All posts by Eddy

Kanker Hati Sembuh

Peluang Kanker Hati Sembuh Apakah Sangat Besar?

Kanker memang termasuk jenis penyakit yang mematikan. Ada banyak sekali penderita kanker yang pada akhirnya meninggal meski sudah mendapatkan pengobatan maksimal. Hal ini karena sel-sel penyebab kanker bisa menyebar dengan sangat cepat dan membuat kondisi tubuh menjadi sangat lemah.

Meski demikian, bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Beberapa jenis kanker seperti kanker hati memiliki peluang sembuh yang lumayan besar. Ingin mengetahui fakta lebih dalam mengenai kesembuhan dari kanker hati?

Artikel ini akan memberikan beberapa informasi mengenai harapan untuk kanker hati sembuh berdasarkan fakta-fakta yang kami dapatkan.

Mengenal Kanker Hati dan Penyebabnya

Kanker hati memiliki beberapa tipe yang sesuai dengan tempat asal tumbuhnya sel kanker tersebut. Apabila asalnya dari organ hati maka disebut sebagai kanker hati primer. Namun kanker hati primer juga bisa berasal dari saluran empedu. Meski hal ini jarang terjadi karena lebih cocok masuk dalam jenis kanker saluran empedu.

Kanker hati biasanya lebih sering terjadi pada pria, kemungkinannya dua kali lipat dibandingkan  pada seorang wanita. Lalu, sebanyak 80% penderita kanker ini berasal dari Asia.

Berapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab adanya penyakit ini antara lain:

  • Sirosis.
  • Hepatitis kronis.
  • Obesitas.
  • Terlalu sering mengonsumsi alkohol.
  • Memiliki penyakit metabolik turunan.
  • Diabetes tipe 2.
  • Terkena paparan dari zat aflatoksin.
  • Terkenal paparan thorium dioksida dan vinil klorida.
  • Arsenikum.
  • Steroid anabolik.
  • Penggunaan tembakau seperti merokok.
  • Infeksi parasit.
  • Pil KB.

Mengetahui Harapan Hidup untuk Penderita Kanker Hati

Peluang kanker hati sembuh akan lebih besar apabila telah terdeteksi dari awal, sama yang biasa terjadi pada jenis kanker lainnya. Peluang kesembuhan dapat ditentukan dari cara penanganan dan tingkat harapan hidup. Sebelum mengetahui kedua hal tersebut maka dokter akan memeriksa ukuran kanker lalu fungsi hati penyebaran sel kanker dan jumlah bagian yang terkena kanker. Hal itu bisa dilakukan dengan pemeriksaan AFP, CT Scan, MRI, dan USG.

Oleh karena, jika ingin tahu kemungkinan kanker hati sembuh maka harus memiliki data yang lengkap dan akurat.

Angka harapan hidup akan langsung didiskusikan oleh dokter kepada pasien yang telah didiagnosis menderita penyakit ini. Maksud dari angka harapan hidup adalah jumlah persentase dari semua penderita kanker hati yang kondisinya sama dengan pasien yang didiagnosis. Lalu akan diketahui juga dari jangkau waktu kesembuhan si mantan penderita itu. Jangka waktu ini dihitung langsung setelah dilakukan diagnosis.

Namun hal ini tidak menjamin tingkat kesembuhan yang sama karena setiap orang kondisinya berbeda. Misalnya saja ketahanan tubuhnya lebih lemah atau jenis perawatan yang dilakukan berbeda.

Biasanya jangka waktu untuk tingkat kelangsungan hidup bervariasi. Bisa 1 tahun lebih bahkan sampai 10 tahun. Namun biasanya tingkat kelangsungan hidup dari pasien kanker hati berlangsung selama 5 tahun.

Tingkat kelangsungan hidup ini bukan menentukan seberapa lama lagi Anda bisa hidup. Jadi bukan berarti penderita kanker hati hanya hidup sampai 5 tahun.

Untuk mendapat angka harapan hidup selama 5 tahun ini, peneliti harus melakukan penelitian yang cukup lama. Mereka harus mengetahui jumlah dari penderita kanker hati yang selamat sesudah didiagnosis 5 tahun.

Apabila memberikan perkiraan harapan hidup tanpa meneliti lebih lanjut mengenai pengobatan atau tingkatkan kerja maka disebut dengan tingkat keseluruhan.

Contoh dari perhitungan ini adalah jika tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun adalah sebesar 50%, artinya sebanyak 50% penderita penyakit ini bisa bertahan hidup sampai dengan 5 tahun sesudah diagnosis dilakukan.

Namun, jika hanya melakukan perhitungan ini masih kurang memberikan jawaban yang pasti mengenai tingkat kesembuhan yang sebenarnya. Supaya lebih spesifik maka harus diperhitungkan juga masalah komplikasi dan tingkat keparahannya.

Untuk lebih spesifiknya bisa menggunakan hasil penelitian dari National Cancer Institute Surveillance, Epidemiology and End Results. Mereka menggunakan data-data para pasien penderita kanker hati dari tahun 2003 sampai 2009. Lalu menyimpulkan bahwa ada tiga kelompok kanker hati. Tiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut.

  • Distant, artinya kanker hati ini sudah menyebar sampai ke jaringan dan organ-organ yang berada jauh dari hati sehingga masuk dalam stadium IVB. Jumlah tingkat langsung and hidup relatif 5 tahunnya hanya 2%.
  • Regional, artinya kanker hati sudah menyebar ke bagian kelenjar getah bening atau organ dekat. Masuk dalam stadium IVA dan IIC.  Tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahunnya hanya 7%.
  • Localized, artinya sel-sel kanker baru hanya ada di dalam hati atau belum menyebar. Biasanya masih dalam stadium I, dan II tapi beberapa ada juga yang pada tahap III. Untuk jenis kanker ini kelangsungan hidupnya sebesar 28%.

Kesimpulannya, tingkat kelangsungan hidup ini bisa menentukan pilihan pengobatan untuk kanker hati Anda. Peluang kanker hati sembuh lebih besar apabila didiagnosis sejak awal.

Kemudian ada juga faktor-faktor lain yang bisa membantu kelangsungan hidup lebih lama seperti baik tidaknya tubuh ketika merespon pengobatan maupun kesehatan pasien secara menyeluruh.

Pengobatan Kanker Hati agar Sembuh

Untuk mengobati penyakit kanker hati umumnya ada 5 cara pengobatan yang bisa dilakukan. Selain dengan kemoterapi juga ada ablasi tumor, pembedahan, radioterapi dan terapi kanker terarah.

  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki sifat anti kanker atau menghancurkan pertumbuhan dari sel kanker yang telah menyebar.

Ada beberapa cara untuk memberikan obat kemo, yaitu memberikan obat dalam bentuk tablet dan penyuntikan obat langsung ke bagian pembuluh darah.

  • Radioterapi

Pengobatan dengan cara ini akan menggunakan sinar energi yang sangat tinggi dengan tujuan yang sama. Namun jarang digunakan untuk menyembuhkan kanker hati karena hati tidak bisa terpapar dengan radiasi tinggi.

  • Terapi Kanker Terarah

Pengobatan ini dilakukan dengan melakukan beberapa jenis obat juga agar penyebaran kanker terhenti. Penggunaan obat tersebut akan dilakukan dengan cara interfensi ke molekul yang menyebabkan adanya pertumbuhan kanker. Obat yang digunakan bernama Sorafenib, biasanya digunakan pada penderita kanker hati yang sudah ada pada tahap lanjut.

  • Ablasi Tumor

Tujuannya supaya sel kanker hati primer bisa hancur dan membuat kanker hati sembuh. Caranya adalah dengan menggunakan alkohol atau panas. Dilakukan dengan menggunakan scanning CT atau ultrasound lalu jarum akan diarahkan lewat kulit sampai masuk ke bagian kanker di dalam hati. Sebelumnya, dilakukan anestesi local dulu.

  • Pembedahan

Pembedahan dapat dilakukan jika  bagian hati tertentu yang terkena kanker sementara bagian lainnya sehat. Dengan bedah, bagian hati dengan kanker akan diangkat sehingga hilang dan tidak menyebarkan sel kanker ke seluruh bagian tubuh lainnya.

Selain 5 pengobatan ini, ternyata ada banyak cara pengobatan lainnya. Pengobatan-pengobatan ini adalah perkembangan terbaru dari cara menyembuhkan penyakit kanker hati, seperti:

  • Transplantasi hati, yaitu mengganti hati dengan milik orang lain yang mendonorkan.
  • Reseksi hidup, yaitu mengangkat sebagian atau semua bagian hati.
  • Perawatan dukungan.
  • Terapi target.
  • Terapi biologik, yaitu menggunakan virus yang bisa membunuh sel kanker.
  • Krioterapi, yaitu terapi menggunakan suhu yang sangat dingin.
  • Injeksi alkohol, yaitu menghancurkan tumor dengan menyuntikkan alkohol.
  • Embolisasi arteri, yaitu memblokir pembuluh darah supaya tidak mengalir ke tumor.

Dengan semakin banyaknya pengobatan untuk kanker hati maka kemungkinannya untuk sembuh semakin besar.

Itulah dia informasi mengenai kemungkinan untuk kanker hati sembuh dan bagaimana pengobatan-pengobatan yang dilakukan supaya peluangnya semakin besar.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Menu Diet Vegetarian

Menu Diet Vegetarian Bagi Penderita Kanker yang Benar dan Paling Baik

Menjadi seorang vegetarian adalah hal yang baik sekali karena bisa membuat Anda memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Banyak penyakit yang bisa dicegah maupun diatasi dengan mengonsumsi berbagai makanan organik.

Untuk mengatasi penyakit kanker dan mengobatinya juga bisa dilakukan dengan menu diet vegetarian. Sudah banyak orang yang membuktikan bahwa dengan menjadi seorang vegetarian penyakit kanker bisa disembuhkan.

Menyembuhkan Kanker dengan Menjadi Vegetarian

Banyak orang yang akan takut apabila mendengar nama penyakit kanker. Oleh karena menjadi penyebab kematian yang paling besar. Hampir separuh dari penderita kanker meninggal dunia karena ada keganasan sel kanker bisa melemahkan kondisi tubuh.

Pada tahun 2017 saja ada sekitar 9 juta penderita kanker dari seluruh dunia yang meninggal. Diperkirakan sampai tahun 2030 nanti jumlah penderita kanker bisa mencapai 13 juta orang. Sebuah angka yang sangat fantastis.

Gejala kanker pada awalnya tidak langsung terdeteksi sehingga kebanyakan orang akan mulai memeriksakan kondisinya ke dokter apabila sudah merasa ada perubahan signifikan dalam hal kesehatan tubuh. Makanya kanker disebut juga sebagai silent killer.

Meski sudah dikatakan sembuh tapi sel-sel kanker bisa saja datang kembali kepada mantan penderitanya. Terutama jika dia masih belum bisa menjaga pola hidup sehat termasuk dari makanan-makanan yang dikonsumsi.

Untuk terhindar dari penyakit kanker maka harus memiliki pola hidup yang sehat, contohnya mengkonsumsi menu diet vegetarian.

Diet yang dimaksud disini bukan untuk menurunkan berat badan tapi membatasi asupan makanan. Hanya makanan-makanan sehat yang boleh dikonsumsi. Oleh karena khasiatnya sangat besar maka membuat jumlah vegetarian menjadi bertambah lumayan banyak.

Menjadi vegetarian akan membuat Anda lebih mudah terhindar dari zat-zat berbahaya dalam makanan tidak sehat. Banyak zat-zat berbahaya pada makanan tidak sehat yang menjadi “makanan utama” dari sel kanker.

Sel kanker yang ada di dalam tubuh akan semakin subur jika beberapa makanan tidak baik sering dikonsumsi. Beberapa jenis makanan tersebut antara lain:

  • Gula.
  • Daging merah.
  • Makanan dengan kandungan lipid atau minyak dan lemak.

Meski pada umumnya jenis-jenis makanan ini bisa dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan bahan bakar metabolik sehingga dapat menyehatkan sel yang normal. Namun jika dilihat dari sisi lain justru bisa membantu sel kanker menjadi lebih ganas dalam merusak tubuh.

Oleh karena alasan ini banyak dokter menganjurkan penderita kanker untuk mulai melakukan diet vegetarian. Maksud sebenarnya dari diet vegetarian adalah Anda harus lebih banyak makan makanan organik sehingga kebutuhan protein tetap ada, bahkan cukup.

Meski terdengar sama, tapi sebenarnya diet vegetarian dan diet vegan murni itu berbeda. Untuk diet vegetarian ini sifatnya lebih fleksibel karena Anda masih boleh untuk mengonsumsi protein non nabati.

Menu-menu diet vegetarian bukan hanya buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Namun juga boleh mengkonsumsi produk hewani tapi ikan saja. Diet vegetarian ini lebih simple karena menu yang bisa dikonsumsi tidak terlalu terbatas.

Misalnya masih boleh mengonsumsi keju, margarin, mayones, dan lain-lainnya. Namun hanya sebagai pelengkap dari makanan- makanan organik yang dikonsumsi.

Menu Diet Vegetarian yang Tepat Bagi Penderita Kanker

Menu diet vegetarian terbaik untuk penderita kanker adalah berbagai jenis sayuran. Oleh karena mereka bisa mengeliminasi semua sel kanker yang bersarang dalam tubuh.

Kenapa bisa?

Oleh karena sel kanker sangat butuh terhadap protein tinggi sehingga bisa menyebar dengan lebih cepat dan luas. Jika menjalani diet vegetarian tentu saja kadar protein yang akan masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak. Jadi sel kanker bisa hilang bahkan mati dengan sendirinya.

Menu diet ini harus memperhatikan kombinasi dari makanan-makanan yang dikonsumsi. Dengan kombinasi yang tepat maka risiko kanker akan jauh lebih tinggi untuk dihilangkan, dibandingkan mengonsumsi satu jenis makanan saja.

Selain itu, juga harus memperhatikan warna di dalam menu. Maksudnya adalah warna asli dari sayur-sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi. Bukan dari pewarna makanan.

Jika warna makanan semakin beragam maka vitamin dan nutrisi yang diserap tubuh akan semakin banyak. Apalagi jika makanan tersebut memiliki warna hijau, merah, dan oranye gelap. Oleh karena biasanya nutrisi nabati mereka jauh lebih tinggi dibanding sayuran dan buah dengan warna lain.

Cara mengonsumsi menu diet vegetarian yang benar adalah mengonsumsi sayur dan buah ketika sarapan. Akan lebih baik jika memiliki kandungan asam folat. Oleh karena bisa membantu tubuh agar tidak memiliki risiko kanker rektum kanker payudara, dan kanker usus besar.

Meski kandungan asam folat sangat baik tapi harus langsung didapatkan dari bahan-bahan alami bukan berbentuk suplemen. Makanan-makanan yang memiliki kandungan asam folat antara lain, jeruk, melon, telur, strawberry, biji bunga matahari, kacang-kacangan, asparagus, dan sayuran dengan daun hijau seprti bayam dan selada.

Selain itu, berikut ini berbagai jenis sayuran lain yang paling baik untuk menurunkan risiko penyakit kanker.

  • Sayuran Yang Punya Daun Berwarna Gelap

Contoh sayuran dengan daun berwarnna gelap adalah kangkung, dan bayam. Di dalam dua sayuran ini terdapat kandungan karotenoid, asam folat, dan serat.

Fungsi dari tiga senyawa tersebut adalah membuat tubuh terlindungi dari kanker yang menyerang saluran pernapasan, misalnya pada daerah di sekitar mulut dan tenggorokan. Lalu kanker pankreas paru-paru, dan lambung.

  • Paprika

Semua warna paprika sangat bagus untuk menekan pertumbuhan sel kanker. Kandungan penting yang terdapat di dalamnya adalah zat antioksidan alami yang bisa mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Radikal bebas ini  termasuk penyebab terjadinya kanker.

  • Tomat

Jenis kanker yang bisa dihindari dengan mengkonsumsi tomat adalah kanker prostat. Oleh karena di dalam tomat ada senyawa likopen.  Cara mengkonsumsi tomat yang baik bisa dengan membuat jus, saus, pasta, dimakan langsung, atau ditumis dengan sayuran lain.

  • Sayuran Dengan Jenis Kubis-Kubisan

Sayuran yang termasuk dalam jenis ini antara lain pakcoy, sawi, brokoli, kubis, selada, kembang kol, dan kale. Jenis kanker yang bisa dicegah dengan sayuran ini, antara lain kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker serviks.

Selain dengan sayur-sayuran, rempah-rempah juga bisa dikonsumsi untuk mencegah kanker, antara lain:

  • Kunyit. Oleh karena memiliki kandungan Kandungan ini bisa membantu menekan terjadinya transformasi proliferasi, dan invasi dari sel kanker.
  • Kayu manis yang memiliki banyak kandungan antioksidan.
  • Oregano.
  • Jahe.
  • Cengkeh.

Kemudian umbi-umbian yang masih tergolong ke dalam jenis bumbu atau rempah misalnya bawang bombay, dan bawang putih. Di dalam dua jenis bawang ini ada senyawa yang bisa mencegah penyakit kanker yang terjadi di saluran pencernaan seperti usus besar, lambung, kerongkongan lalu kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru-paru.

Makanan-makanan vegetarian lainnya yang bagus antara lain seperti:

  • Lauk pauk misalnya tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
  • Aneka jamur.

Meski terlihat simple, tapi ternyata ada banyak contoh orang yang berhasil sembuh dari kanker karena menu-menu vegetarian seperti ini. Misalnya, artis Ria Irawan yang pernah menderita kanker getah bening, dan Liong Pit Lin yang menderita tiga jenis kanker sekaligus.

Demikianlah informasi mengenai menu diet vegetarian yang paling baik untuk penderita kanker. Namun, akan lebih baik jika diet vegetarian ini dijadikan gaya hidup bukan hanya untuk penderita atau mantan penderitanya, tapi juga Anda yang masih sehat.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Cara Menaikan Berat Badan

Cara Menaikan Berat Badan Setelah Kemoterapi dengan Tepat dan Mudah

Penyakit kanker sangat kuat dan sel-selnya mudah sekali menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak dideteksi sejak awal maka bisa membuat lebih banyak dampak negatif bagi tubuh penderita. Jika sudah demikian maka harus dilakukan kemoterapi untuk membantu mengobati.

Meski kemoterapi merupakan pengobatan paling ampuh untuk penyakit kanker tapi bisa membuat kondisi tubuh penderitanya menjadi kurang baik. Salah satunya adalah berat badan jadi menurun. Penurunan berat badan ini harus ditangani dengan baik agar pasien bisa merasa lebih sehat.

Ketahui informasi mengenai cara menaikan berat badan setelah kemoterapi pada artikel ini. Langsung saja lihat pembahasannya sebagai berikut.

Cara Kerja Kemoterapi

Sebelum sampai ke pembahasan cara untuk menaikan berat badan penderita kanker sesudah kemoterapi, ketahui dulu bagaimana cara kerja kemoterapi. Jadi Anda bisa mendapatkan gambaran kenapa berat badan pasien bisa turun drastis.

Pada umumnya, kemoterapi memiliki tujuan untuk menyembuhkan kanker, mengendalikan penyebaran kanker, mencegah penyebaran kanker, dan meringankan gejala dari kanker.

Dalam proses kemoterapi, dokter akan memberikan zat kimia ke dalam tubuh pasien. Zat kimia tersebut bisa masuk ke aliran darah kemudian menghancurkan sel-sel kanker yang ada. Zat ini akan menyerang semua sel kanker yang berkembang cepat.

Selain itu, bisa berdampak kepada sel yang sehat juga karena namanya juga cairan, pastinya akan mengalir ke seluruh tubuh. Inilah yang menyebabkan adanya efek samping pada pasien yang sudah kemoterapi, salah satunya berat badan yang turun.

Zat kimia dengan bentuk cairan ini akan disuntikkan ke tubuh pasien. Jika sudah terlalu parah penyakit kankernya maka dosis yang diberikan bisa sangat tinggi. Kemoterapi akan dilakukan beberapa kali sampai sel kanker benar-benar hilang. Biasanya sampai 6 kali, sejak kemoterapi pertama jarak ke kemoterapi selanjutnya adalah tiga minggu. Begitu juga seterusnya.

Jika daya tahan tubuh penderita tidak kuat maka bisa terjadi beberapa efek samping, antara lain:

  • Rambut rontok.
  • Mual dan muntah.
  • Sel darah putih jumlahnya sedikit jadi bisa infeksi.
  • Masalah pendengaran.
  • Badan lemas karena kelelahan.
  • Terjadinya pendarahan dan trombosit jumlahnya rendah.
  • Sel darah merah kurang.
  • Masalah usus.
  • Masalah kesuburan dan kehamilan.
  • Kesehatan mental.

Penyebab Berat Badan Turun Selama dan Setelah Kemoterapi

Setelah mendapatkan obat kemo, penderita akan mengalami perubahaan keadaan tubuh. Ada yang mengalami kenaikan berat badan, ada juga yang justru mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Beberapa alasan adanya pertambahan berat badan, antara lain:

  • Jumlah makanan atau porsi makan menjadi lebih banyak karena ada juga obat kemo yang membuat pasien punya nafsu makan lebih besar.
  • Kurang melakukan aktifitas fisik terutama setelah kemoterapi.
  • Jaringan lemak meningkat.
  • Terjadi pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan.

Sementara itu, penurunan berat badan biasanya penyebabnya, antara lain:

  • Makan jadi lebih sedikit karena nafsu makan buruk atau menurun
  • Muntah
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Mual
  • Kelelahan

Apabila Anda mengukur berat badan dan ternyata ada penurunan 2 kg dalam seminggu maka segera beritahu dokter. Jadi dokter bisa membantu Anda untuk mencarikan solusinya. Apalagi jika disertai dengan gejala-gejala seperti linglung, detak jantung tidak teratur atau cepat sekali, bibir jadi warna biru, sering mengantuk bahkan sulit bangun, pusing, mengalami tanda-tanda dehidrasi, kulit dan mulut kering, urin jadi memiliki warna gelap, dan pernapasan lebih cepat.

Berat badan pada pasien kanker akan tergantung sekali dengan kebiasaan yang dilakukan dan seberapa besar upaya mereka untuk tetap hidup. Meski terlihat sederhana, tapi penurunan berat badan pasien kanker setelah kemoterapi, sedikitnya 5 persen, bisa mengurangi kemungkinan bertahan hidup si pasien. Bahkan masalah ini dan kekurangan gizi menjadi penyumbang 20 persen angka kematian penderita kanker di seluruh dunia.

Tips Menaikan Berat Badan Ketika Selesai Kemoterapi

Langsung saja lihat bagaimana cara menaikkan berat badan bagi penderita kanker yang telah melakukan kemoterapi.

Memiliki Asupan Nutrisi dan Makanan yang Tepat

Orang yang tidak memiliki penyakit apapun saja bisa turun berat badannya apabila asupan makanan dan nutrisi tidak tepat. Apalagi pada penderita penyakit parah seperti kanker. Makanan yang paling bagus dikonsumsi untuk menaikkan berat badan setelah kemoterapi, antara lain:

  • Kentang yang ditumbuk kemudian dicampur dengan susu atau mentega, lalu dimasak. Kentang tumbuk juga memiliki sifat yang lunak jadi mudah dicerna dan dikunyah. Rasanya akan lembut dan ringan di perut jadi tidak membuat adanya rasa mual.
  • Keju dengan kandungan rendah lemak tapi tinggi protein. Jenis makanan ini bisa membuat proses penyembuhan lebih cepat dan tenaga juga bisa pulih.
  • Telur karena mempunyai kandungan protein yang lumayan tinggi kemudian bisa dikonsumsi dengan cara apapun. Contohnya jika ditambahkan dengan salad bisa membuat asupan kalori menjadi bertambah. Kalori adalah bahan yang paling dibutuhkan penderita sesudah kemoterapi.
  • Kacang-kacangan. Namun jangan dikonsumsi dengan cara ditambahkan rempah-rempah karena bisa membuat perut terganggu.
  • Sup karena memiliki kandungan mineral vitamin dan kalori. Akan lebih baik jika bahannya terbuat dari brokoli.
  • Jahe yang dijadikan minuman.
  • Puding agar bisa membuang rasa lelah dan mual.

Suplemen Tambahan

Dengan mengonsumsi suplemen tambahan maka proses penyembuhan setelah kemoterapi akan lebih cepat. Pilih suplemen yang punya sifat antioksidan. Suplemen yang dikonsumsi setelah kemoterapi bisa membuat dampak positif dari kemoterapi lebih meningkat.

Meski berkhasiat tetapi harus memilih suplemen yang sudah diperbolehkan oleh dokter agar tidak ada masalah kesehatan. Apalagi menyebabkan gangguan proses oksidatif yang terjadi pada DNA seluler. Meskipun suplemen tambahan juga berupa obat herbal tetap harus berdasarkan persetujuan dokter.

Jika kurang nafsu makan dan tidak mau mengkonsumsi suplemen maka harus ada inisiatif untuk mengatasinya, antara lain:

  • Membuat waktu makan jadi lebih menyenangkan, misalnya makan dengan anggota keluarga.
  • Olahraga supaya nafsu makan dapat meningkat.
  • Menjadikan makanan dengan tampilan yang unik dan cantik.
  • Mengkonsumsi makanan dalam porsi yang sedikit tetapi sering.

Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup sangat penting setelah pasien selesai kemoterapi dan dalam masa pemulihan. Kemudian harus istirahat yang cukup supaya tetap kuat dan tidak mudah lelah. Untuk hal ini sepertinya tidak akan sulit karena biasanya memang pasien yang sudah menjalani kemoterapi akan mudah tidur.

Mudahnya pasien tidur setelah kemoterapi adalah dampak dari obat anti nyeri yang selalu diberikan dokter. Di dalam obat ini ada kandungan yang membuat pasien jadi bisa mengantuk lebih mudah. Jika tidak mempan Anda bisa minum 1 gelas susu hangat sebelum istirahat.

Cara lain untuk membuat Anda mudah tidur adalah pikiran harus tenang dan menciptakan suasa nyaman. Perasaan stres dan kekhawatiran akan kanker harus dihilangkan.

Makan dalam Porsi Kecil

Jika Anda masih malas makan harus tetap dipaksakan. Tidak apa-apa jika jumlahnya sedikit-sedikit asal kebutuhan makannya cukup. Jika biasanya harus makan 3 kali sehari dan Anda terlalu malas, bisa makan 6 kali tapi dalam porsi makanan yang kecil.

Dengan cara makan seperti ini juga tetap bisa membuat berat badan naik. Agar semakin baik, konsumsi yoghurt, manisan buah, dan minuman protein bubuk untuk pemenuhan kalori yang penting bagi penderita kanker.

Itulah dia informasi mengenai cara menaikan berat badan untuk pasien yang telah melakukan kemoterapi. Semoga yang disampaikan sini bermanfaat dan membantu anda untuk memiliki berat badan yang ideal kembali.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring