Pengobatan Alami Kanker Prostat

Pahami Pengobatan Alami Kanker Prostat Yuk!

Pada umumnya, penderita kanker prostat diobati melalui prosedur medis. Berbagai teknik terapi disesuaikan dengan tingkat perkembangan kanker (stadium). Mulai dari sekadar pemantauan perkembangan sel-sel kanker hingga kemoterapi atau operasi pengangkatan. Selain pengobatan medis, ada pilihan lain yang tidak ada salahnya diketahui. Yakni pengobatan alami kanker prostat.

Pengobatan ini dikatakan alami karena tidak melalui serangkaian prosedur medis seperti menggunakan obat-obatan kimiawi/olahan pabrik obat, kemoterapi, atau operasi. Mengobati sel-sel kanker yang membandel dengan cara penderita kanker prostat menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan alami seperti buah, sayur, atau dedaunan tertentu/herbal. Sehingga seringkali pengobatan alami ini dinamakan pengobatan herbal. Kedua-duanya memiliki maksud serupa, mengacu pada pengobatan non medis.

Keuntungan Pengobatan Alami

Pengobatan alami kanker prostat bisa menjadi pilihan ketika penderita dihadapkan pada kondisi mahalnya biaya pengobatan medis. Memang, butuh uang yang tidak sedikit dalam merawat dan mengobati penderita kanker prostat. Kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung tingkat penyebaran sel-sel kanker dan tempat perawatannya (jenis rumah sakit). Belum lagi efek samping bagi tubuh saat menjalani prosedur medis seperti kemoterapi, misalnya. Dan tidak ada jaminan sel-sel kanker akan musnas meskipun telah menjalani perawatan medis secara paripurna.

Adapun pengobatan alami tidaklah demikian. Jenis pengobatan ini tidak membutuhkan biaya sebesar pengobatan cara medis, karena bahan-bahannya dapat mudah diperoleh. Pun efek samping yang merugikan bagi tubuh, dapat dihindari. Dan tidak sedikit penderita kanker prostat yang memperoleh kesembuhan setelah menghentikan pengobatan medis, kemudian beralih ke pengobatan alami.

Meskipun pengobatan alami menawarkan hal-hal positif yang tidak didapatkan dari pengobatan medis, tapi pengobatan ini pun punya hal-hal negatif. Misalnya, pengobatan alami lazimnya membutuhkan waktu lebih lama dibanding pengobatan medis. Termasuk ketika penderita kanker prostat merasakan keluhan fisik akibat dari penyakitnya, pengobatan alami tidak bisa seketika menghilangkan keluhan tersebut.

Selain itu, penderita kanker prostat yang menjalani pengobatan alami memiliki kemungkinan sembuh total jika perkembangan sel-sel kanker masih tahap awal (stadium 1 atau 2). Tapi, jika perkembangannya sudah kompleks (stadium 3 atau 4), maka pengobatan medis (kemoterapi atau operasi pengangkatan) memberikan peluang kesembuhan yang lebih besar.

Pengobatan Alami dengan Gaya Hidup 

Salah satu faktor timbulnya kanker karena gaya hidup yang tidak sehat. Baik itu makanan/minuman yang dikonsumsi atau aktifitas fisik yang memicu tumbuhnya sel kanker. Nah, pengobatan alami dengan gaya hidup yang sehat, tidak hanya mencegah terjadinya kanker prostat, tapi  juga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan sel-sel kanker tersebut. Berikut ini beberapa gaya hidup anti kanker prostat.

  • Hindari makanan atau minuman pemicu kanker.

Apa saja makanan yang memicu tumbuhnya sel-sel kanker? Semua jenis makanan yang mengandung lemak adalah salah satunya. Contoh, daging merah (ayam atau sapi), keju dan olahannya, gorengan, susu tinggi lemak. Bukannya sama sekali tidak boleh mengonsumi makanan-makanan tersebut, tapi kadarnya dibatasi. Jangan setiap hari. Termasuk cara mengolah/memasaknya, usahakan tidak digoreng atau dibakar tapi lebih baik direbus.

Untuk jenis minuman yang wajib dihindari adalah minuman beralkohol. Jenis minuman ini diketahui bisa menyebabkan kandung kemih menjadi iritasi, dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Alkohol juga bisa menyebabkan otot-otot di sekitar kandung kemih menjadi lemah, yang berakibat kesulitan ketika hendak buang air kecil.

  • Rutin mengonsumsi makanan/minuman anti kanker.

Jika ada makanan/minuman yang harus dijauhi karena memicu kanker, maka sebaliknya pun begitu. Ada makanan/minuman yang sangat disarankan untuk dikonsumsi, bahkan sesering mungkin atau setiap hari. Semua jenis sayur dan buah adalah jenis makanan yang dimaksud. Salah satu contohnya adalah buah tomat. Buah ini mengandung lycopene yang mangkus mencegah kanker prostat, dan mengecilkan ukuran kelenjar prostat yang membesar. Lalu, buah-buahan yang kaya kandungan fruktosa, seperti melon, delima, apel, buah berri, atau semangka. Untuk sayuran anti kanker, contohnya kembang kol, brokoli, atau kubis.

Jenis makanan lain seperti kacangan-kacang, biji-bijian, padi-padian, dan kerang juga baik dikonsumsi. Meskipun tidak harus setiap hari, tapi sesering mungkin dikonsumsi akan menurunkan resiko terkena kanker prostot. Ini karena jenis makanan tersebut mengundung zat seng yang berperan menekan pertumbuhan sel-sel kanker di prostat. Untuk minuman, susu dan air putih punya khasiat mencegah dan mengobati kanker prostat. Semakin sering diminum, semakin baik.

  • Jangan duduk terlalu lama.

Sesuatu yang dilakukan berlebihan pasti berdampak tidak baik. Sama seperti aktifitas sederhana seperti duduk yang terlalu lama bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker atau memparah gejala dari kanker prostat. Jadi, jika seseorang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk, maka imbangi dengan melakukan aktifitas lainnya seperti jalan-jalan kecil atau olahraga ringan lainnya.

  • Ejakulasi sering dan teratur

Ada beberapa kasus ditemukan bahwa kanker prostat terjadi karena tersumbatnya saluran prostat. Hal ini disebabkan penderita kanker jarang mengalami ejakulasi (keluarnya cairan mani saat berhubungan seksual). Sebaliknya, bagi yang sering dan teratur mengalami ejakulasi, kemungkinan terkena kanker prostat semakin kecil.

Pengobatan Alami dengan Herbal

Herbal atau dedaunan tertentu yang punya khasiat khas bagi kesehatan, merupakan jenis pengobatan alami yang telah ada jauh sebelum pengobatan modern berkembang seperti saat ini. Jadi, pengobatan herbal adalah warisan nenek moyang yang sangat sayang untuk dilupakan. Terkait kanker prostat, pengobatan alami dengan herbal menggunakan jenis daun-daunan atau buah-buahan yang mudah ditemukan. Berikut ini beberapa contoh herbal dan pengolahannya.

  • Daun sirsak dan daun herbal lainya.

Pengobatan herbal menggunakan daun sirsak termasuk yang sering dilakukan, yakni dengan membuat rebusannya. Caranya mudah, ambil daun sirsak secukupnya, bersihkan dan kemudian rebus ke dalam wadah seukuran 3 gelas air hingga mendidih. Sisakan satu gelas air untuk diminum ketika masih hangat. Jangan lupa disaring terlebih dahulu air rebusan tersebut. Selain daunnya, mengonsumsi buah sirsak juga baik untuk mencegah dan mengobati kanker prostat.

Jika tidak ada daun sirsak, ada daun herbal lainnya yang juga dapat dikonsumsi. Yaitu daun pegagan, daun meniran, dan daun dewa. Dedaunan herbal ini cara pengolahannya serupa seperti pada daun sirsak, yakni diminum air rebusannya secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan.

  • Buah manggis, delima, dan mentimun.

Untuk buah manggis, tidak perlu repot-repot diolah. Cukup langsung mengonsumsi buah manggis secara teratur. Adapun buah delima dan mentimun, disarankan tidak dimakan langsung tapi diolah dalam bentuk jus, dan konsumsi secara rutin setiap hari.

Semoga ulasan pengobatan alami kanker prostat ini dapat memberi manfaat. Tidak hanya bagi penderita kanker prostat, tapi juga bagi siapa pun yang membutuhkannya. Karena bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati? Untuk itu, memiliki gaya hidup yang sehat dan mengonsumsi makanan-makanan sehat harus segera dipraktikkan. Ingat, kanker prostat tidak hanya bisa diobati, tapi juga bisa dicegah.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Fermentasi dan Non Fermentasi

Pengobatan Kanker Prostat

Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Kanker Prostat agar Lebih Waspada

Kanker prostat. Kanker ini diketahui termasuk 10 jenis penyakit yang sering dialami pria. Bisa berakibat mematikan dan kerap terlambat penanganannya. Untuk itu, memahami gejala, penyebab, dan pengobatan kanker prostat jadi keharusan. Apalagi jika seseorang telah memasuki usia paruh baya, peluang untuk terkena semakin tinggi.

Ya. Lazimnya kanker prostat dialami pria dengan usia di atas 40 tahun. Bukan berarti usia di bawah 40 tahun tidak mungkin terkena. Hanya saja secara jumlahnya, sebagian besar penderitanya adalah pria paruh baya. Khusus di Indonesia, ada lebih dari 150 ribu kasus tiap tahun. Dari jumlah tersebut. Proporsi terbesar dialami mereka dengan usia di atas 60 tahun, lalu 40-60 tahun, dan paling kecil dialami mereka dengan rentang usia 19-40 tahun. Adapun usia di bawah 19 tahun, belum pernah dilaporkan ada kasus kanker prostat yang terjadi.

Tentang Kanker Prostat

Sebelum mengulas mengenai kanker prostat, ada baiknya dipahami terlebih dahulu apa itu prostat. Dapat didefinisikan, prostat adalah sebentuk kelenjar berukuran kecil (seukuran buah kenari) yang terletak di antara kandung kemih dan penis. Kelenjar ini punya fungsi menghasilkan cairan semen (salah satu komposisi cairan dalam air mani pria), yang berperan penting dalam mobilisasi sperma saat proses ejakulasi terjadi. Selain itu, cairan semen juga berperan menjaga dan memberi nutrisi sperma. Cairan semen ini berwarna putih susu atau bening dan agak kental.

Jadi, prostat merupakan bagian penting dalam reproduksi pria. Jika fungsi prostat terganggu, dapat berakibat pada rendahnya tingkat fertilitas/kesuburan pria. Masalah sulit punya momongan, salah satu sebabnya boleh jadi karena faktor kelenjar prostat yang tidak optimal menghasilkan cairan semen.

Adapun gangguan prostat yang fatal adalah ketika sel-sel prostat berkembang tidak terkendali bahkan merusak sel-sel lain di sekitarnya, dan ukuran kelenjar prostat membesar tidak semestinya. Inilah yang dinamakan sebagai kanker prostat. Sebagaimana lazimnya penyakit kanker, penderita kanker prostat pun terbagi atas 4 stadium (1-4), yang menggambarkan tingkat parah atau tidaknya penyakit tersebut. Semakin tinggi angka stadiumnya, maka semakin parah/kompleks perkembangan kanker dan semakin kecil peluang sembuh.

Gejala Kanker Prostat

Tidak semua kanker prostat bersifat agresif atau cepat terjadinya, sehingga cepat diketahui dan dilakukan pengobatan. Ada juga penderita kanker prostat baru mengetahui jika ia sudah terkena kanker stadium tiga atau empat. Yang artinya, semakin kecil peluang sembuh total. Hal ini karena kanker berkembang secara lambat dan gejala yang dialami nyaris tidak dirasakan atau dikeluhkan.

Tetapi penting untuk diingat, gejala-gejala yang dirasakan bukan berarti seratus persen menandakan itu sebagai gejala dari kanker prostat. Sangat penting kejelian terhadap gejala kanker prostat, sekecil apapun gejala tersebut dirasakan dan segera menjalani pemeriksaan medis.

Apa saja gejalanya? Berikut ini gejala-gejala kanker prostat yang lazim dialami:

  • Sulit buang air kecil/berkemih.

Dikatakan mengalami kesulitan berkemih ketika seseorang hendak buang air kecil tapi tidak ada air seni/urin yang keluar. Bisa juga saat berkemih tapi tidak tuntas, atau meskipun telah selesai berkemih namun masih ingin berkemih lagi karena urin yang keluar sedikit-sedikit. Selain kesulitan berkemih, salah satu gejala kanker prostat adalah sering terbangun pada malam hari karena ingin buang air kecil.

  • Nyeri ketika buang air kecil.

Muncul rasa nyeri setiap kali buang air kecil. Meskipun tidak selalu rasa nyeri itu merupakan gejala kanker prostat, tapi jangan abaikan hal tersebut. Pun ketika air seni bercampur dengan darah, harus segera menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.

  • Sering mengompol.

Gejala ini hampir mirip dengan penyakit inkontinensia urin/mengompol, yang mana keluar air seni tidak dapat dikontrol. Bisa keluar kapan saja dan kalau pun keluar, aliran air seninya tidak deras.

  • Kesulitan ereksi atau ereksi tidak lama.

Khusus pada pria yang sudah berkeluarga, gejala ini dapat berakibat serius bagi keharmonisan dengan pasangan. Kesulitan ereksi atau ereksi hanya sebentar terjadi karena terhambatnya aliran darah ke penis, akibat dari membesarnya kelenjar prostat.

  • Nyeri di punggung bawah, panggul, atau daerah sekitar selangkangan.

Rasa nyeri ini dirasakan terus-menerus akibat dari sel-sel kanker prostat yang sudah menyebar ke jaringan-jaringan sekitarnya.Waspadai jika hal ini dialami, apalagi ketika sudah berlangsung lama.

  • Tanpa ada gejala apa pun.

Nah, hal ini biasanya terjadi pada pria di atas 50 tahun. Sama sekali tidak mengalami gejala apa pun, tapi ketika diperiksa, positif mengalami kanker prostat. Jadi, sangat disarankan bagi pria berusia di atas 50 tahun untuk rutin melakukan pemeriksaan. Apalagi bagi yang termasuk beresiko tinggi terkena kanker prostat, yakni punya riwayat keluarga penderita kanker prostat, kegemukan atau obesitas, dan kebiasaan merokok.

Kenapa Bisa Terjadi Kanker Prostat?

Usia adalah faktor terbesar munculnya kanker prostat. Sebagaimana sudah dipaparkan di awal tulisan, semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin besar pula resiko terkena kanker prostat. Pria paruh baya atau lanjut usia adalah kelompok yang sangat rentan terkena penyakit ini. Berdasarkan data statistik, rata-rata usia pria yang terkena kanker prostat adalah 70 tahun.

Selain faktor usia, faktor lain yang cukup signifikan berpengaruh adalah genetik atau riwayat keluarga. Jika seseorang memiliki ayah atau saudara lelaki yang menderita kanker prostat, maka orang tersebut punya resiko 2-3 kali lebih besar turut mengalaminya, dibanding orang lain yang tidak ada riwayat keluarga penderita kanker prostat.

Lalu, faktor ras atau suku bangsa. Berbagai penelitian menemukan jika penderita kanker prostat paling sering terjadi pada pria Amerika, Karibia, dan Afrika. Sebaliknya, pada pria Asia dan Hispanik, jumlah penderitanya lebih kecil.

Faktor gaya hidup seperti pola makan yang banyak mengonsumsi daging merah dan jarang berolahraga sehingga mengalami obesitas, turut menyumbang terjadinya kanker prostat. Termasuk kebiasaan merokok atau sering menghirup asap rokok (perokok pasif), dapat mengakibatkan munculnya kanker prostat.

Kemudian, faktor tinggi badan, aktivitas seksual, dan lokasi tempat tinggal juga berperan terjadinya kanker prostat. Semakin tinggi badan seseorang, semakin besar pula resiko terkena kanker prostat. Sebaliknya, semakin jarang seseorang melakukan aktifitas seksual (mengalami ejakulasi), maka semakin besar pula kemungkinan ia mengalami kanker prostat. Untuk lokasi tempat tinggal, penduduk di wilayah Eropa, Amerika Utara, dan Australia, lebih banyak terkena kanker prostat dibanding penduduk di wilayah Asia, Amerika Tengah dan Selatan.

Pengobatan Kanker Prostat

Mengetahui gejala, penyebab, dan pengobatan kanker prostat haruslah menyeluruh. Tidak lengkap jika hanya memahami gejala dan penyebab saja, tapi pengobatannya tidak diketahui. Nah, terkait pengobatan kanker prostat, idealnya dilakukan secara medis (ditangani dokter profesional). Hal ini untuk menghindari terjadinya malpraktek (kesalahan pengobatan yang berakibat fatal).

Pengobatan kanker prostat tidaklah main-main. Apalagi kanker prostat yang bersifat agresif. Tidakan atau diagnosis medis amatlah perlu dan segera dilakukan, seperti kemoterapi, pemberian radiasi, terapi hormon, hingga operasi pengangkatan prostat. Kalaupun pengobatan non-medis/herbal yang dipilih, usahakan atas rekomendasi dari tenaga medis profesional/dokter.

Semoga dengan memahami gejala, penyebab, dan pengobatan kanker prostat, penyakit mematikan ini dapat dikurangi dampak merugikannya. Apalagi jika kanker masih dalam tahap awal (stadium 1 atau 2), maka peluang sembuh total bagi penderitanya amatlah besar.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Fermentasi dan Non Fermentasi

Manfaat Daun Selasih

Alternatif Prefentif Kanker dengan Manfaat Daun Selasih

Jika ada bahan alami pencegah kanker mengapa tidak mengonsumsi bahan-bahan alami itu saja.  Salah satu contoh manfaat daun selasih ialah sebagai alternatif prefentifs pencegah kanker.

Sebelum membahas informasi tentang manfaat daun selasih lebih mendalam, mari kita ketahui karakteristik daun selasih terlebih dahulu.

  • Memiliki batang setinggi 0,5 hingga 2 cm.
  • Terdapat bulu-bulu halus pada permukaan daun.
  • Daun memiliki tekstur ujung dan tepinya bergerigi.
  • Memiliki bunga berwarna ungu tua atau cokelat.
  • Terdapat biji seukuran wijen berwarna hitam.
  • Mirip dengan daun kemangi. Perbedaannya, bunga selasih bewarna ungu atau cokelat tua sedangkan bunga pada daun kemangi bewarna putih.

Nah, pembahasan selanjutnya yang akan dijelaskan adalah manfaat daun selasih sebagai

pencegah sel kanker selain bijinya dibuat sebagai minuman, seperti:

  • Manfaat Daun Selasih sebagai Pencegah Kanker Tulang

Daun Selasih mengandung senyawa anti penyebaran sel kanker pada persendian tulang. Selain itu, kandungan kalsium tinggi dalam daun selasih dapat mencegah tulang keropos atau biasa disebut osteoporosis.

  • Manfaat Daun Selasih sebagai Pencegah Kanker Paru-paru

Kandungan alami yang terdapat dalam Daun Selasih ternyata dapat memperbaiki kerusakan tubuh akibat efek senyawa nikotin atau tar yang ditimbulkan pada rokok. Secara otomatis, kandungan alami pada daun selasih tersebut dapat mencegah terjadinya kanker paru-paru.

  • Manfaat Daun Selasih sebagai Penghambat Sel Tumor

Ternyata, dalam kandungan daun selasih terdapat minyak astiri. Minyak astiri dalam kandungan daun ini berperan sebagai terpenoid. Terpenoid memiliki fungsi ampuh dalam menghambat sel tumor. Senyawa ini mampu mengikis sel tumor sehingga dapat memperkuat sistem imun.

  • Manfaat Daun Selasih sebagai Pencegah Sel Kanker Payudara

Berdasarkan hasil penelitian, daun selasih memiliki asam kafeat, asam kumarat dan fenolat yang mampu menghancurkan penyebaran sel-sel kanker pada payudara. Mengonsumsi ekstrak daun selasih secara rutin dengan dosis yang tepat dipercaya mampu mengecilkan sel kanker sampai hancur.

  • Manfaat Daun Selasih Sebagai Pencegah Kanker Prostat

Daun Selasih mengandung diaporetik yang berfungsi sebagai peluruh kencing. Senyawa diapoterik ini mampu mencegah saluran kencing dari timbulnya gangguan prostat hingga kanker prostat.

Kandungan Manfaat Daun Selasih sebagai Antikanker

Komposisi kandungan daun selasih, yakni:

  • Asam fenolat (P-asam kumara, Asam kafeat)
  • Kuersetin
  • Rutin
  • Myresin

Semua kandungan ini dapat menguap dan menghasilkan minyak yang terdiri dari Metilkaviol, alfa-Terpinen, Metil Sinamat, Pinen, Safrol, Linalool, Limonen, 1.8-Sineol dan p-Cymere yang biasa menjadi minyak astiri. Kandungan minya astiri ternyata juga mampu menghambat proses perkembangan sel kanker. Selain itu, kandungan ini juga dapat mencegah kerusakan sel-sel lainnya. Oleh karena itu, kandungan daun selasih ini terbilang sangat lengkap.

Hasil Analisa Manfaat Daun Selasih sebagai Zat Anti Kanker Menurut Pendapat Ahli

Berdasarkan hasil penelitian salah satu mahasiswa universitas ternama di Indonesia, daun selasih atau yang memiliki nama latin O. Basillicum f v ini ternyata mengandung senyawa yang berperan penting sebagai zat anti kanker. Seperti apa saja hasil penelitiannya? Berikut ini ulasannya ya.

  • Asam fenolat dalam daun selasih mampu menurunkan protein antiapoptotik.
  • Penurunan protein antiapoptotik menimbulkan apoptosis tidak berjalan.
  • Turunkan kandungan proten antiapoptotik ini dapat meleburkan sel kanker sedikit demi sedikit.
  • Kandungan flavonid dalam daun selasih mampu berperan sebagai kemoprevemtif.
  • Senyawa flavonoid juga mampu melidungi limfosit dari induksi kanker.
  • Senyawa lain yang mengandung minyak astiri mengandung terpenoid yang sangat ampuh dalam menghambat sel kanker.

Efek Samping Daun Selasih

Sejauh penelitian yang sudah pernah dikaji sebelumnya, belum pernah ditemukan tentang efek samping daun selasih itu sendiri. Untuk mencegah dari efek samping yang belum kita ketahui. Lakukan hal-hal berikut ini dengan baik.

  • Jangan mengonsumsi daun selasih dalam jumlah yang berlebihan.
  • Minumlah sesuai kebutuhan karena yang berlebihan itu tidaklah baik.
  • Jika terdapat perubahan tidak terduga pada tubuh, segera konsultasikan ke dokter.

Manfaatnya untuk Atasi Kanker

  • Anti peradangan dan inflamasi saat timbul nyeri gigi atau pusing.
  • Memperlancar sirkulais darah yang tentunya sangat baik.
  • Menyembuhkan flu dan sakit kepala.
  • Menghilangkan insomnia.
  • Mampu menurunkan kadar gula dalam darah.
  • Menyembuhkan luka serta infeksi kulit.
  • Meredakan gangguan pernafasan.
  • Menyembuhkan sakit sembelit dan perut kembung.
  • Meningkatakan kekebalan serta imunitas dalam tubuh.
  • Menjaga kesehatan kulit dan mata.

Cara Menanam Daun Selasih Secara Sederhana dalam Rumah

  • Bacalah beberapa informasi mengenai bibit selasih. Ada berbagai macam bibit selasih seperti halnya selasih kayu manis, selasih lemon dan selasih ungu. Setiap jenis selasih ini memiliki aroma yang berbeda-beda.
  • Tanam benih dalam plastik bekas dan di biarkan didalam ruangan selama empat sampai enam jam sebelum tanaman di letakkan di luar.
  • Siapkan wadah untuk benih. Jika tidak ada pot, anda dapat memanfaatkan plastik bekas dan tanam di luar rumah.
  • Tanam benih. Letakkan satu sampai dua benih pada masing-masing wadah dan tutup wadah dengan plastik.
  • Letakkan di bawah sinar matahari.
  • Bukalah penutup plastiknya dua kali sehari.
  • Berikan sedikit air ke wadah.
  • Buka penutup plastik apabila batang tanaman selasih mulai tumbuh.
  • Buanglah penutup plastik, berikan air dua kali sehari dan jangan sampai tanagnya mengering.
  • Jika tanaman terlihat lebih tinggi, pindahlah tanaman ke dalam wadah yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan ember plastik bekas yang sudah tidak terpakai sebagai wadahnya.

Ternyata menanam daun selasih dalam rumah cukup menyenangkan bukan? Berikut beberapa olahan dari daun selasih yang bisa dimanfaatkan.

Bahan yang disiapkan:

  • 5 helai Daun Selasih
  • Madu
  • Air secukupnya

Masukkan lima helai daun selasih dalam gelas blender, masukkan air dingin secukupnya, tambahkan madu. Lalu blender. Saring agar bisa diminum dengan mudah. Jus daun selasih siap diminum. Jus Selasih ini selain kaya nutrisi juga berguna bagi kesehatan tubuh, terutama dalam mengobati kanker.

Tidak hanya diolah menjadi minuman saja, daun selasih juga bisa diolah menjadi makanan yang menarik. Misalnya puding daun selasih, cookies daun selasih dan olahan-olahan menarik lainnya. Tentunya selain memiliki rasa yang enak, juga memiliki manfaat yang amat besar untuk kesehatan, khususnya kanker ini.

Sejarah dan Definisi Singkat Daun Selasih

Dalam penamaan tanaman, daun selasih ternyata memiliki banyak nama di belahan negara lain. Sebut saja tlasih, basil dan basilikum. Dalam bahasa latin disebut juga dengan Ocinum. Daun selasih ternyata tidak hanya digunakan sebagai makanan melainkan juga penyegar pada zaman dahulu karena bunga dari tanaman ini memiliki aroma yang ciri khas. Namun, beberapa di antara yang lainnya ada yang membuat kita mabuk.

Kemangi ternyata juga merupakan salah satu jenis selasih. Hanya saja, kemangi biasa dikonsumsi sebagai lalapan, sedangkan daun selasih biasanya digunakan sebagai pengharum ruangan atau bahan-bahan ritual. Penyebaran daun selasih ini sebagian besar berasal dari wilayah Asia Tenggara. Sebagian besar juga menanggap sejarah penemuan daun selasih berasal dari India.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Fermentasi dan Non Fermentasi

Membantu Penyembuhan Dengan 4Life Transfer Factor