All posts by Eddy

Gejala Kanker Kulit

Cara Mengenali Gejala Kanker Kulit Secara Mandiri

Dari tahun ke tahun, jumlah penderita kanker kulit terus mengalami peningkatan. Tetapi pada sisi yang lain, sebetulnya penyakit ini dapat dideteksi secara lebih dini. Bahkan pendektesian tersebut bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dari orang lain atau dokter. Melalui deteksi dini pencegahan dapat dijalankan dengan lebih optimal.

Mengenal Ciri-Ciri Kanker Kulit

Setidaknya ada dua metode untuk melakukan identifikasi serangan sel kanker kulit di tubuh. Metode pertama adalah dengan mempelajari ciri atau tanda dari pemunculkan sel kanker kulit tersebut. Ciri ini sendiri terdiri dari beberapa macam, yakni:

  • Kanker sel basal merupakan kanker kulit yang paling sering ditemui di bagian tubuh yang sering kena pancaran sinar matahari seperti wajah, leher dan lengan. Kanker ini berbentuk datar dan keras serta berwarna pucat. Selain itu mudah berdarah karena sel kanker ini bisa membuat pembuluh darah menjadi tidak normal.
  • Kanker sel skuamosa, merupakan kanker kulit yang kasusnya lebih sering terjadi pada lengan, kepala dan leher. Bentuknya berbentuk benjolan dan bersisik kasar. Warnanya cenderung merah dan kadangnya menimbulkan pendarahan.
  • Kanker keratosis aktinik merupakan kanker kulit yang bentuknya seperti bintik-bintik namun bersifat kasar. Warnanya merah muda seperti daging dan lebih sering muncul di wajah, punggung tangan, lengan dan telinga.
  • Kanker melonoma, adalah kanker kulit yang bentuknya seperti tahi lalat tetapi dengan warna yang sangat bervariasi dan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan tahi lalat biasa. Selain itu ukuran, bentuk dan warnanya tidak teratur.

Setelah mengenali ciri-ciri kanker kulit berdasarkan jenisnya, identifikasi selanjutnya adalah dengan cara memahami tanda-tandanya. Tanda pertama adalah saat terjadi pertumbuhan baru, benjolan serta bintik kanker yang memunculkan luka tidak dapat disembuhkan dalam dalam waktu singkat. Penyembuhannya paling sedikit butuh waktu sekitar 2 hingga bulan.

Tanda peringatan berikutnya yang harus selalu diperhatikan adalah, munculnya rasa gatal dan sakit atau nyeri pada tahi lalat yang kena serangan sel kanker kulit. Selain itu warna tahi lalat jadi berubah kemerahan dan ada pembengkakan di area sekitarnya. Gejala-gejala ini memang tidak selalu terjadi, namun adanya pigmentasi yang tidak merata tetap menjadi pertanda yang harus diwaspadai.

Pemeriksaan Diri Untuk Penyakit Kanker Kulit  

Pemeriksaan diri dari resiko serangan penyakit kanker kulit bisa dilaksanakan melalui empat jenis meteode. Adapun metode yang pertama adalah dengan menentukan jadwal pemeriksaan sendiri misalnya setiap bulan dengan tanggal yang selalu sama.

Setelah jadwal ditentukan, pada tanggal tersebut berdirilah di hadapan cermin besar yang bisa memperlihatkan semua bagian tubuh karena kanker sel kanker kulit bisa muncul di area mana saja. Teliti secermat mungkin untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda sel kanker kulit yang muncul.

Menulis daftar bagian tubuh mana saja yang harus dicek dan diperiksa sendiri adalah metode pemeriksaan diri yang ketiga. Bagian tubuh yang perlu diperiksa secara lebih teliti antara lain adalah bagian wajah, telinga, hidung, bibir, mata serta belakang telinga. Bagian dalam mulut juga perlu diperiksa dan gunakan lampu senter untuk melakukan tugas tersebut.

Bagian tubuh selanjutnya adalah bahu, leher, dada dan perut. Bagi kaum wanita, disarankan mengangkat payudaranya agar dada yang ada di bawahnya bisa terlihat dengan jelas. Ketiak, tangan, lengan, kuku dan sela-sela jari juga perlu diperiksa.

Demikian pula dengan pantat, area sekitar alat kelamin, punggung atas dan bawah, belakang leher, kaki, telapak kaki, kuku dan sela jari kaki, pergelangan dan tumit kaki. Termasuk juga betis. paha depan dan belakang serta bagian bawah kaki atau lutut. Selain itu yang tidak boleh dilupakan adalah bagian atas kepala yang harus dicek dengan cara membelah rambut satu per satu.

Selain melihat secara langsung baik melalui kaca dan dengan mata telanjang, pengecekan diri juga harus dilakukan dengan sistem rabaan. Rasakan secara seksama, apakah ada pembesaran atau benjolan aneh di semua bagian tubuh seperti yang sudah disebutkan di atas.

Melakukan pemeriksaan kanker kulit dengan rabaan tangan memang lebih sulit, karena tanda atau gejalanya lebih kecil hanya sebesar tahi lalat saja atau berbentuk bintik-bintik. Tetapi hal ini tetap harus dilakukan karena tidak semua tanda atau gejala tersebut bisa terlihat oleh mata apalagi dengan kaca.

Masuk metode keempat, segera berkunjung ke rumah sakit agar bisa lebih cepat mendapatkan bantuan medis ketika menjumpai hal-hal yang dirasakan janggal saat melakukan pemeriksaan diri. Jangan sekali-sekali menunda, sehingga serangkan kanker kulit dapat diantisipasi secara dini sehingga tidak masuk pada stadium yang berat.

Tips Mencegah Kanker Kulit

Selain yang disebutkan di atas masih ada beberapa tips lain untuk mencegah, menyembuhkan dan menanggulangi serangan kanker kulit. Salah satunya, saat harus menjalani operasi bedah karena penyakit lain dan lukanya tidak kunjung sembuh, jangan tunda untuk menemui dokter agar bisa diketahui penyebabnya secara pasti.

Bisa jadi luka operasi yang tidak sembuh-sembuh tersebut merupakan gejala awal adanya sel kanker kulit yang sebelumnya tidak terdeteksi. Meski kemungkinannya tergolong kecil, tetapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dan melakukan antisipasi atas hal-hal yang sama sekali tidak diharapkan.

Selain itu harus diketahui, orang yang lebih sering terkena pancaran sinar matahari memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena serangan sel kanker kulit. Bahkan ada hasil penelitian yang menunjukan kemungkinan tersebut dua kali lebih besar dibandingkan yang jarang kena pancaran sinar matahari. Apalagi untuk mereka yang kulitnya cenderung putih dan terang.

Oleh karena itu, lakukan sistem perlindungan yang maksimal ketika berada di tempat dimana matahari sering memunculkan sinarnya dengan garang seperti pantai, lapangan olahraga dan sebagainya. Ketika berada di tempat-tempat semacam itu, gunakan baju lengan panjang, topi atau payung dan kacamata hitam.

Jika keadaan tidak memungkinkan untuk mengenakan semua alat pelindung tersebut, langkah terbaik yang perlu ditempuh yaitu menggunakan tabir surya atau sun block sesering mungkin. Terutama sekali pada jam-jam antara 10 pagi hingga 4 sore. Pada jam-jam tersebut matahari akan mengeluarkan sinar UV atau ultraviolet secara maksimal.

UV atau sinar ultraviolet merupakan salah satu penyebab utama dari kanker kulit. Tapi selain itu masih ada sinar ultraviolet lain yang asalnya bukan dari sinar matahari. Contohnya radiasi infra merah, gelombang radio, sinar X dan sebagainya.

Untuk itu gunakan ponsel seperlunya saja karena perangkat ini bisa memancarkan gelombang radio yang sangat tinggi saat sedang diaktifkan. Selain itu jika tidak dipakai, sebaiknya hand phone atau ponsel diletakan pada tempat yang agak jauh dari tubuh.

Selain sinar UV, faktor genetika atau keturunan juga sering disebut sebagai penyebab kanker termasuk kanker kulit. Banyak ahli kesehatan yang menyatakan bahwa orang yang memiliki garis keturunan kanker kulit punya resiko lebih besar mendapat serangan penyakit ini. Karena itu mereka harus lebih waspada dan tidak boleh melupakan pemeriksaan dini secara rutin.

Di luar yang disebutkan diatas, penerapan gaya hidup sehat tetap jadi tips paling utama untuk menghindari diri dari serangan kanker kulit. Rajin olahraga, menghindari rokok dan minuman keras, menghidari stres dan seterusnya akan membuat tubuh selalu dalam kondisi yang sehat. Jika kondisinya selalu sehat, maka resiko kena kanker kulit dapat berkurang.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sarang Semut

Tahi Lalat atau Kanker Kulit

Mengenal Perbedaan Tahi Lalat atau Kanker Kulit

Paling sedikit, setiap orang pasti mempunyai satu atau dua tahi lalat pada tubuhnya. Biasanya tahi lalat ini sudah mulai muncul saat masih berusia kanak-kanak. Tahi lalat ini adalah sebuah hasil proses dari pigmentasi warna yang berasal dari melanosit atau sel pigmen kulit.

Dalam prosesnya sel pigmen kulit atau melanosit tersebut akan mengelompok yang kemudian akan memunculkan tahi lalat. Proses ini merupakan satu hal yang sangat wajar bahkan selalu terjadi pada tubuh manusia. Meski demikian setiap orang harus tetap waspada sebab tahi lalat ini dapat berubah menjadi kanker kulit.

Selain bersikap waspada, masyarakat sebaiknya juga perlu mengetahui perbedaan antara tahi lalat yang normal atau sehat dan tahi lalat yang memiliki potensi menjadi kanker kulit.

Tahi Lalat Sehat dan Normal

Dalam kondisi sehat dan normal biasanya tahi lalat punya warna yang merata. Beberapa jenis warna yang terdapat pada tahi lalat sehat antara lain yaitu biru keabuan atau mongolian spot, kemerahan atau salmon patches, kecoklatan, keunguan atau hemenagioma dan hitam legam.

Orang yang berkulit gelap atau rambutnya cenderung hitam pada umumnya mempunyai tahi lalat yang warnanya juga gelap. Sedangkan orang berkulit putih atau cenderung terang, lebih sering memiliki tahi lalat yang warnanya kemerahan atau kecoklatan.

Ciri lainnya, tahi lalat yang sehat dan normal selalu menyatu dan merata dengan kulit. Namun selain itu ada pula yang timbul atau terangkat bahkan ada sebagian yang disertai dengan suatu pertumbuhan bulu atau rambut. Bentuk tahi lalat normal ini selalu oval atau bulat sempurna dengan ukuran terbesar kurang lebih hanya 6 milimeter saja.

Ada sebagian tahi lalat yang sudah muncul ketika lahir. Akan tetapi sebagian besar tahi lalat lebih sering muncul ketika mulai memasuki usia kanak-kanak atau menjelang dewasa. Ketika telah mengalami perkembangan paling maksimal, tahi lalat sehat tidak akan mengalami suatu perubahan apapu baik dalam ukuran, bentuk atau warna. Semua selalu sama hingga bertahun-tahun.

Khusus bagi para wanita yang sedang menjalani masa kehamilan, ada kemungkinan memiliki tahi lalat yang warnanya berubah menjadi gelap. Kemudian ada pula yang ketika masuk usia remaja atau dewasa, tahi lalatnya bertambah banyak atau bertambah besar.

Sedangkan untuk mereka yang usianya sudah mulai masuk lanjut antara 40 hingga 50 tahun, warna tahi lalatnya biasanya juga akan mulai memudar. Semua kejadian tersebut merupakan hal yang sangat wajar sebab merupakan respon dari tubuh atas terjadinya perubahan hormon.

Tahi Lalat Berbahaya Menyebabkan Kanker Kulit

Untuk mengetahui apakah suatu tahi lalat yang terdapat di tubuh merupakan permulaan dari pertumbuhan sel kanker kulit, bisa menggunakan sebuah pedoman yang dinamakan pedoman ABCDE. Berikut ini adalah penjelasannya.

A atau Asymmetry

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tahi lalat yang normal selalu mempunyai bentuk sama atau simetris. Tetapi sangat berbeda dengan tahi lalat yang mengandung sel kanker kulit. Tahi lalat yang didalamnya terdapat sel kanker kulit bentuknya terlihat tidak simeteris.

Penyebab dari bentuk yang tidak simetris ini adalah karena di yang ada di salah satu sisi dari tahi lalat tersebut tumbuh dan berkembang secara lebih cepat. Sel kanker yang terdapat dalam tahi lalat ini selain berkembang sangat cepat juga punya pola atau bentuk yang tidak teratur.

B atau Border

Border atau pinggiran pada tahi lalat sehat memiliki batasan yang sangat jelas, bahkan selalu terlihat terpisah warnanya, antara warna kulit dan warna tahi lalat. Hal ini dapat terjadi karena proses pigmentasi warna pada tahi lalat normal selalu berjalan secara wajar.

Sedangkan pada tahi lalat yang mempunyai kandungan sel kanker kulit, tanda batas warnanya sering terlihat tidak jelas atau kabur. Bagian border serta pinggirannya cenderung agak buram karena pertumbuhan sel kanker kulitnya sudah mulai tidak bisa dikendalikan oleh tubuh.

C atau Colour

Colour atau warna juga bisa dijadikan alat untuk membedakan antara tahi lalat sehat dan tahi lalat tidak sehat. Jika warnanya selalu solid dan tampa merata di semua sisi, bisa disimpulkan tahi lalat tersebut adalah normal dan sehat.

Tetapi sebaliknya, jika terlihat ada berbagai ragam warna atau corak yang berbeda-beda pada suatu tahi lalat maka kemungkinan besar ada sel kanker kulit didalamnya. Misalnya di bagian tengah tahi lalat tersebut memiliki warna merah muda namun berangsur menjadi gelap di area pinggirannya atau sebaliknya.

Selain itu ada tahi lalat yang mengandung sel kanker kulit dengan tanda adanya bercak warna dengan karakter yang berbeda-beda meskipun berada dalam satu titik atau tempat yang sama. Misalnya tahi lalat yang mempunyai beberapa warna sekaligus seperti putih, abu-abu, merah dan sebagainya.

D atau Diameter

Jika keadaannya sehat dan normal, biasanya setiap tahi lalat selalu mempunyai ukuran yang sama atau tetap dan tidak terjadi perubahan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Namun apabila secara tiba-tiba mengalami pertumbuhan pada ukurannya, hal ini merupakan indikasi adanya suatu masalah.

Ada kemungkinan terdapat pertumbuhan sel kanker kulit pada tahi lalat tersebut. Akan tetapi yang patut diwaspadai adalah, akan kanker kulit melonoma yang tetap tumbuh meskipun tahi lalatnya tidak mengalami perubahan. Meskipun demikian pertumbuhan sel kanker kulit tetap dapat diketahui melalui ciri yang lain yaitu warnanya atau colour.

E atau Evolving

Pedoman yang terakhir atau ‘E’ merupakan singkatan dari evolving atau perubahan. Maksud dari istilah ini adalah segala perubahan sebagaimana yang sudah diterangkan dalam pedoman A,B,C dan D. Ketika mengalami semua perubahan tersebut, harus secepatnya memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter spesialist kulit.

Selain pedoman ABCDE di atas, harus selalu diwaspadai pula setiap ada perubahan yang lain seperti kulit dan tahi lalat tiba-tiba bersisik, pendarahan, mengeluarkan nanah dan gatal-gatal. Indikasi lain misalnya pembengkakan di bagianpinggiran tahi lalat, rasa nyeri atau sakit saat tersentuh oleh tangan juga tidak boleh disepelekan begitu saja.

Karateritik berikutnya yang jadi ciri dari tahi lalat tidak normal adalah jumlah tahi lalat yang lebih dari 100 titik di semua bagian tubuh. Apabila jumlahnya tidak wajar, ada kemungkinan sebagian dari tahi lalat tersebut mengandung kanker kulit. Apalagi jika ada yang bentuknya bersifat atipikal dan berukuran lebih dari 8 milimeter.

Ketika jenis karakteristik tersebut dinamakan dengan istilah classic atypical mole syndrome. Resiko tertinggi yang harus dihadapi oleh orang yang mengidap sindrome ini adalah kena sel kanker kulit jenis melanoma. Selain itu biasanya sindrome tersebut lebih sering menjangkiti orang-orang dengan riwayat keluarga yang sama-sama pernah kena kanker kulit melanoma.

Karena itu penundaan untuk memeriksakan diri merupakan suatu keputusan yang sama sekali tidak disarankan karena sel kanker kulit dapat tumbuh dengan cepat. Bahkan ada kanker kulit bisa menimbulkan dampak yang sangat fatal kepada kesehatan. Dalam pertumbuhannya, sel kanker ini mampu menyerang organ-organ tubuh yang lain.

Ketika sudah ada organ yang terserang, tentu proses pengobatan dan penyembuhannya butuh waktu yang lama serta biaya yang lebih besar. Dan satu hal lagi yang harus tetap diingat, jika sudah masuk stadium paling akhir, kemungkinan untuk sembuh semakin kecil.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Darah Pada Anak

Kanker Melanoma

Serba-serbi Kanker Kulit Melanoma

Kanker kulit melanoma merupakan kanker kulit paling berbahaya dan berkembang di daerah melanosit. Melanosit adalah sel yang terdapat pada pigmen kulit dan memiliki fungsi sebagai media produksi melanin. Sedangkan melanin merupakan zat yang tugasnya adalah menyerap paparan cahaya matahari serta memberi perlindungan kulit dari segala kerusakan.

Pengertian Kanker Kulit Melanoma

Meski tergolong jarang dijumpai, namun kehadiran kanker kulit melanoma harus diwaspadai karena pertumbuhan dan perkembangbiakannya bisa menyebar pada organ-organ tubuh yang lain.

Gejalanya sering diawali dengan pemunculkan tahi lalat atau perubahan pada tahi lalat yang sebelumnya sudah tumbuh pada tubuh. Beberapa bagian tubuh yang sering mempunyai resiko lebih besar atas serangan kanker kulit melanoma antara lain muka atau wajah, tangan, punggung, dan kaki.

Bentuk dari kanker melanoma selalu terlihat tidak beraturan dan memiliki warna yang terdiri dari lebih dari satu jenis. Tahi lalat yang mendapat serangan melanoma dapat menimbulkan rasa gatal bahkan ada yang disertai dengan pendarahan. Selain itu ukurannya akan jadi lebih besar dibanding tahi lalat yang normal.

Menurut data yang dikeluarkan oleh lembaga World Health Organization atau WHO, hingga saat ini sudah ada lebih dari 132 ribu orang yang terkena kanker melanoma di seluruh dunia. Satu dari tiga kasus serangan kanker kulit, merupakan kanker kulit jenis melanoma.

Selain itu diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah tiap tahun. Penyebab utamanya adalah adanya peningkatan panas dari paparan sinar matahari karena penipisan lapisan ozon di atmosfer bumi. Pengurangan di lapisan ozon sebanyak 10% saja dapat meningkatkan kasus kanker kulit melonoma sebanyak 4.500 kasus.

Jenis kanker kulit yang satu ini biasanya lebih sering menyerang kaum wanita, terutama yang usianya masih berada dibawah 40 tahun.

Penyebab Kanker Kulit

Serangkan kanker kulit melonoma akan muncul saat sel-sel yang terdapat di pigmen kulit jadi berkembang secara tidak normal. Sampai saat ini belum bisa diketahui secara pasti penyebab dari serangan tersebut.

Namun ada beberapa ahli kesehatan yang menyebutkan jika kulit yang sering kena pancaran sinar matahari atau ultraviolet baik yang alami maupun buatan mempunyai resiko lebih besar atas serangan kanker kulit melonoma.

Meski demikian pernyataan ini tidak mengandung arti jika setiap orang yang sering terkena ultraviolet atau pancaran sinar matahari dapat terserang kanker kulit melonoma. Hanya saja, dari pengalaman atau peristiwa yang sudah terjadi, orang yang mempunyai banyak tahi lalat dan bintik-bintik di kulit punya kemungkinan yang lebih besar.

Demikian pula dengan orang-orang yang kulitnya berwarna putih atau pucat dan mudah kena bakaran juga mempunyai resiko yang sangat besar. Termasuk juga mereka yang rambutnya berwarna merah dan pirang. Orang yang punya garis keturunan serta anggota keluarga yang pernah kena serangan kanker kulit melonama juga punya resiko yang tidak kalah besar.

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Pada umumnya, gejala dari kanker kulit melonoma diawali dengan pemunculan tahi lalat baru atau perubahan bentuk dan warna pada tahi lalat yang sudah lama. Bentuk dari tahi lalat yang lama selalu oval atau bulat dan hanya terdiri dari satu warna saja. Sedangkan ukurannya tidak lebih dari 6 milimeter.

Namun pada kanker kulit melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan, terdiri lebih dari 2 warna dan ukuran diameternya menjadi lebih besar dari 6 milimeter. Selain itu jika dipegang akan terasa gatal bahkan ada yang dapat memunculkan pendarahan.

Dilihat penjelasan tersebut gejala kanker kulit melanoma dapat dibedakan jadi 6 jenis. Gejala kanker kulit melonoma pertama adalah disebut asymmentrical asimetris dengan bentuk yang tidak beraturan serta tidak dapat dibagi menjadi dua secara sama rata.

Gejala kedua disebut border atau pinggiran, yaitu kanker kulit melonoma yang mempunyai pinggiran dengan bentuk yang kasar dan tidak rata. Sedangkan gejala yang ketiga dinamakan warna atau colour, dimana kanker kulit melonoma yang berbentuk tahi lalat memiliki warna yang terdiri dari 2 atau 3 jenis warna.

Gejala terakhir atau kelima adalah evolution atau enlargment. Pada gejala ini, terjadi sebuah pembesaran pada tahi lalat yang kemudian membuat bentuknya jadi berubah. Setelah itu lama kelamaan tahi lalat tersebut akan menjelma menjadi kanker kulit melonoma.

Semua gejala ini dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. Tetapi yang paling sering mendapat serangan adalah bagian wajah atau muka, tangan, punggung dan kaki.

Satu hal harus selalu disadari, kehadiran serangan kanker kulit melonoma tidak selalu diawali pemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat lama. Kanker ini dapat muncul pada kulit yang selalu terlihat normal. Bahkan kulit yang jarang terkena paparan sinar matahari dan UV juga memiliki resiko yang sama.

Selain itu meski jarang terjadi, ada beberapa kasus kanker kulit melonoma yang muncul pada bagian bawah kuku, mulut, saluran pencernaan, vagina, saluran kemih dan mata. Jadi sangat disarankan untuk segera menemui dokter ketika merasa ada perubahan anek pada tahi lalat di area-area tubuh seperti yang disebutkan di atas.

Pengobatan Kanker Kulit Melanoma

Hampir sama dengan serangan jenis penyakit kanker yang lain, dokter baru dapat melakukan diagnosis setelah melakukan pemeriksaan secara fisik. Jika pemeriksaannya dilakukan dokter umum, pasti akan dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut pada dokter dermatologi atau spesialis kulit.

Dari sekian banyak kasus yang pernah terjadi, sebagian besar hasil dari diagnosis akan diatasi dengan cara mengangkat jaringan tahi lalat yang dicurigai sebagai sel kanker kulit melonoma. Hasil dari pengangkatan ini kemudian diperiksa lagi untuk memastikan apakah sudah terjadi kanker kulit melonoma atau belum.

Dalam dunia kedokteran, proses pemeriksaan dan diagnosis ini dinamakan biopsi. Sedangkan pemeriksaan untuk mengecek apakah telah terjadi penyebaran sel kanker di organ tubuh yang lain, prosedurnya dinamakan biopsi nodus sentinel.

Pengobatan Kanker Kulit Melanoma

Biasanya tindakan operasi selalu jadi pilihan utama untuk mengatasi kanker kulit melonoma. Namun hal ini juga disesuaikan dengan kondisi pasien. Tindakan operasi bisa berjalan sukses jika pertumbuhan kanker kulit melonoma bisa terdektesi dari awal. Setelah itu pasien tinggal menjalani beberapa proses perawatan lanjutan.

Tapi jika kanker ini baru terdeteksi ketika kondisinya sudah terlanjur parah, maka perawatan yang dijalankan hanya bertujuan untuk memperlambat pertumbuhkan sel kanker saja. Selain itu juga untuk meredakan rasa sakit. Dalam hal ini, jenis perawatannya adalah kemoterapi.

Pencegahan Kanker Kulit Melanoma

Meski telah diobati dan dioperasi, namun tetap ada kemungkinan kanker kulit melanoma bisa tumbuh atau muncul kembali. Apalagi jika kanker kulit melonoma yang diderita sebelumnya tergolong parah, maka kemungkinan terjadinya serangan untuk kedua kalinya makin besar.

Terkait dengan hal ini, salah satu jalan terbaik untuk melakukan pencegahan yaitu harus lebih rutin melakukan pemeriksaan diri. Jangan tunda untuk datang ke rumah sakit atau menjumpai dokter ketika merasakan gejala-gejalanya.

Kemudian bagi mereka yang belum pernah kena serangan kanker kulit melonoma, sebaiknya selalu melindungi kulit dari paparan sinar matahari atau UV secara langsung. Kemudian saat harus keluar rumah dan ruang terutama pada siang hari, jangan lupa menggunakan tabir surya dan alat pelindung lain. Misalnya jaket, topi, payung, kacamata hitam dan sebagainya.

Pemeriksaan rutin juga tidak boleh diabaikan, terutama ketika muncul gejala berupa tahi lalat yang bentuknya tidak beraturan dan memiliki lebih dari satu jenis warna. Apalagi jika ukuran tahi lalat tersebut cenderung membesar dan terus tumbuh.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Darah Pada Anak