering atau40 gram daun mengkudu segar dengan takaran 4 gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Ramuan teh daun mengkudu ini diminum 2 kali pada pagi dan sore hari.

2. Sari Mengkudu Murni

Siapkan 2 buah mengkudu dan 100 ml air hangat. Campur daging buah mengkudu dengan air lalu haluskan memakai blender. Diminum 1 kali sehari pada pagi atau di waktu sore. Namun tanpa tambahan gula atau pemanis lain, maka sari mengkudu murni ini masih beraroma apek dengan rasa yang pahit atau getir.

3. Rebusan Buah Mengkudu

Siapkan 60 gram buah mengkudu segar yang masih setengah matang, cuci bersih lalu potong kecil-kecil. Rebus dengan 600 ml air sampai mendidih dan tersisa satu setengah gelas. Saring, dinginkan. Minum sehari tiga kali, sekali minum hanya setengah gelas. Agar terasa lebih enak tambahkan dua sendok teh madu murni.

4. Ramuan Mengkudu Dengan Tanaman Obat Lain

Persiapkan irisan buah mengkudu kering sebanyak 30 gram, mahkota dewa 20 gram, temu lawak kering 20 gram, dan temu putih sebanyak 15 gram. Cuci bersih semua bahan dan rebus mendidih dalam 3 tiga gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Minum teratur dua kali sehari setelah makan.

5. Mengkudu, Wortel, dan Lemon

Potong kecil buah mengkudu matang yang sudah dicuci bersih, lalu dibuat jus menggunakan blender, jangan lupa disaring ke dalam gelas.

Setelah membuat jus mengkudu, buatlah segelas jus wortel yang dicampur perasan jeruk lemon. Aduk rata menjadi satu bagian dengan jus mengkudu yang tadi sudah disaring, dan diminum setiap pagi.

6. Mengkudu, Madu, dan Lemon

Gunakan 5 buah mengkudu matang, 1 liter air, 10 sdm madu, dan 3 buah jeruk lemon, peras, ambil airnya.

Cara membuat ramuan mengkudu, madu, dan lemon seperti berikut. Rebus air sampai mendidih, masukkan mengkudu dan rebus sampai lunak. Angkat dan dinginkan. Masukkan dalam blender, haluskan dan saring.

Campur air mengkudu dengan madu, air jeruk lemon, dan es batu, bila suka. Sajikan dalam gelas dan minum setelah makan siang atau seusai makan malam.

7. Produk Herbal Tahitian Noni

Bila ingin mengambil manfaat buah noni dengan lebih praktis ada baiknya mengkonsumsi herbal tahitian noni. Herbal ini terbuat dari paduan buah mengkudu asli Tahiti, buah bluberri, dan dilengkapi senyawa bioaktif iridoid.  Produk herbal ini menggunakan noni asli Tahiti sehingga rasanya relatif manis dibanding jenis noni dari Asia. Khasiat dari tahitian noni akan terlihat setelah dikonsumsi selama 20 hari secara teratur.

Manfaat buah noni dalam ramuan herbal Tahitian punya fungsi bagus, yaitu sebagai pembersih pankreas, dan selain bantu perbaiki kerusakan sel-sel darah. Bila dikonsumsi dengan tepat, herbal mengkudu akan bisa pulihkan fungsi hati, jantung, dan ginjal yang rusak akibat perkembangan sel kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Sirsak dan Kulit Manggis