Apa Itu Penyakit Kista

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Penyakit Kista

Apa Itu Penyakit Kista?

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar pertanyaan apa itu penyakit kista, perlu kita pahami bahwa kista adalah penyakit dengan ciri kantong – kantong jaringan yang terbentuk dibawah permukaan kulit, pada umumnya kantong – kantong ini berisi cairan, nanah bahkan udara. Bentuk dari kista itu sendiri berbeda – beda, kista tersebut ada yang bisa membesar dan ada juga yang ukuranya menetap. Apabila kista tersebut membesar, maka dapat pecah, dan menimbulkan rasa sakit pada penderita.

Pada umumnya kista digolongkan sebagai jenis tumor jinak yang sering ditemui pada organ reproduksi wanita. Namun begitu apabila kista tidak mendapat penanganan dengan baik, maka bisa menjadi kanker.

Jenis – Jenis Kista Yang Paling Umum

Pada umumnya, ada beberapa jenis kista yang sangat umum dan sering kita jumpai, antara lain:

  1. Kista Epidermoid

Jenis kista ini muncul pada lapisan kulit atau lebih dikenal sebagai daging tumbuh. Kista ini terihat seperti benjolan dengan permukaan yang halus.

  1. Kista Sebaceaous

Kista ini juga timbul pada permukaan kulit. Kista jenis ini muncul karena kelenjar sebum yang mengeluarkan minyak lalu terjebak didalam benjolan tersebut. Semakin lama benjolan itu ada maka akan semakin besar dan tebal.

  1. Kista Ganglion

Kalau kita pernah melihat pergelangan tangan atau bahkan jari kaki, jari tangan yang membengkak dan lunak ketika dipegang, maka kemungkinan besar itu adalah jenis kista ganglion.

  1. Kista Baker’s

Ciri dari kista ini adalah terdapat kantong cairan pada bagian sendi dibawah tekukan lutut. Kista ini juga bisa mengurangi pergerakan sendi, seperti ketat dan sulit bergerak.

  1. Kista Ovarium

Bagi kaum wanita, kita perlu berhati – hati dan lebih ekstra dalam menjaga kesehatan. Karea kista ovarium terjadi pada wanita, tepatnya pada bagian ovarium wanita.

  1. Kista Payudara

Pada wanita kista payudara ini kemungkinan besar dapat terjadi, biasanya jenis kista ini termasuk kista jinak dan tidak menjadi kanker. Ukuran kista payudara ini bisa berubah menjelang dan sesudah menstruasi.

  1. Kista Vagina (kista Bartholin’s)

Masih seputar wanita, kista vagina dapat terjadi pada bagian vagina wanita. Biasanya kista vagina muncul pada kelenjar batholin atau yag sering kita kenal sebagai kelenjar pelumas yang berfungsi memberikan cairan pada vagina.

  1. Kista Serviks (Kista Nabothian)

Saluran reproduksi wanita memang sangat berisiko terjadi kista, kista serviks juga terjadi pada leher rahim wanita. Ukuranya memnag kecil, namun tanpa penanganan yang baik akan terus berkembang dan memperbanyak diri.

  1. Kista Ginjal (Kista Solitary)

Bagi para lansia, kista ginjal seringkali mengampiri kista ginjal ini tidak berbahaya bagi tubuh, namun bisa memicu penyakit ginjal lainya.

Kenali Gejala Jenis Kista Sedini Mungkin

Kista memiliki beberapa gejala yang berbeda sesuai jenisnya, dibawah ini kita akan pelajari gejala masing – masing kista dan apa itu penyakit kista, antara lain:

1. Gejala Kista Epidermoid

Penyakit kista epidermoid bisa dibilang tidak menunjukan gejala apapun pada penderita. Hanya terlihat bintik merah dan menjadi tumpul yang tumbuh dari bawah kulit secara perlahan.

2. Gejala Kista Sebaceaous

Gejala yang ditimbulkan oleh kista sebaceaous ini adalah timbulnya bintik seperti jerawat kecil yang tidak berbahaya bagi tubuh. Biasanya ukuran kista ini sangat kecil, dan dapat tumbuh lebih dari 5 cm apabila tidak di lakukan pengobatan yang baik.

3. Gejala Kista Ganglion

Kista ganglion ini akan menunjukan gejala yang tidak begitu bisa di ketahui oleh penderita. Namun, setelah selang beberapa waktu kista ini akan menyebabkan kesemutan bahkan mati rasa pada sendi penderitanya.

4. Gejala Kista Baker’s

Kista baker’s ini menunjukan gejala pada penderitanya berupa keterbatasan gerak lutut dan apabila dibiarkan terlalu lama maka penderita kan mengalami memar dan bengkok pada lutut dan betis.

5. Gejala Kista Ovarium

Beberapa gejala kista ovarium yang bisa kita kenali pada wanita yang menderita kista ini seperti nyeri pinggul sampai paha, biasanya nyeri ini dialami sebelum sampai dengan menstruasi berlangsung. Kista ini bisa menimbulkan rasa sakit yang berat saat penderita buang air kecil atau air besar. Seringkali gejala mual, pusing dan muntah juga dialami penderita.

6. Gejala Kista Payudara

Beberapa gejala kista payudara yang mudah kita kenali antara lain:

  • Terdapat benjolan pada payudara.
  • Benjolan biasanya berbetuk bulat atau lonjong serta mudah bergerak.
  • Puting mengeluarkan cairan berwarna cokelat atau kuning degan bau yang tidak enak.
  • Payudara terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Ukuran payudara menjadi lebh besar atau bengkak.
  • Ukuran payudara menjadi lebih kecil setelah mesntruasi.

7. Gejala Kista Vagina (Kista Bartholin’s)

Kista jenis ini biasanya tidak menunjukan gejala yang mudah dikenali, biasanya hanya muncul benjolan pada vagina dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual.

8. Gejala Kista Serviks (Kista Nabothian)

Bagi kaum wanita mengalami pendarahan dan keputihan yang panjang itu sangat mengganggu kenyamanan. Keputihan dan pendarahan ini juga merupakan salah satu tanda bahwa anda mengalami kista servks.

9. Gejala Kista ginjal (Kista Solitary)

Kista ginjal ada dua macam, yaitu kista kecil dan bsear. Pada kista kecil biasanya tidak emnunjukan gejala apapun pada penderita, namun pada kista besar biasanya menunjukan gejala seperti nyeri pada salah satu punggung, merasa mual dan muntah, sakit perut, dan demam.

Bahaya Penyakit Kista yang Wajib Diketahui

Setelah kita mengetahui apa itu penyakit kista, tentu kita juga harus tahu bahaya yang bisa ditimbulkan penyakit kista. Berikut ini beberapa bahaya dari penyakit kista.

  • Mandul atau tidak dapat memiliki keturunan.
  • Bisa terkena kanker endometrial.
  • Berisiko terkena darah tinggi.
  • Obesitas.
  • Berisiko tinggi terkena diabetes.

Pengobatan Medis Kista dengan Operasi

Dalam mengobati penyakit kista dengan cara medis seringkali dilakukan dengan cara operasi, biasanya operasi yang dilakukan untuk mengobati kista, antara lain:

1. Operasi Laparoscopi

Operasi ini dilakukan dengan sayatan kecil derah pusar dan memasukan instrumen ke dalam perut untuk mengobati kista.

2. Operasi Laparotomy

Operasi jenis ini biasanya dilakukan dengan sayatan besar untuk menghilangkan kista.

3. Operasi untuk Menekan Tumbuhnya Kista

Kemungkinan tumbuhnya kista memang bisa saja terjadi maka untuk meminimalisasi pertumbuhanya bisa dengan melakukan operasi.

Pengobatan Herbal Kista yang Recomended

Penanganan kista secara herbal memang tidak dapat dilihat hasilnya secepat penanganan secara medis, karena pengobatan yang diberikan serba herbal dan tidak menimbulkan efek samping. Beberapa tanaman dan hewan yang dapat digunakan antara lain:

1. Mahkota Dewa

Buah mahkota dewa mempunyai kandungan zat aktif yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh manusia. Tidak hanya itu, buah mahkota dewa yang kaya akan kandungan zat aktif seperti polifenol, saponim dan flavonoid ini juga berfungsi sebagai anti bakteri. Kandungan zat lainnya seperti flavonoid pada buah mahkota juga berkhasiat sebagai anti radang ketika terjadi pembengkakan.

2. Benalu Teh

Benalu tidak selamanya mengganggu dan tidak memiliki nilai manfaat. Tumbuhan yang mengandung flavonoid, chalcones, dan glycoflavonols ini sangat bermanfaat untuk menguatkan sistem imun dalam tubuh. Tidak hanya meningkatkan kekebalan tubuh, benalu teh ini nyatanya juga bisa mengatasi penggumpalan darah, zat anti kanker dan anti alergi.

3. Kunyit Putih

Mungkin anda mengira bahwa kunyit hanya bisa digunakan untuk bumbu masakan saja. Nyatanya jenis kunyit putih atau tanaman yang mempunyai nama latin Curcuma Mangga ini juga ampuh dijadikan obat herbal. Kandungan antioksidan dan anti inflamasi dalam kunyit putih inilah yang membuatnya tepat guna dijadikan obat kista.

4. Rumput Mutiara

Tumbuhan yang mempunyai nama latin Hedyotis Corymbosa ini sejenis tanaman perdu yang umum dijadikan sebagai obat kista. Meskipun tergolong tanaman liar, rumput mutiara ini juga bisa dijadikan sebagai obat radang panggul.

5. Teripang

Ramuan untuk mengobati penyakit kista tidak selalu berasal dari tumbuhan, teripang ini salah satunya. Anda bisa menggunakan teripang atau gamat yang mempunyai habitat di dasar laut sebagai obat kista. Kandungan Frondoside A pada teripang mampu mematikan sel – sel kanker. Penggunaan teripang sebagai obat kanker ini berlaku untuk beragam jenis kanker seperti kanker kulit, kanker payudara, kanker hati, dan kanker prostat. Teripang sebagai obat kanker juga dipercaya bisa bekerja layaknya kemoterapi. Untuk cara konsumsinya kini kian mudah, anda bisa menjumpai ekstra teripang dalam bentuk obat cair maupun kapsul.

Semoga ulasan ini berguna dan menambah referensi anda.

Baca artikel lain mengenai Jus Wortel untuk Kanker

Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengetahui Lebih Dalam Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengenal Prosedur Kemoterapi dan Jenis Pemberian Obat

Pada saat melakukan kemoterapi tertentu ada prosedur yang harus di patuhi agar kemoterapi dapat berjalan dengan lancar. Prosedur pemberian obat tidak kalah penting dalam prosedur kemoterapi. Obat kemo inilah yang akan bekerja menghancurkan sel – sel kanker dalam tubuh. Tentunya jenis obat dan jenis pemberiannya sangat beragam, menyesuaikan kondisi pasien dan jenis kanker yang diderita. Berikut ini beberapa cara pemberian obat kemoterapi pada pasien.

  1. Secara oral (dari mulut).
  2. Dengan injeksi (suntikan) ke dalam otot (intramuskular) atau vena (intravena).
  3. Dengan tabung kateter yang menuju ke kandung kemih, perut, rongga dada, otak, sumsum tulang belakang atau hati.
  4. Penerapan/aplikasi langsung di kulit .

Pada saat pasien akan melakukan kemoterapi, biasanya dokter akan menganjurkan pasien untuk minum obat – obatan seperti Steroid, obat alergi, obat anti mual, obat penenang, dan Antibiotik. Tujuanya adalah agar pada saat pasien melakukan kemoterapi kondisi tubuh pasien dalam keadaan stabil, sehingga dapat menerima obat-obatan yang dimasukan kedalam tubuhnya secara baik.

Tahukan Anda Berapa Lama Proses Kemoterapi Berlangsung?

Untuk mecapai hasil yang baik, maka kemoterapi dilakukan sesuai dengan penyakit kanker yang diderita. Berapa lama proses kemoterapi dilakukan biasanya sesuai dengan tingkat keparahan kanker yang diderita pasien, biasanya sebelum kemoterapi dilakukan dokter akan membuat jadwal kemoterapi untuk pasienya.

Kemoterapi bisa saja dilakukan hanya dalam waktu satu hari atau bahkan lebih sesuai stadium kanker yang dialami penderita. Bahkan ada juga yang melakukan kemoterapi disertai obat jalan. Bagi penderita kanker yang sudah stadium lanjut, biasanya melakukan kemoterapi lanjutan atau diberi jeda istirahat untuk memeulihkan kondisi tubuhnya sebelum dia akan melakukan kemoterapi kembali. Pasien kanker lanjut biasanya akan diberikan obat ekstra, karena untuk menjaga kondisi daya tahan tubuhnya agar tetap stabil.

Apa Saja Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Meskipun kemoterapi dianggap sebagai pengobatan kanker yang dianggap manjur, tapi tetap saja kemoterapi memiliki efek samping. Obat-obatan yang digunakan pada kemoterapi tidak hanya membunuh sel – sel kanker yang sedang berkembang namun juga membunuh sel sel sehat yang sedang berkembang. Selain kita harus tahu berapa lama proses kemoterapi dilakukan, kita juga harus tahu efek samping yang ditimbulkan apabila kita melakukan kemoterapi.

Beberapa sel  yang pertumbuhanya cepat dan diserang oleh obat – obatan kemoterapi seperti sel-sel dari sum – sum tulang belakang yang memproduksi sel – sel darah, dan sel-sel folikel pada  rambut sehingga mengakibatkan pasien kemoterapi biasnaya mengalami kerontokan rambut. Selain itu, biasanya pasien yang melakukan kemoterapi akan mengalami gangguan pada penglihatan dan pendengaranya, bagi pasien yang kekebalan tubuhnya rendah kemungkinan besar tidak dapat melanjutkan kemoterapi.

Berapa Lama Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Efek samping dari kemoterapi biasanya akan berlangsung selama 2-4 bulan pada masa kemoterapi. Apabila setelah itu pasien sudah mencapai kondisi normal, maka efek samping dari kemoterapi perlahan lahan akan berkurang. Beda halnya dengan pasien kemoterapi yang sudah pada stadium akhir, efek samping yang dialami akan berlangsung lebih lama dan kemungkinan kecil akan mengalami penurunan.

Bagaimana Cara Memperpendek Efek Samping Kemoterapi?

Seorang penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi biasanya akan mengalami efek samping. Dibawah ini kita kan pelajari beberapa efek samping dari kemoterapi dan cara memperpendek efek samping kemoterapi yang umum dialami pasien kanker yang melakukan kemoterapi, antara lain:

1. Atasi Rambut Rontok Pasca Kemo

Hampir semua penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi akan mengalami rambut rontok. Penyebab utama rambut rotok karena folikel rambut sangat mudah rusak sehingga membuat pasien kemoterapi akan mudah mengalami kerontokan pada rambutnya.

Untuk mengatasi rambut rontok bisa dengan menggunakan air hangat saat mandi dan menggunakan sampo bayi yang ringan di kulit. Selain itu hindari pula pemakaian minyak  rambut atau krim rambut karena itu akan mempercepat perontokan rambut.

2. Atasi Rasa Mual dan Muntah Pasca Kemo

Efek samping yang kedua dari pengobatan kemoterapi adalah mual dan muntah pada pasien saat melakukan kemoterapi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mual dan muntah, antara lain:

  • Rasa mual biasanya muncul saat perut anda kosong. Jadi makan dengan porsi sedikit, tapi sering bisa jadi salah satu solusinya.
  • Kunyah makanan dengan perlahan saat makan agar dapat diproses dengan merata.
  • Saat anda merasa mual maka makan makanan yang memiliki suhu dingin jangan hangat karena makanan hangat akan lebih cepat membuat anda meras mual dan muntah.
  • Minum 6 – 8 gelas air putih dalam sehari.

3. Tips Ringankan Gejala Anemia dan Kelelahan Pasca Kemo

Efek samping dari kemoterapi juga dapat menyebabkan jumah sel darah merah turun. Sehingga pasien akan mengalami anemia hal ini disebabkan pada saat pasien melakukan kemoterapi, obat obatan yang masuk ke dalam tubuh juga akan menyerang sel darah merah pasien. Apabila kemoterapi dilakukan secara berkelanjutan maka pasien akan mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala anemia adalah:

  • Istirahat yang cukup, rutin tidur siang meski hanya 15 menit saja.
  • Olahraga ringan, olahraga ini bisa dikonsultasikan dengan dokter apakah kondisi badn pasien mampu untuk melakukan olahraga/tidak.
  • Hindari stres berlebih, biasanya dengan melakukan hobbi dan meluangkan waktu untuk hal – hal yang menyenangkan bisa menghilangkan stres.
  • Konsumsi sayuran hijau, seperti bayam yang dapat meningkatkan sel darah merah pada pasien.

4. Atasi Sariawan pada Mulut

Pada saat anda melakukan kemoterapi maka sistem kekebalan tubuh anda akan menurun. Sehingga akan sangat muah terkena virus dan inveksi. Bagi pasien kanker, infeksi yang sering terjadi adalah infeksi mulut dengan ciri – ciri adanya sariawan pada mulut. Luka sariawan biasanya tidak hanya satu, namun ada beberapa luka ini dikarenakan virus pada luka sariawan penderita kanker akan lebih mudah menyebar, ditambah lagi denga kondisi tubuh pasien yang lemah. Itu dapat memicu pertumbuhan virus pada luka pasien.

Untuk itu, perlu kita ketahui beberapa langkah untuk mengurangsi efek samping dari kemoterapi, Di bawah ini kita akan pelajari beberapa langkah untuk mengurangi efek smping sariawan pada pasien kemoterapi, antara lain:

  • Rutin sikat gigi , paling tidak 2 kali dalam sehari.
  • Hindari mengonsumsi alkohol, makanan pedas, serta makanan asam. Oleh karena itu, akan memicu infeksi pada luka.
  • Rutin menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bakteri yang masih tertinggal di dalam mulut.

Di atas telah kita bahas mulai dari prosedur kemoterpi, berapa lama proses kemoterapi, bahkan sampai dengan efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi. Tentunya bagi para penderita kanker lebih baik menggunakan pengobatan yang dirasa lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Salah satu cara agar kita tidak terkena penyakit kanker adalah dengan cara menjaga pola hidup kita, dari menjaga pola makan sampai dengan membiasakan diri olahraga.

Baca artikel lain mengenai Jus Wortel untuk Kanker

Efek Kemoterapi Pertama

Efek Kemoterapi Pertama yang Pasti Dirasakan Pasien

Anda tentu sudah sering mengetahui tentang istilah kemoterapi. Salah satu jenis metode pengobatan kanker yang berfungsi untuk membunuh sel kanker pada tubuh penderita. Namun apakah informasi mengenai kemoterapi hanya sebatas itu? Jawabannya tentu tidak. Sebab kemoterapi memiliki cakupan yang luas, seperti pengertian kemoterapi, efek kemoterapi, dan pembahasan-pembahasan lainnya. Lebih jelasnya, di bawah ini penjelasan mengenai kemoterapi lebih lanjut.

Apa Itu Kemoterapi?

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan penyakit kanker dengan menggunakan obat-obatan khusus yang bertujuan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh penderita. Umumnya kemoterapi atau yang bisa juga disebut sebagai kemo ini bisa dilakukan di rumah sakit atau pusat perawatan paliatif. Biasanya kemoterapi akan diberikan kepada pasien dengan cara menyuntikkan obat kemoterapi pada infus pasien.

Teknis Pemberian Obat Kemo

Para ahli sendiri terus berusaha mengembangkan obat-obatan kemoterapi. Sehingga kini obat kemoterapi tersebut telah tersedia dalam bentuk minum, dan tidak perlu dimasukkan dengan cara suntikan. Umumnya, pengobatan kemoterapi akan disesuaikan dengan jenis, lokasi, serta penyebaran kanker itu sendiri. Tidak hanya itu, pengobatan kanker biasanya juga tergantung pada faktor kesehatan pasien. Meskipun memiliki efek samping yang cukup banyak. Namun sampai saat ini metode pengobatan dengan cara kemoterapi ini masih memiliki peran penting dalam melawan sel kanker dalam tubuh pasien.

Efek Kemoterapi Pertama yang Dirasakan Pasien

Biasanya kemoterapi akan memunculkan efek yang berbeda-beda disetiap penderita. Secara umum, berat ringannya  efek kemoterapi akan dipengaruhi dari jenis, faktor individual pasien dan juga tingkat perawatan itu sendiri. Adapun efek kemoterapi tersebut, yaitu:

  1. Mual dan muntah
  2. Rontoknya rambut pasien atau alopecia
  3. Mengalami masalah pendengaran
  4. Badan terasa lelah dan lemas parah
  5. Risiko terkena infeksi semakin tinggi karena jumlah sel darah putih yang rendah
  6. Terjadi pendarahan karena jumlah trombosit rendah
  7. Anemia
  8. Mucositis
  9. Pasien akan kehilangan nafsu makan
  10. Mengalami masalah kehamilan dan kesuburan
  11. Mengalami masalah usus
  12. Mengalami masalah kognitif dan kesehatan mental

Efek Positif Kemoterapi Untuk Pasien

Meskipun kemoterapi memiliki efek yang sangat banyak. Namun efek tersebut cenderung seimbang dengan hasil yang akan didapatkan pasien. Adapun beberapa efek positif kemoterapi adalah sebagai berikut.

1. Akan Meringankan Gejala

Umunya, kemoterapi akan membuat tumor yang biasanya menimbulkan rasa sakit di dalam tubuh pasien mengecil.

2. Kemoterapi akan Mengendalikan

Selain akan membuat tumor mengecil. Salah satu efek positif kemoterapi yaitu kemo dapat mencegah penyebaran sel kanker, memperlambat perkembangannya, sekaligus membunuh dan menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh penderita.

3. Kemoterapi akan Menyembuhkan

Efek positif utama yang membuat metode kemo sampai saat ini masih unggul ialah efeknya yang bisa menghancurkan sel kanker secara keseluruhan. Kemoterapi cenderung bisa lebih mencegah sel kanker kambuh dan berkembang kembali di dalam tubuh penderita.

Efek Negatif Kemoterapi Dan Cara Mengatasinya

Meskipun memiliki efek positif namun kemoterapi juga memiliki efek negatif yang sangat banyak bagi tubuh pasien. Hal itulah yang terkadang menjadi pertimbangan pengidam kanker ketika akan melakukan kemo. Untuk mempersiapkan diri, anda tentu harus mengetahi cara menghadapi efek dan cara menangani efek negatif kemoterapi itu sendiri. Dan berikut efek negatif kemoterapi dan cara mengatasinya.

Hilangnya Nafsu Makan atau Anoreksia

  • Makan 6 makanan kecil dan reguler sepanjang hari.
  • Usahakan untuk membuat rencana menu sehari-hari.
  • Dapatkan bantuan dalam hal penyiapan makanan.
  • Pilihlah makanan yang memiliki kandungan protein dan energi tinggi.
  • Usahakan untuk melakukan sarapan yang setidaknya memiliki kandungan 1/3 dari kebutuhan kalori tubuh.
  • Makanlah makanan dengan rasa dan aroma yang bisa menarik nafsu makan anda.

Mual dan Muntah

  • Cobalah untuk makan sebelum melakukan kemoterapi dilakukan.
  • Makanlah makanan yang mudah dicerna.
  • Sesaplah minuman dengan cara perlahan.
  • Setelah makan duduk dengan tegak atau berbaring dengan tubuh bagian atas dinaikkan selama satu jam.
  • Untuk menjaga kesegaran mulut, anda bisa mengisap es batu, atau permen.

Diare

  • Usahakan untuk menghindari sayuran krusifera seperti kubis, kembang kol, dan brokoli.
  • Perbanyaklah minum sepanjang hari.
  • Batasi mengkonsumsi produk susu.
  • Makanlah makanan seperti sup, pisang, atau minuman elektrolit untuk membantu menggantikan garam dan kalium yang hilang.
  • Minumlah 1 cangkir minuman setelah selesai buang air besar.

Mulut Kering (Xerostomia)

  • Usahakan selalu sediakan air untuk melembabkan mulut.
  • Sebagai perawatan, cobalah larutan pencuci mulut dari campuran ½-1 sendok teh garam dengan segelas air putih.
  • Hindari pencuci mulut yang mengandung alkohol.

Sariawan

  • Hindari makanan pedas, asam, atau asin untuk dikonsumsi
  • Usahakan untuk memaksimalkan makanan dengan kandungan kalori dan protein dengan memperbanyak suplemen nutrisi
  • Usahakan untuk mengkonsumsi makanan lunak seperti bubuk atau makanan cair yang bisa mengurangi proses terlalu mengunyah

Perubahan Rasa

  • Sebelum makan usahakan untuk berkumur dengan air.
  • Konsumsi buah-buahan sitrus seperti jeruk.
  • Anda bisa mengganti alat makan menjadi berbahan plastik saat merasakan makanan anda seperti logam.
  • Anda bisa segera makan saat merasa lapar dan tak perlu menunggu jam makan.

Makanan Pembantu Untuk Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Bisa dibilang, kemoterapi merupakan sesi melelahkan bagi pasien kanker. Betapa tidak, difase inilah tubuh akan mengalami efekseperti mual dan mudah lelah. Oleh karena itulah, anda bisa menyediakan makanan pembantu untuk membuat pasien tetap kuat dan sehat. Makanan pembantu untuk mengatasi efek samping kemoterapi untuk penderita kanker antara lain sebagai berikut.

1. Telur

Telur merupakan salah satu makanan pembantu yang wajib ada pada masa kemo. Kandungan telur yang kaya dengan vitamin B, protein, dan selenium dapat membantu pasien mengurangi efek samping setelah menjalani kemoterapi. Tidak hanya itu, kandungan vitamin D dan E yang terdapat di dalam telur juga dapat membantu melindungi tubuh dari efek obat keras kanker.

2. Sayuran

Sayuran memang merupakan sesuatu yang sangat penting bagi tubuh. Tidak hanya bisa membuat tubuh menjadi sehat, ternyata sayuran juga sangat cocok menjadi makanan pembantu yang harus tersedia setelah proses kemoterapi. Hal tersebut disebabkan sayuran hijau seperti bayam, selada, dan sayuran hijau lainnya merupakan sumber zat besi dan sumber vitamin A, E, serta vitamin K yang bisa membantu melancarkan peredaran sel darah merad dan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini akan membuat kesehatan pasien kanker meningkat karena sirkulasi darah dan oksigen berjalan lancar.

3. Jahe

Kandungan jahe yang memiliki sifat anti-inflamasi dapat membantu mengatasi rasa mual dan muntah karena efek kemoterapi yang pasien jalani. Oleh karenanya, pada masa kemoterapi tidak ada salahnya untuk menyediakan minuman jahe sebagai minuman sehat.

4. Yogurt

Yogurt merupakan salah satu makanan pembantu tepat untuk mengatasi dan mencegah efek kemoterapi seperti diare dan efek penurunan berat badan. Hal tersebut disebabkan karena yogurt mengandung bakteri baik yang sangat bermanfaat sebagai kesehatan usus.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Jahe untuk Kanker

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor