All posts by Eddy

Manfaat Umbi Daun Dewa

Manfaat Umbi Daun Dewa yang Besar untuk Atasi Kanker

Pengobatan kanker tidak selalu harus menggunakan obat-obatan kimia dari resep dokter saja. Ada banyak sekali tanaman herbal yang bisa membantu untuk mengobati dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit termasuk kanker. Salah satunya adalah umbi daun dewa yang seluruh bagian tanamannya bisa dijadikan obat.

Kenali Umbi Daun Dewa Yuk

Umbi daun dewa memiliki nama latin Gynura divaricata dan termasuk ke dalam keluarga Compositae.  Tanaman ini adalah tanaman herbal yang umumnya tumbuh pada ketinggian 200 sampai dengan 800 meter di atas permukaan laut. Tanaman umbi daun dewa memiliki beberapa nama berbeda yaitu daun dewa di Jawa Tengah, sambung nyawa oleh umumnya masyarakat Jawa, daun dewa oleh masyarakat Sumatra, ngokilo, dan san qi cao oleh masyarakat Cina.

Ciri-ciri dari tanaman umbi daun dewa adalah sebagai berikut.

  1. Tangkai daunnya termasuk tangkai daun yang pendek.
  2. Dapat dikembangbiakkan dengan umbi maupun stek batang.
  3. Batangnya tegak.
  4. Tingginya mulai dari 30 sampai 40 cm.
  5. Memiliki batang daun yang pendek serta lunak, bentuknya segi lima dengan penampangnya berbentuk lonjong, bagian luarnya memiliki rambut.
  6. Panjang daunnya bis mencapai 20 cm dengan lebar 10 cm. Tepian dari daunnya berwarna hijau keunguan. Daunnya memiliki bulu halus dengan bentuk bulat lonjong dan ujung daunnya lancip.
  7. Jenis bunganya adalah bunga majemuk yang tumbuhnya di ujung batang. Benang sarinya berbentuk jarum dengan warna kuning dan kelopak bunganya berbentuk cawan dengan warna hijau.

Umbi daun dewa dapat dimanfaatkan baik daun maupun umbinya. Keduanya memiliki khasiat untuk kesehatan. Daun dari umbi daun dewa bisa dipanen ketika penampang daunnya sudah lebar dan warnanya sudah menjadi hijau tua. Sedangkan umbinya baru bisa dipanen ketika umumr tanaman sudah mencapai 6 sampai 8 bulan.

Manfaat Umbi Daun Dewa untuk Kesehatan

Umbi daun dewa menjadi populer di kalangan masyarakat karena manfaatnya yang tinggi utuk kesehatan, dan salah satunya untuk mengobati kanker. Manfaat tersebut tentunya tidak didapatkan begitu saja. Manfaat tersebut ada karena jumlah kandungan kaya manfaat yang tinggi dalam umbi daun dewa.

Kandungan yang terdapat dari umbi daun dewa di antaranya minyak atsiri, tannin, polifenol, saponin, sterol, vitamin K, asam klorogenat, flavonoid, asam p-kumarat, vanilat, alkaloid, triterpenoid, dan asam p-hidroksi benzoat. Semua kandungan tersebut bisa mengobati macam-macam penyakti mulai dari yang ringan seperti luka sampai penyakit-penyakit berat seperti penyakit jantung, stroke, bahkan kanker.

Berikut beberapa manfaat dari umbi daun dewa untuk kesehatan secara umum.

1. Mengobati Luka

Luka goresan atau luka bakar bisa diobati secara alami menggunaka umbi daun dewa ini. Caranya adalah dengan menumbuk umbi daun dewa yang sudah dicampur dengan gula merah. Tumbuk sampai teksturnya seperti salep. Oleskan salep pada bagian luka kemudian tutup dengan kain perban yang bersih. Selain untuk luka bakar, daun dari umbi daun dewa juga bisa digunakan untuk mengobati luka memar. Caranya adalah dengan menumbuk beberapa lembar daun dewa dengan beberapa lembar daun jarak. Hasil tumbukannya kemudian dioleskan pada luka memar.

2. Mengobati Stroke

Salah satu penyakit berat yang bisa diobati dengan umbi daun dewa adalah stroke. Caranya adalah dengan rutin meminum ramuan yang terbuat dari campuran umbi daun dewa, madu, dan biji ginko. Selain ramuan campuran tersebut, penderita stroke juga bisa meminum rebusan daun umbi daun dewa ini sebanyak 2 kali dalam satu hari.

3. Mengobati Diabetes

Selain luka ringan dan stroke, umbi daun dewa juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit diabetes. Penyakit akibat kelebihan kadar gula dalam tubuh ini memang akan menggerogoti sedikit demi sedikit kesehatan dari penderita. Mengobati diabetes dengan umbi daun dewa bisa dilakukan dengan mudah. Caranya adalah dengan meminum ramuan dari rebusan daun tanaman umbi daun dewa paling sedikit satu kali dalam satu hari.

Cara Pengolahan Umbi Daun Dewa sebagai Pencegah dan Obat Kanker

Selain untuk mengobati bayak penyakit lainnya, umbi daun dewa juga bisa menjadi pencegah dan obat untuk mengobati kanker. Umbi daun dewa memiliki sifat sitotastik dan anti karsinogenik. Salah satu sifat dari tanaman umbi daun dewa ini bisa menghambat pertumbuhan dari sel kanker di dalam tubuh. Artinya, tanaman umbi daun dewa bisa digunakan sebagai pencegah kanker maupun mengobati kanker.

Cara pemakaiannya sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Rebus bagian daun dari tanaman umbi daun dewa, temu putih, dan jombang. Hasil rebusan tersebut bisa mejadi ramua ampuh untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Minumlah air rebusan tersebut secara rutin setiap hari. Khusus bagi yang sudah didiagnosis mengidap kanker, bisa mengonsumsi air rebusan ini dengan lebih rutin lagi, untuk mencegah sel kankernya terus tumbuh.

Selain mencegah pertumbuhan atau perkembangan sel kanker, tanaman umbi daun dewa juga bisa menstimulai sirkulasi darah dan menetralkan racun dalam tubuh yang baik bagi penderita kanker. Zat saponin yang terdapat dalam tanaman umbi daun dewa bisa membantu untuk mendorong sirkulasi darah dalam tubuh sehingga menjadi normal kembali. Zat saponin ini bisa menjadi zat yang menyeimbangkan darah dan efeknya sangat baik untuk penderita kanker.

Zat saponin juga tidak hanya baik untuk mendorong sirkulasi darah, tetapi juga untuk membantu menetralkan racun dalam tubuh. Penetralan racun ini tentunya bisa membantu penderita kanker untuk lebih cepat pulih. Sifat netral dari tanaman umbi daun dewa ini membuatnya mampu menetralkan racun-racun dalam tubuh terutama pada penderita kanker. Racun-racun dalam tubuh akan lebih cepat dinetralisir dengan rutin mengonsumsi ramuan dari tanaman umbi daun dewa ini.

Jadi, selain berperan langsung untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, tanaman umbi daun dewa juga bisa membantu memulihkan kondisi penderita kanker dengan melancarkan sirkulasi darah dan menetralisir racun dalam tubuhnya. Pembuatan ramuan yang mudah dengan hanya merebus dengan tambahan beberapa jenis tanaman lainnya membuat pengobatan kanker menjadi lebih mudah dan minim efek samping negatif.

Umbi daun dewa menjadi salah satu jenis tanaman herbal yang aktif membantu penderita kanker mengobati penyakitnya. Penggunaan tanaman herbal ini tentunya memang sangat membantu, akan tetapi konsultasi dengan dokter juga tetap harus dilakukan. Konsultasi ini untuk memastikan bahwa penderita boleh menggunakan tanaman herbal selama pengobatan dan untuk mengecek kondisi kesehatannya dan mengetahui apakah sel kanker dalam tubuhnya benar-benar sudah tidak berkembang lagi.

Sabar dan rutin dalam mengonsumsi ramuan dari tanaman umbi daun dewa ini menjadi kunci penting untuk mencegah dan mengobati penyakit berat seperti kanker. Hasil instan mungkin tidak bisa didapatkan, tetapi bila rutin dilakukan maka hasilnya akan terlihat juga. Tidak ada salahnya mencoba mencegah kanker sebelum ia tumbuh dengan rutin konsumsi ramua tanaman umbi daun dewa, bukan?

Baca artikel lain mengenai Manfaat Petai untuk Kanker

Cara Memulai Vegetarian

Cara Memulai Vegetarian dengan Lakukan Langkah Ini agar Bisa Menjauh dari Kanker

Memulai gaya hidup sebagai seorang vegetarian bisa menjadi salah satu langkah untuk mencegah kita terserang kanker. Menjadi vegetarian memang tidak mudah, terlebih bagi kita yang terbiasa dengan berbagai jenis makanan di lur sayur dan buah. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mencobanya mulai dari sekarang. Sedikit dan perlahan sampai akhirnya terbiasa dengan gaya hidup seorang vegetarian. Yuk, intip apa saja cara untuk memulai hidup mencegah kanker dengan gaya vegetarian berikut.

Jenis Sayur dan Buah untuk Mencegah Kanker

Sayur dan buah adalah jenis makanan yang kaya serat dan vitamin. Di balik tampilannya yang segar dan kaya rasa alami, sayur dan buah ternyata bisa membantu kita terhindar dari serangan kanker. Salah satu yang haus kita ketahui saat memulai gaya hidup vegetarian dengan tujuan mencegah kanker adalah jenis-jenis sayur dan buah yang bisa membantu untuk mencegah munculny kanker.

1. Jenis Buah untuk Mencegah Kanker

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa membantu untuk menjauhkan kita dari penyakit kanker. Buah-buah tersebut sebenarnya sangat mudah kita temukan baik di pasar tradisional maupun modern. Dengan mengonsumsi buah-buahan tersebut secara teratur, maka kita akan bisa terhindar dari munculnya sel kanker. Jenis buah-buahan pencegah kanker tersebut adalah sebagai berikut.

  • Nanas

Nanas adalah salah satu jenis buah tropis yang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Nanas bisa dikonsumsi secara langsung maupun dalam bentuk manisan dan selai. Di balik rasanya yang segar, ternyata buah nanas menjadi salah satu jenis buah yang bisa mencegah kita terserang kanker. Kandungan bromelain dalam nanas bisa menjadi antikanker. Bromelain umumnya dikenal sebagai kandungan dalam nanas yang bisa mengatasi batuk.

Selain bromelain, nanas juga memiliki kandungan lainnya yang bermanfaat untuk mengaktifkan sistem imunitas alami di dalam tubuh seseorang yang bisa menghadapi racun atau toksin yang masuk. Kandungan lainnya juga bermanfaat untuk membangun perlindungan alami dari kerusakan DNA yang merupakan awal dari pembentukan sel kanker.

  • Buah Naga

Siapa yang tidak mengenal buah naga? Buah yang memiliki bentuk unik dengan kulit menyerupai sisik naga ini adalah salah satu buah favorit yang memiliki rasa segar dan kaya kandungan air. Buah naga memiliki tiga jenis warna daging yaitu putih, pink jingga, dan merah marun. Nah, buah naga yang berwarna merah marun inilah yang ternyata sangat bermanfaat untuk mencegah kanker dalam tubuh. Buah naga ini selain kaya akan kandungan vitamin A, C, dan E juga dilengkapi dengan kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin ini bermanfaat untuk detoksifikasi alami dan melawan pertumbuha dari sel abnormal. Selain dagingnya, biji-biji kecil pada buah naga juga kaya akan manfaat. Salah satunya adalah membantu kerja hati untuk menetralisir racun dan membantu dalam mengatasi kerusakan sel dalam tubuh serta mencegah pembentukan dari sel-sel abnormal seperti sel kanker.

  • Anggur

Tidak diragukan lagi, salah satu jenis buah yang bisa membantu mencegah pertumbuhan sel kanker adalah buah anggur. Anggur kaya akan kandungan polifenol yang mampu mengatasi penyimpangan pertumbuhan sel dan mengatasi kanker. Anggur juga mengandung lebih dari 30 jenis flavonoid yang bisa membantu melawan kerusakan pada DNA, membantu dalam membersihkan darah, dan oksidasi sel.

2. Jenis Sayur untuk Mencegah Kanker

Tidak hanya buah, terdapat banyak juga sayuran yang kaya kandungan pencegah kanker. Apa saja? Simak uraian berikut.

  • Brokoli

Brokoli adalah jenis sayuran yang umum dikenal sebagai sayuran yang bisa mencegah terjadinya kanker payudara. Tidak hanya kanker payudara, brokoli juga kaya akan kandungan yang bisa mencegah pertumbuhan tumor agar tidak menjadi kanker. Mengonsumsi brokoli dengan teratur bisa mencegah kita dari penyakit kanker khususnya kanker payudara.

  • Wortel

Wortel adalah salah satu jenis sayuran berwarna oranye yang kaya akan kandungan karotenoid. Karotenoid adalah salah satu dari kumpulan pigmen warna merah tua atau merah kuning dari lemak hewani dan lemak nabati. Sayuran seperti wortel yang memiliki warna oranye bisa membantu mencegah kanker khususnya kanker payudara.

  • Kubis

Satu lagi jenis sayuran yang bisa mencegah kanker adalah kubis. Kandungan dalam kubis bisa membantu seseorang terlindung dari kanker payudara, kanker mulut, kanker esophagus, dan kanker lambung. Beberapa kandungan pencegah kanker dalam kubis tersebut di antaranya betakaroten, kumarin, sulfosaran, glukosinoat, fenol, indol, dan isotiosianat.

Menu Makanan Vegetarian Pencegah Kanker

Setelah mengenal beberapa jenis sayur dan buah yang bisa mencegah kanker, sebaiknya kita juga mengetahui menu vegetarian sehari-hari apa yang bisa membantu mencegah kanker. Simak uraian berikut.

1. Salad Buah

Untuk mengganti camilan yang biasanya kita konsumsi saat siang atau sore hari, ada baiknya kita menggantinya dengan buah-buahan yang dibuat menjadi salad. Menu salad buah ini merupakan salah satu menu vegetarian yang menyehatkan dan tetap membuat perut terisi. Pilihlah jenis buah-buahan yang mengandung banyak kandungan pencegah kanker. Selain segar dan memenuhi kebutuhan camilan, mengonsumsi salad buah juga jauh lebih menyehatkan dibandingkan dengan camilan yang penuh lemak.

2. Aneka Menu Sayuran Setiap Hari

Jadikan sayuran sebagai makanan utama setiap harinya. Olah berbagai jenis sayuran berbeda setiap harinya, khususnya sayuran yang baik untuk mencegah kanker. Lebih baik lagi jika mengonsumsi sayuran dalam keadaan segar (untuk sayuran yang bisa dimakan mentah) atau diproses dengan cara dikukus.

Pola Hidup Vegetarian

Selain membiasakan diri dengan menu vegetarian yang sehat, kita juga harus terbiasa dengan pola hidup dari vegetarian. Bagi kita yang baru saja memulai hidup sebagai vegetarian, berikut beberapa pola hidup vegetarian yang harus kita perhatikan.

  • Dalam satu hari, minimal mengonsumsi 3 porsi sayuran dan 2 porsi buah. Ini adalah menu umum yang biasanya dikonsumsi oleh vegetarian dan menjadi bentuk pola hidup yang ruti dilakukan.
  • Seorang vegetarian akan mengurangi konsumsi garam dan gula. Menjadi vegetarian bukan berarti harus sepenuhnya tidak mengonsumsi gula dan garam, tetapi membatasinya sehingga tidak berlebihan. Jadi, asupan garam dan gula yang masuk dalam tubuh adalah yang memang diperlukan saja, sehingga tidak ada tumpukan gula dan garam yang berlebih dalam tubuh.
  • Mengonsumsi minimal lima jenis buah dengan warna yang berbeda. Kandungan warna dalam buah memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Seorang vegetarian umumnya akan mengonsumsi minimal lima jenis buah dengan warna berbeda.
  • Selalu sarapan pagi. Menjadi seorang vegetarian bukan berarti membuat pola makan menjadi berubah drastic. Seorang vegetarian memiliki kebiasaan untuk tidak melewatkan sarapan pagi. Sarapan pagi sangat bermanfaat untuk menjaga kandungan protein dalam tubuh.
  • Minum dua liter air putih setiap hari. Seorang vegetarian umumnya akan lebih banyak minum, minimal 2 liter dalam satu hari. Asupan air yang banyak akan membantu dalam proses pencernaan makanan.

Itulah beberapa cara untuk memulai hidup sebagai seorang vegetarian. Mulai hidup sehat dari sekarang dan jauhkan diri dari bahaya kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Petai untuk Kanker

Manfaat Daun Kemangi

Manfaat Daun Kemangi Untuk Mengobati Kanker Tanpa Operasi

Di kalangan masayarakat Indonesia, daun kemangi bukan sesuatu yang asing. Selain enak dilalap mentah, daun kemangi juga sering dijadikan bahan campuran pepes ikan, pindang, aneka tumisan, laksa, urap dan sebagainya. Ciri khas utama yang melekat pada daun ini terletak pada aromanya yang kuat dan menyegarkan. Kira-kira seperti perpaduan antara aroma mint dan limau.

Hingga sekarang asal-usul daun kemangi belum dapat dipastikan. Namun, spesies ini bukan dapat kita temukan di Indonesia saja, tapi juga tersebar jauh hingga ke Malaysia, Thailand, India, Amerika, Afrika, Italia, dan negara lainnya. Di Indonesia sendiri daun kemangi dikenal dengan beberapa nama seperti Kemangen (Jawa), Surawung (Sunda), Kemanghi (Madura).

Kemangi merupakan tanaman perdu tahunan yang mudah menua dan mati, namun lekas tumbuh kembali. Berkembang biak dari biji dan paling cocok ditanam pada dataran rendah berketinggian 500 hingga 1300 mdpl. Kemangi tak membutuhkan syarat tumbuh yang rumit. Pun, toleransinya pada cuaca dan iklim sekitar cukup tinggi. Sehingga cukup menguntungkan jika dibudidayakan.

Tinggi batang tanaman dapat mencapai 100 cm. Dilengkapi dengan daun berwarna hijau cerah dan berbentuk oval dengan bagian tepi yang terkadang rata, kadang bergerigi. Begitu pula dengan bagian ujungnya yang terkadang runcing atau juga tumpul. Daun kemangi cenderung tipis dan mudah layu.

Selain itu, tanaman kemangi dilengkapi dengan bunga yang bersusun tegak. Di tengah masyarakat tanaman kemangi sering disamakan dengan tanaman selasih. Bahkan, sebagian masyarakat di Pulau Sumatera menyebut Kemangi dengan nama Daun Selaseh. Padahal jelas anggapan tersebut adalah sesuatu kekeliruan yang perlu diluruskan. Dari postur tanaman, kemangi dengan selaseh memang mirip satu sama lain. Namun, kita dapat membedakan dari warna bunga. Bunga kemangi berwarna putih, sedangkan selasih berwarna hitam. Pun, daun selasih nyaris tidak pernah digunakan sebagai lalapan.

Kandungan Daun Kemangi

Mengonsumsi daun kemangi ternyata sangat bagus untuk kesehatan. Sebab, tanaman ini mengandung sejumlah senyawa penting serta komposisi nutrisi yang terbilang kompleks. Tiap-tiap kandungan memegang peranannya masing-masing. Berikut penjelasannya satu per satu.

  • Senyawa Flavanoid dan Eugenol adalah kandungan paling menonjol pada daun kemangi. Uji klinis membuktikan bahwa Flavanoid dan Eugenol merupakan senyawa antikanker yang sangat tangguh. Di dalam tubuh, kedua senyawa ini bekerja menetralkan radikal bebas penyebab munculnya kanker serta melindungi struktur sel tubuh dari ancaman kanker.
  • Minyak Atsiri. Di samping Flavanoid dan Eugenol, kandungan minyak atsiri yang terkandung pada daun kemangi juga berperan besar dalam mengatasi kanker. Minyak atsiri terdiri atas dua komponen, yakni Fenol dan Hidrokarbon. Fenol diketahui memiliki sifat antimikroba yang sangat kuat. Sehingga tubuh terlindungi dari bahaya mikroba yang dapat mendatangkan penyakit, terutama di usus dan organ kewanitaan. Apabila suatu organ terinfeksi oleh sekumpulan mikroba, maka fungsi organ tersebut akan mengalami gangguan. Dalam tingkat lanjut, dapat menyebabkan terjadinya kanker. Beberapa contoh mikroba yang efektif diberantas oleh komponen Fenol dalam minyak atsiri antara lain seperti bakteri Salmonella Enteridis, Escherichia Coli, Staphylococcus Aureus.
  • Saponin dan Fixed Oil. Kedua senyawa non gizi ini bersifat hemostasis atau menghentikan darah saat terjadi pendarahan, juga efektif melunakkan tumor agar mudah dihancurkan oleh senyawa-senyawa penyerang seperti Flavanoid dan Eugenol.
  • Betakaroten. Betakaroten berguna untuk meningkatkan respons antibodi (kekebalan tubuh) terhadap sesuatu yang asing masuk ke dalam tubuh. Betakaroten juga bertindak sebagai antioksidan yang mencegah dan menurunkan kadar racun di dalam tubuh. Sintesis protein yang dihasilkan oleh Betakaroten turut membantu perbaikan sel yang rusak oleh kanker.
  • Kolagen. Daun kemangi juga mengandung unsur kolagen yang cukup besar. Kolagen sendiri dibutuhkan untuk menjaga integritas struktur sel pada semua jaringan ikat seperti kulit, tulang rawan, urat otot, dentin gigi dan sebagainya.

Manfaat Daun Kemangi Untuk Mengatasi Berbagai Penyakit

Karena sarat akan kandungan nutrisi dan senyawa-senyawa nongizi yang terbukti ampuh menangkal berbagai macam penyakit, mengonsumsi daun kemangi sangat dianjurkan oleh para pakar kesehatan. Dengan rajin mengonsumsi kemangi, maka beberapa masalah kesehatan dapat teratasi tanpa bantuan obat pabrikan. Beberapa masalah kesehatan yang dimaksud antara lain:

1. Stroke

Serangan stroke dapat terjadi secara tiba-tiba. Selain berakibat fatal pada kematian, banyak penderita stroke yang kehilangan sebagian atau bahkan seluruh fungsi organ tubuh. Stroke erat kaitannya dengan perdaran darah yang terhambat di dalam tubuh. Untuk melancarkan peredaran darah sekaligus mengurangi risiko terkena stroke, perbanyaklah mengonsumsi daun kemangi serta kacang-kacangan dalam menu makan sehari-hari.

2. ASI Kurang Lancar

Masalah ASI kurang lancar memang meresahkan bagi banyak para Ibu. Sebab, kebutuhan ASI anak menjadi terhambat. Cobalah mengonsumsi daun kemangi beberapa bulan sebelum masa bersalin tiba. Besar harapan, produksi ASI akan lancar sebab daun kemangi memberi kebaikan yang sama sebagaimana daun katu.

3. Panu

Pada dasarnya, panu bukan penyakit kulit yang sukar disembuhkan. Asal diobati secara benar dan menjaga kebersihan kulit dengan baik, maka panu bisa hilang dalam hitungan hari atau minggu. Salah satu cara menghilangkan panu adalah dengan mengoleskan daun kemangi yang sudah dihaluskan bersama air kapur sirih. Lakukan 2-3 kali sehari dan lihat hasilnya.

4. Batuk Pilek

Tak perlu buru-buru mengonsumsi obat pabrikan saat terkena batuk pilek. Gunakan cara yang lebih aman untuk menyembuhkannya, yakni mengonsumsi air seduhan daun kemangi. Di Afrika, daun kemangi sengaja dikeringkan untuk dijadikan bahan seduhan (seperti teh), lalu dikonsumsi saat musim dingin agar daya tahan tubuh kuat dan batuk pilek sembuh.

Perangi Kanker dengan Daun Kemangi

Selain masalah-masalah kesehatan yang tertera di atas, daun kemangi juga berandil besar dalam pengobatan penyakit kanker. Hal tersebut didukung oleh komposi senyawa aktif daun kemangi yang sebagian besar merupakan antikanker, antioksidan, serta anti inflamasi.

Senyawa flavanoid dan Eugenol bahkan bekerja sebelum sel kanker terbentuk (sebagai upaya preventif) melalui cara mendeteksi tanda-tanda perubahan struktur DNA. Kerap terjadi, penderita kanker tidak menyadari adanya perubahan atau mutasi gen di dalam tubuh. Inilah yang membuat penderita kanker terlambat memeriksakan diri. Dengan bantuan Flavanoid, Euganol, serta senyawa-senyawa turunan lainannya, proses pembentukan sel kanker bisa dihambat sebelum jumlahnya bertambah dan meluas ke organ tubuh lainnya.

Apabila tumor terlanjur terbentuk, maka senyawa-senyawa tersebut bekerja tak ubahnya racun kemoterapi. Hanya saja, karena terbuat dari herbal, efek sampingnya tidak seburuk yang ditimbulkan oleh obat kemoterapi. Sebab, senyawa daun kemangi hanya fokus menghancurkan sel-sel yang telah rusak, tanpa menganggu sel-sel yang masih normal.

Kanker selalu ditandai dengan benjolan (massa) padat, baik di dalam ataupun luar tubuh. Berkat adanya senyawa-senyawa antiinflamsi pada daun kemangi, benjolan kanker akan menciut secara berkala. Otomatis, rasa nyeri dan risiko pendarahan pun berkurang.

Cara Mengonsumsi Daun Kemangi untuk Menyembuhkan Kanker

Pengolahan daun kemangi untuk pengobatan kanker dapat dilakukan dengan cara meminum air rebusan daun kemangi dalam keadaan hangat, sebanyak 3 kali sehari. Dosis dapat diturunkan setelah massa tumor berkurang. Selain itu, melalap daun kemangi setiap hari juga direkomendasikan untuk penderita kanker yang ingin sembuh.

Akan tetapi, khusus ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi daun kemangi terlalu banyak. Sebab, daun kemangi berisiko menyebabkan terjadinya keguguran.

Demikian ulasan mengenai manfaat daun kemangi dalam upaya penyembuhan penyakit kanker. Semoga informasi yang kami sajikan ini bermanfaat dan berkesan di hati pembaca.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Petai untuk Kanker